Kota Tempat Johan Cruyff Mencetak Gol ke Gawang Argentina di FIFA World Cup 1974

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di kota mana Johan Cruyff mencetak golnya ke gawang Argentina di FIFA World Cup 1974? Pertanyaan itu menjadi pintu masuk bagi cerita yang jauh lebih besar dari sekadar sebuah pertandingan sepak bola.
Gol tersebut, yang hingga kini masih dibicarakan oleh para pecinta sejarah olahraga, menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang legenda yang mengubah wajah sepak bola modern.
Momen itu bukan hanya tentang bola yang masuk ke gawang, tetapi tentang bagaimana permainan diekspresikan dengan kecerdasan, ritme, dan intuisi yang sulit ditandingi.
Kota Tempat Johan Cruyff Mencetak Gol ke Gawang Argentina di FIFA World Cup 1974 Meninggalkan Warisan Sejarah
Di kota mana Johan Cruyff mencetak golnya ke gawang Argentina di FIFA World Cup 1974? Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, mengungkapkan bahwa gol tersebut tercipta di Hamburg, salah satu kota tuan rumah turnamen yang diselenggarakan di Jerman Barat.
Piala Dunia FIFA 1974, atau Fußball-Weltmeisterschaft 1974 dalam bahasa Jerman, menjadi edisi bersejarah karena pada ajang inilah trofi Piala Jules Rimet tidak lagi digunakan dan digantikan oleh trofi baru karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga.
Trofi baru tersebut dibuat dari emas 18 karat dengan berat sekitar 11 pon dan tinggi 20 inci, serta menggambarkan dua sosok manusia yang mengangkat bola dunia.
Format turnamen juga mengalami perubahan, dengan 16 negara peserta dibagi dalam empat grup pada babak pertama, kemudian delapan tim terbaik kembali dibagi dalam dua grup pada babak kedua untuk menentukan calon finalis.
Jerman Barat akhirnya keluar sebagai juara setelah menaklukkan Belanda dengan skor 2-1 di Olympiastadion München.
Gelar ini menjadi kemenangan kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada 1954. Turnamen 1974 juga menjadi ajang debut bagi Australia, Zaire, Haiti, dan Jerman Timur.
Sementara itu, Brasil sebagai juara bertahan tidak berhasil mencapai final dan harus menerima kekalahan dari Polandia dalam perebutan peringkat ketiga.
Di Indonesia, turnamen ini disiarkan secara tunda melalui TVRI, meski jumlah pertandingan yang ditayangkan masih terbatas dan penayangan dilakukan pada siang atau sore hari.
Sebanyak sembilan stadion di sembilan kota menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan, termasuk Berlin Barat, München, Stuttgart, Gelsenkirchen, Düsseldorf, Frankfurt, Hamburg, Hannover, dan Dortmund.
Pada fase penyisihan, salah satu kejutan terbesar terjadi ketika Jerman Barat kalah 0-1 dari Jerman Timur melalui gol Juergen Sparwasser di Hamburg pada 22 Juni.
Hasil tersebut kemudian disebut memberi keuntungan strategis karena membuat Jerman Barat terhindar dari pertemuan lebih awal dengan Belanda atau Brasil.
Di putaran kedua, Jerman Barat masuk Grup B bersama Polandia, Swedia, dan Yugoslavia. Dengan dukungan pemain seperti Franz Beckenbauer, Gunter Netzer, dan Gerd Müller, tim tuan rumah berhasil memenangkan seluruh pertandingan.
Pada Grup A, persaingan melibatkan Belanda, Brasil, Argentina, dan Jerman Timur. Belanda menjadi sorotan utama dengan gaya bermain Total Football di bawah arahan Rinus Michels dan peran sentral Johan Cruyff.
Argentina dikalahkan 4-0, kemudian Jerman Timur ditundukkan 2-0. Brasil juga berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. Pertandingan penentu antara Brasil dan Belanda berakhir 2-0 untuk Belanda, memastikan langkah mereka menuju final.
Final berlangsung pada 7 Juli 1974. Belanda memimpin lebih dulu melalui penalti Johan Neeskens pada menit kedua.
Namun, Jerman Barat berhasil menyamakan kedudukan melalui Paul Breitner sebelum Gerd Müller mencetak gol kemenangan 2-1 menjelang turun minum. Hasil tersebut mengukuhkan Jerman Barat sebagai juara Piala Dunia untuk kedua kalinya.(DANI)
Baca juga: Jadwal Bola Desember 2025, Laga Seru Akhir Tahun
