Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket 1 untuk Para Guru

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 11 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar) merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk memotret kualitas lingkungan belajar. Kunci jawaban Sulingjar 2026 paket 1 bisa dijadikan referensi bagi guru.
Guru menjadi salah satu responden yang diminta memberikan jawaban sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Oleh karena itu, banyak pendidik mencari referensi mengenai Sulingjar, termasuk contoh jawaban Paket 1.
Pembahasan Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket 1
Sulingjar diisi oleh guru dan kepala sekolah melalui platform yang telah disediakan. Inilah kunci jawaban Sulingjar 2026 paket 1 untuk para guru berdasarkan tayangan Youtube Referensi Jawaban Sulingjar 2026 Paket 1, 2, 3, 4 Untuk Guru dari channel Pak Guru Wali.
Bisa ya/Tidak sesuai apakah guru mempunyai kontrak kerja di luar sekolah atau tidak.
Internet dari HP, WiFi (Bisa disesuaikan dengan layanan internet yang digunakan guru)
KKG/MGMP/Forum Tutor Pendidikan (Bisa disesuaikan dengan organisasi yang diikuti oleh guru)
Anggota, Ketua, bendahara, dll (Bisa disesuaikan dengan oeranan guru dalam organisasi yang diikuti)
(Diisi dengan waktu berapa lama menjadi guru di satuan pendidikan)
Ya/Tidak (Disesuaikan dengan apakah memiliki siswa berkebutuhan khusus)
Saya memulai pembelajaran jika semua murid sudah siap belajar dan melihat ke dalam kelas: Selalu
Saya mengizinkan murid berjalan-jalan di kelas hanya jika sesuai aturan yang telah disepakati bersama: Selalu
Saya menyepakati aturan bagi murid untuk ke toilet, bertanya, serta menyampaikan pendapat: Selalu
Saya memberikan kesempatan murid bertukar tempat duduk secara teratur: Selalu
Saya melakukan pengaturan tempat duduk murid sesuai metode pembelajaran yang digunakan: Selalu
Interaksi positif antara guru dan murid: Sangat Setuju
Penggunaan teknologi pendidikan yang tepat: Sangat Setuju
Desain ruang kelas yang sesuai kebutuhan pembelajaran: Sangat Setuju
Saya menganggap murid berkewajiban belajar sehingga tidak perlu ada penghargaan atau pujian: Tidak Pernah
Saya memberikan poin, bintang, atau pin kepada murid yang memperoleh nilai di atas KKM: Selalu
Saya memberikan pujian dan hadiah kepada kelompok murid yang bekerja cepat sesuai instruksi: Selalu
Saya mengapresiasi murid yang datang dan duduk rapi sebelum saya memasuki kelas: Selalu
Saya membebaskan murid makan dan minum saat pembelajaran berlangsung: Tidak Pernah
Saya menegur murid yang beberapa kali tidak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah: Selalu
Memberikan dukungan positif dan penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan lebih efektif dalam membentuk perilaku murid: Sangat Setuju
Mengajak murid berpartisipasi dalam penyusunan aturan kelas beserta konsekuensinya dapat membentuk disiplin secara positif: Sangat Setuju
Umpan balik penilaian sikap semestinya berbentuk angka agar lebih mudah dipahami murid: Salah
Aspek keterampilan dan sikap murid dapat berkembang berbeda dari aspek pengetahuan sehingga perlu dinilai secara terpisah: Benar
Intuisi guru berpengalaman dapat digunakan untuk menilai perkembangan murid tanpa asesmen yang kompleks: Salah
Kesenjangan antara capaian pengetahuan dan sikap murid menjadi informasi penting dalam merancang pembelajaran: Benar
Asesmen keterampilan menggunakan instrumen yang berbeda dengan asesmen pengetahuan: Benar
Hasil asesmen pengetahuan, keterampilan, dan sikap digunakan secara bersamaan hanya untuk pengambilan keputusan terhadap murid tertentu: Benar
Perkembangan murid cukup dilihat dari hasil tes pengetahuan karena datanya lebih mudah diolah: Salah
Hasil asesmen keterampilan yang baik dapat langsung menyimpulkan capaian sikap murid: Salah
Saya memanfaatkan literatur terkini untuk meningkatkan penguasaan materi: Selalu
Saya mengembangkan modul pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam murid: Selalu
Saya aktif mengikuti workshop yang diselenggarakan MGMP: Selalu Saya mengikuti webinar yang relevan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi: Selalu
Saya meminta bantuan rekan guru untuk menilai cara mengajar saya. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya akan meniru strategi pembelajaran rekan guru yang menurut saya lebih efektif. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya merasa dukungan dari sekolah membantu saya tetap nyaman mengajar meskipun berada dalam situasi tersebut. Jawaban: Sangat Sesuai
Situasi murid yang tidak antusias di kelas membuat saya merasa kurang nyaman berada di sekolah. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya merasa tetap dilibatkan oleh rekan guru walaupun terdapat perbedaan cara dalam menyelesaikan pekerjaan. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya merasa didukung oleh kepala sekolah dan rekan guru meskipun terdapat perbedaan pendapat. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya tetap merasa diterima sebagai guru meskipun terdapat perbedaan pandangan dengan orang tua murid terkait perkembangan anaknya. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya merasa pendapat saya kurang dihargai oleh orang tua maupun pihak sekolah sehingga merasa kurang nyaman sebagai bagian dari sekolah. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya tidak tenang ketika meninggalkan sekolah dalam waktu yang lama. Jawaban: Selalu
Saya merasa nyaman berada di sekolah meskipun banyak masalah. Jawaban: Selalu
Pembagian peran dalam team teaching membuat saya semakin antusias mengajar. Jawaban: Selalu
Saya merasa bersemangat saat mengajar bersama rekan guru. Jawaban: Selalu
Berdialog dengan murid terkait materi pembelajaran membuat semangat saya semakin meningkat. Jawaban: Selalu
Perasaan saya cenderung sama saja meskipun murid memperhatikan materi dengan sungguh-sungguh. Jawaban: Selalu
Saya merasa masukan dari orang tua membantu saya tetap menikmati proses mengajar di kelas. Jawaban: Sangat
Sesuai Saya merasa kurang bersemangat setelah menerima banyak masukan dari orang tua. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Bosan dengan suasana di kelas. Jawaban: Tidak Pernah
Antusias membuat media pembelajaran. Jawaban: Sangat Sering
Kurangnya pengendalian diri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan murid mencoba menyalahgunakan narkoba. Jawaban: Benar
Penyalahgunaan narkoba jenis tertentu dalam jumlah sedikit masih tergolong aman bagi murid. Jawaban: Salah
Narkoba tidak hanya berasal dari zat alami, tetapi juga mencakup zat sintetis yang dapat merusak sistem saraf. Jawaban: Benar
Perubahan drastis pada pola tidur dan kondisi emosional merupakan salah satu dampak penggunaan zat adiktif. Jawaban: Benar
Pencegahan narkoba di sekolah sebaiknya hanya berfokus pada pemberian informasi, bukan pendekatan perilaku. Jawaban: Salah
Perubahan perilaku seperti sering berbohong, menghindari kontak mata, dan bolos sekolah dapat menjadi indikasi penyalahgunaan narkoba. Jawaban: Benar
Menurut saya, murid yang menyalahgunakan narkoba harus dikeluarkan dari sekolah. Jawaban: Tidak
Sosialisasi pencegahan narkoba tetap diperlukan meskipun belum ada kasus penyalahgunaan narkoba di sekolah. Jawaban: Ya
Saya mampu menjalankan prosedur pelaporan dan penanganan kasus narkoba sesuai aturan yang berlaku di sekolah. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya memilih menyerahkan seluruh penanganan kasus narkoba kepada pihak lain karena merasa hal tersebut di luar kewenangan saya. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya siap menghadapi murid yang sedang dalam kondisi emosional tidak stabil akibat pengaruh narkoba dengan tetap bersikap tenang. Jawaban: Sangat Setuju
Saya mampu menyusun strategi pencegahan penggunaan narkoba yang relevan dengan karakteristik dan tren pergaulan murid saat ini. Jawaban: Sangat Setuju
Saya tidak yakin memiliki kemampuan untuk mendampingi murid yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya mampu memberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba secara jelas dan mudah dipahami oleh murid. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya dapat menjaga kerahasiaan identitas murid yang melaporkan adanya peredaran narkoba agar mereka tetap merasa aman. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya mampu membangun komunikasi yang baik dengan orang tua terkait pencegahan narkoba pada murid. Jawaban: Sangat Sesuai
Saat rapat penentuan ketua panitia kegiatan sekolah, sebagian besar guru mendukung guru laki-laki menjadi ketua karena dianggap lebih tegas. Padahal, terdapat guru perempuan yang memiliki pengalaman dan kinerja baik pada kegiatan sebelumnya. Apa yang Anda lakukan? Jawaban: Saya menegaskan bahwa penentuan ketua panitia sebaiknya didasarkan pada kemampuan dan pengalaman, bukan jenis kelamin.
Dalam persiapan pentas seni sekolah, guru laki-laki selalu diminta menangani perlengkapan panggung dan sound system, sedangkan guru perempuan mengurus konsumsi serta dekorasi. Apa yang Anda lakukan? Jawaban: Saya mengusulkan pembagian tugas berdasarkan minat dan kemampuan, bukan berdasarkan jenis kelamin.
Saya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh murid laki-laki maupun perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelas. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya menganggap wajar jika murid perempuan lebih diarahkan pada peran yang bersifat domestik. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Saya merasa kepemimpinan di kelas lebih cocok dipegang oleh murid laki-laki. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Pekerjaan yang memerlukan kerapian, ketelitian, dan kebersihan lebih baik dilakukan perempuan daripada laki-laki. Jawaban: Sangat Tidak Setuju
Ketika murid laki-laki dan perempuan sama-sama mengangkat tangan untuk bertanya, guru sebaiknya lebih dahulu memberi kesempatan kepada murid perempuan. Jawaban: Sangat Tidak Setuju
Guru laki-laki memiliki kebebasan yang lebih tinggi dibandingkan guru perempuan. Jawaban: Sangat Tidak Setuju
Saya memberi waktu kepada murid untuk beribadah terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembelajaran meskipun murid tersebut terlambat masuk kelas. Jawaban: Sangat Setuju
Saya menyusun kelompok belajar yang terdiri atas murid dari berbagai latar belakang agama. Jawaban: Sangat Setuju
Saya kurang mentoleransi murid yang tidak masuk kelas karena memenuhi kewajiban agama tertentu. Jawaban: Sangat Tidak Setuju
Saya menghargai murid dari agama tertentu yang turut menjaga keamanan tempat ibadah agama lain. Jawaban: Sangat Setuju
Dalam rapat persiapan kegiatan sekolah, usulan seorang guru yang berasal dari agama minoritas kurang diperhatikan. Apa yang Anda lakukan? Jawaban: Saya mengajak tim untuk menghargai pendapat rekan yang berasal dari agama minoritas tersebut.
Saat sekolah menyusun jadwal latihan untuk persiapan acara besar, beberapa murid dan guru menyampaikan bahwa jadwal tersebut bertepatan dengan waktu ibadah mereka. Apa yang Anda lakukan? Jawaban: Saya mengajak panitia mempertimbangkan penyesuaian jadwal agar kegiatan sekolah tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan ibadah warga sekolah.
Setiap guru dilarang mengenakan atribut atau simbol keagamaan selama berada di sekolah. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Tidak ada konflik antarguru yang disebabkan oleh perbedaan agama. Jawaban: Sangat Sesuai
Saya melakukan identifikasi secara mendalam terhadap kebutuhan murid penyandang disabilitas. Jawaban: Selalu
Saya menerapkan metode pembelajaran yang berbeda untuk murid disabilitas hanya jika ada guru lain yang bersedia membantu karena dinilai terlalu kompleks. Jawaban: Tidak Pernah
Saya merancang pembelajaran dengan memperhatikan prinsip inklusivitas bagi seluruh murid. Jawaban: Selalu
Saya memberikan perhatian lebih kepada murid disabilitas ketika mereka menunjukkan perilaku yang kurang kooperatif. Jawaban: Selalu
Saya merasa kesulitan menyesuaikan materi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan murid disabilitas. Jawaban: Setuju
Saya merasa nyaman berinteraksi dengan murid disabilitas karena memiliki pemahaman yang memadai mengenai kondisi mereka. Jawaban: Sangat Setuju
Saya menggunakan berbagai metode pembelajaran agar dapat membantu murid berkebutuhan khusus memahami materi. Jawaban: Selalu
Saya memberikan jeda setelah menjelaskan materi untuk memastikan murid berkebutuhan khusus telah memahaminya. Jawaban: Selalu
Masukan dari orang tua mengenai kegiatan pada semester sebelumnya menjadi pertimbangan sekolah dalam menyusun program berikutnya. Jawaban: Sangat Sesuai
Pada awal tahun pelajaran, sekolah mengundang orang tua untuk membahas rencana kegiatan sekolah. Jawaban: Sangat Sesuai
Sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk terlibat sebagai panitia kegiatan sekolah. Jawaban: Sangat Sesuai
Sekolah mendorong orang tua berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Jawaban: Sangat Sesuai
Sekolah memfasilitasi forum pertemuan antara orang tua dan sekolah untuk membahas perilaku murid. Jawaban: Sangat Sesuai
Evaluasi kegiatan sekolah cukup dilakukan oleh guru yang terlibat bersama kepala sekolah. Jawaban: Sangat Tidak Sesuai
Mengajak orang tua atau wali murid untuk merencanakan kegiatan akademik sekolah. Jawaban: Sangat Sering
Melibatkan orang tua atau wali murid dalam merencanakan kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik. Jawaban: Sangat Sering
Saya merancang pembelajaran yang membantu murid memahami materi secara mendalam. Jawaban: Selalu
Saya mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Jawaban: Selalu
Saya merancang kegiatan refleksi untuk menilai proses dan hasil belajar murid di akhir pembelajaran. Jawaban: Selalu
Saya menggunakan berbagai model pembelajaran yang mengakomodasi keragaman karakteristik murid. Jawaban: Selalu
Saya memberikan bantuan belajar sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan belajar murid. Jawaban: Selalu
Dampak bencana di sekolah dapat menyebabkan murid putus sekolah, trauma psikologis berkepanjangan, serta hilangnya dokumen penting sekolah sehingga dampaknya tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga administratif dan psikologis. Jawaban: Sangat Setuju
Kerusuhan antarwarga dan tawuran termasuk bencana nonalam karena keduanya tidak melibatkan fenomena alam seperti gempa bumi atau banjir. Jawaban: Tidak Setuju
Perundungan (bullying) di sekolah dapat dikategorikan sebagai bencana sosial karena merupakan tindakan kekerasan yang dilakukan manusia dan berdampak pada keselamatan serta kesejahteraan korban. Jawaban: Sangat Setuju
Risiko bencana sudah cukup dikurangi dengan membangun gedung sekolah yang kuat sehingga penyuluhan dan simulasi evakuasi rutin tidak terlalu diperlukan apabila kondisi fisik bangunan sudah baik. Jawaban: Tidak Setuju
Dampak bencana dirasakan sama oleh semua murid tanpa terkecuali sehingga guru tidak perlu memberikan perhatian khusus kepada kelompok tertentu, seperti murid berkebutuhan khusus atau murid perempuan saat evakuasi. Jawaban: Tidak Setuju
Gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus termasuk bencana alam, meskipun dampaknya dapat jauh lebih besar di daerah dengan bangunan yang tidak layak dan penduduk yang padat. Jawaban: Sangat Setuju
Perubahan iklim merupakan hasil penelitian sehingga belum perlu direspons saat ini. Jawaban: Tidak Setuju
Saya percaya perubahan iklim sedang terjadi, tetapi pengajaran di sekolah tidak memberikan banyak pengaruh dalam mengurangi dampaknya. Jawaban: Tidak Setuju
Saya kesulitan membedakan strategi mitigasi dan strategi adaptasi perubahan iklim. Jawaban: Tidak Setuju
Apa peran alami lahan gambut dalam sistem iklim global? Jawaban: Penyimpan karbon jangka panjang
Mengapa penghematan energi listrik berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim? Jawaban: Menurunkan konsumsi bahan bakar fosil
Mengapa pengurangan sampah makanan penting dalam konteks perubahan iklim? Jawaban: Sampah makanan menghasilkan gas metana.
Kunci jawaban Sulingjar 2026 paket 1 sebaiknya dijadikan sebagai bahan memahami konteks pertanyaan. Jawaban yang diisi tetap harus mencerminkan kondisi sebenarnya di lingkungan sekolah masing-masing. (Fia)
Baca juga: Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket 4 dan Tujuan Pelaksanaan Sulingjar
