Konten dari Pengguna

Kontrak Kerja di Luar Lingkup Sekolah, Pengertian dan Contohnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kontrak kerja di luar lingkup sekolah. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kontrak kerja di luar lingkup sekolah. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Apakah Anda memiliki kontrak kerja di luar lingkup sekolah menjadi pertanyaan yang perlu diperhatikan guru saat mengisi Sulingjar 2026.

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan tambahan yang dilakukan di luar tugas pada sekolah tempat mengajar.

Jawaban yang dipilih perlu menggambarkan kondisi pekerjaan yang benar-benar dijalankan.

Sebagai Guru, Apakah Anda Memiliki Kontrak Kerja di Luar Lingkup Sekolah?

Ilustrasi kontrak kerja di luar lingkup sekolah. Foto: Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Apakah Anda memiliki kontrak kerja di luar lingkup sekolah? Contoh jawabannya adalah “Tidak” jika tidak mempunyai pekerjaan tambahan yang terikat kesepakatan kerja di luar sekolah, sedangkan “Ya” dapat dipilih jika terdapat pekerjaan lain dengan hubungan kerja di luar satuan pendidikan.

Dikutip dari jdih.sukoharjokab.go.id, kontrak kerja dapat dipahami sebagai kesepakatan antara seseorang yang melakukan pekerjaan dengan pihak yang memberikan pekerjaan.

Kesepakatan tersebut biasanya menetapkan jenis tugas, waktu pelaksanaan, pembayaran, serta hak dan kewajiban selama hubungan kerja berlangsung.

Dalam konteks pertanyaan Sulingjar, lingkup sekolah mengacu pada pekerjaan utama sebagai guru di satuan pendidikan tempat bertugas.

Pekerjaan yang dilakukan untuk pihak lain di luar sekolah dapat masuk dalam kategori pekerjaan tambahan apabila terdapat hubungan kerja yang jelas.

Sebagai contoh, seorang guru memiliki pekerjaan mengajar di lembaga bimbingan belajar dengan jadwal dan bayaran yang telah disepakati. Kegiatan tersebut berbeda dari tugas mengajar di sekolah sehingga dapat dianggap sebagai pekerjaan di luar lingkup sekolah.

Contoh lain adalah guru yang menerima pekerjaan mengajar pada lembaga pendidikan lain dengan perjanjian tertentu.

Apabila pekerjaan tersebut dilakukan secara teratur dan terdapat kesepakatan mengenai tugas serta imbalan, kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk memilih jawaban “Ya”.

Sebaliknya, guru yang hanya menjalankan tugas mengajar di sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan tambahan dengan pihak lain dapat memilih “Tidak”.

Kegiatan pribadi yang tidak berkaitan dengan hubungan kerja juga tidak perlu disamakan dengan pekerjaan tambahan dalam konteks pertanyaan tersebut.

Kontrak kerja tidak selalu berarti seseorang harus bekerja penuh waktu. Pekerjaan dengan jadwal terbatas tetap dapat termasuk pekerjaan tambahan apabila terdapat kesepakatan kerja dengan pihak pemberi pekerjaan.

Durasi kegiatan dapat menjadi bagian yang perlu diperhatikan apabila formulir Sulingjar menyediakan pertanyaan lanjutan mengenai waktu kerja di luar sekolah.

Pengisian jawaban sebaiknya mengikuti keadaan masing-masing guru. Guru yang mengajar les privat secara mandiri, misalnya, perlu membedakan antara aktivitas tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan berdasarkan kontrak atau kesepakatan kerja bersama lembaga tertentu.

Perbedaan tersebut penting karena tidak setiap kegiatan yang menghasilkan pendapatan otomatis memiliki bentuk kontrak kerja yang sama.

Pekerjaan tambahan dapat mempunyai aturan, jadwal, dan pola pembayaran yang berbeda sesuai kesepakatan antara pihak yang terlibat.

Dalam hubungan kerja formal, isi perjanjian dapat mencantumkan sejumlah hal penting seperti jenis pekerjaan, lokasi kerja, pembayaran, masa berlaku, serta hak dan kewajiban kedua pihak.

Ketentuan tersebut membantu memperjelas apakah suatu kegiatan memang merupakan pekerjaan tambahan yang mempunyai hubungan kerja.

Sulingjar tidak memberikan satu pilihan jawaban yang berlaku untuk semua guru. Guru tanpa pekerjaan tambahan dapat memilih “Tidak”, sedangkan guru yang mempunyai pekerjaan di luar sekolah perlu memilih “Ya” dan mengikuti pilihan lanjutan yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pengisian secara tepat membantu jawaban survei tetap sesuai dengan keadaan pekerjaan masing-masing guru.

Apakah Anda memiliki kontrak kerja di luar lingkup sekolah dapat dijawab dengan melihat ada atau tidaknya pekerjaan tambahan yang mempunyai kesepakatan kerja di luar sekolah. (Shofia)

Baca Juga: SK Tim Pengembang Kurikulum Terbaru Lengkap dengan Contohnya