Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 166 Kurikulum Merdeka

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka. Unsplash.com/Nguyen Dang Hoang Nhu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka. Unsplash.com/Nguyen Dang Hoang Nhu

Pembahasan seputar kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka menjadi solusi bagi siswa untuk memahami materi dengan mandiri. Halaman ini membahas tentang analisis puisi, yaitu terkait jenis citraan dan efek yang ditimbulkan bagi pembaca.

Materi analisis puisi penting karena dapat membantu siswa mengasah kemampuan berpikir kritis dan memperdalam apresiasi terhadap karya sastra. Dengan memahami jawaban yang benar, siswa dapat menangkap makna yang terkandung dalam setiap bait puisi.

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 166 Kurikulum Merdeka untuk Belajar Mandiri

Ilustrasi kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka. Unsplash.com/Nguyen Dang Hoang Nhu

Berikut adalah pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka untuk memberikan panduan yang mudah dipahami siswa, dikutip dari buku Bahasa Indonesia Cerdas Cergas Kelas 10 untuk Siswa 2021, 3.

1. Kebun Hujan

Subuh hari kulihat bunga-bunga hujan dan daun-daun hujan/

berguguran di kebun hujan, bertaburan jadi sampah hujan.

(Joko Pinurbo, Antologi Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung, 2007)

Jawaban:

Jenis citraan: Citraan penglihatan (visual)

Efek bagi pembaca: Pembaca seolah-olah dapat melihat suasana kebun yang dipenuhi “bunga-bunga hujan” dan daun yang berguguran, sehingga menghadirkan gambaran pagi yang basah, puitis, dan sedikit melankolis.

2. Asmarandana

Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa/

hujan dari daun,

karena angin pada kemuning. Ia dengar resah kuda/

serta langkah

(Goenawan Muhammad, Antologi Asmaradana, 1992)

Jawaban:

Jenis citraan: Citraan pendengaran (auditif)

Efek bagi pembaca: Pembaca seperti mendengar berbagai bunyi, seperti kepak sayap kelelawar, suara hujan, dan langkah kuda, sehingga menciptakan suasana yang hidup, agak sunyi, dan penuh nuansa perasaan.

3. Pemandangan Senjakala

Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua,

Bau mesiu di udara, bau mayat. Bau kotoran kuda

(W.S. Rendra, Antologi Blues untuk Bonnie, 2008)

Jawaban:

Jenis citraan: Citraan penciuman (olfaktif)

Efek bagi pembaca: Pembaca seolah-olah mencium bau mesiu, bau mayat, dan kotoran kuda, yang menimbulkan kesan tidak nyaman, mencekam, dan menggambarkan suasana kelam atau peperangan.

4. Di Sisimu

Dekaplah aku meski bukan/

untuk yang terakhir kali. Angin terasa dingin/di batin.

(Soni Farid Maulana, Antologi Angsana, 2007)

Jawaban:

Jenis citraan: Citraan perabaan (taktil)

Efek bagi pembaca: Pembaca dapat merasakan sensasi dingin yang menyentuh batin, sehingga menghadirkan suasana sedih, sepi, dan emosional.

5. Diponegoro

Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

(Chairil Anwar, Antologi Aku Ini Binatang Jalang, 1993)

Jawaban:

Jenis citraan: Citraan gerak (kinestetik)

Efek bagi pembaca: Pembaca seolah-olah melihat dan merasakan gerakan maju, serbu, serang, dan terjang, sehingga membangkitkan semangat, energi, dan suasana perjuangan yang penuh keberanian.

Demikian pembahasan seputar kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 166 Kurikulum Merdeka yang bisa digunakan untuk referensi belajar. Dengan memahami jenis-jenis citraan dan efeknya, kedepannya siswa dapat lebih peka dalam menganalisis karya sastra, khususnya puisi. (Aya)

Baca juga: Kunci Jawaban Implementasi KBC dalam Pembelajaran Berdasarkan KMA 1503