Konten dari Pengguna

Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit untuk Inspirasi Ibadah Puasa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit. Unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit. Unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana

Bulan Ramadan merupakan momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di antara tradisi yang banyak dilakukan adalah penyampaian kultum Ramadhan singkat 5 menit.

Kultum adalah ceramah singkat yang padat hikmah dan relevan. Kultum juga bisa disampaikan dalam durasi sekitar 5 menit. Materi kultum biasanya diambil dari tema-tema yang dekat dengan realitas ibadah di bulan suci. Contohnya hikmah puasa, keutamaan Ramadan, dan motivasi memperbaiki diri.

Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit

Ilustrasi Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit. Unsplash.com/aboodi vesakaran

Berikut adalah beberapa kultum Ramadhan singkat 5 menit, yang dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan, Mutiara Nasihat Seribu Bulan, Abdur Rozaki, 2017.

1. Etika dan Sunnah-sunnah Puasa

Ada beberapa etika dan sunnah pada bulan Ramadan yang harus diperhatikan oleh Muslim yang akan dan sedang menjalankan puasa.

Ketika sudah melihat dan masuk bulan Ramadan, dianjurkan untuk berdo’a sebagaimana yang pernah Rasul lakukan. Do’a tersebut adalah “Ya Allah, tampakkanlah kepadaku, rasa aman dan iman, keselamatan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Bulan yang memberi tanda dan kebaikan” (HR. Turmudzi).

Sebaiknya, memasuki Ramadan dengan niat puasa hanya karena Allah dan berangkat dari kesadaran terdalam. Membuka awal setiap waktu dengan lembaran baru disertai tekad yang kuat untuk selalu menambah amal baik.

Bagi Muslim, sebaiknya selalu menghindari sifat-sifat yang jelek dan rendah. Kemudian menghiasi diri dengan sikap-sikap lembut, tenang dan sakinah, menjauhi perkataan kotor, meninggalkan suara keras, dan menjerit

Saat berpuasa, apabila disakiti oleh orang lain, maka berusahalah membalasnya dengan yang baik. Kemudian selalu mengingatkan diri sendiri untuk selalu membantu orang-orang yang kurang mampu semampunya atau memberi buka puasa terhadap orang-orang yang berbuka.

Saat berbuka, maka segeralah berbuka dengan kurma, bila sudah yakin waktunya sebelum melakukan salat Maghrib. Kalau kurma tidak ada, maka dengan air. Ketika akan berbuka, jangan lupa membaca do’a baik untuk diri sendiri maupun untuk kaum Muslimin secara keseluruhan.

2. Tujuan dan Hikmah Puasa

Tujuan puasa telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu meraih taqwa. Orang yang berpuasa adalah indikator bahwa ia sudah bertaqwa, namun ia akan lebih bertaqwa, setelah menjalankan puasa.

Karena itu, puasa adalah sarana atau sebagai implementasi dari rasa syukur kepada Allah dan menunjukkan rasa patuh atas seluruh perintah-Nya. Hal ini sebagaimana ditegaskan pada akhir ayat surah Al-Baqarah:185 … supaya kamu bersyukur.

Puasa juga dapat membantu melatih diri dalam mengendalikan nafsu syahwat, baik syahwat perut, seksual dan lainnya. Dengan berpuasa, Muslim dapat menahan diri dari melakukan berbagai maksiat atau pelanggaran karena dorongan nafsu.

Menjalankan ibadah puasa dapat membuat seseorang merasakan penderitaan orang miskin, sehingga menyadarkannya untuk membantu mereka.

Puasa juga dapat melatih kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan memperkuat tekad untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaan (tidak menunda pekerjaan).

Kemudian, puasa juga dapat menyehatkan diri. Pada sisi inilah mengapa puasa itu sangat penting. Karena tidak ada orang yang ingin sakit.

3. Hal yang Dibolehkan pada Malam Bulan Puasa

Pada ayat 187 surat Al-Baqarah, dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan puasa. Sebagaimana dijelaskan bahwa waktu puasa adalah sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Sepanjang waktu tersebut, siapapun yang berpuasa dilarang melakukan hal-hal yang semula halal dan boleh menurut agama, seperti makan, minum dan berhubungan seks dengan istri yang sah, kecuali orang yang mendapat dispensasi. Di luar waktu tersebut, maka dibolehkan kembali.

Al-Baqarah ayat 187 itu turun sebagai jawaban atas praktik sebagian sahabat yang tidak mendekati, apalagi berhubungan seks pada malam bulan Ramadan (Asbabun Nuzul: 56-58). Praktik tersebut dinyatakan tidak benar. Artinya, hal-hal yang semula halal dan boleh dilakukan sebelum puasa, boleh dilakukan pada malam harinya.

Beberapa contoh materi kultum Ramadhan singkat 5 menit di atas bisa menjadi inspirasi utama dalam memperkaya ibadah puasa dan memberikan pengaruh positif bagi jamaah. Sehingga, siapapun dapat menyiapkan kultum yang bermakna dengan mudah selama bulan suci Ramadan. (Aya)

Baca juga: 3 Ringkasan Ceramah Tarawih yang Penuh Makna