Lirik Hymne Hari Ibu dan Makna di Baliknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang peringatan Hari Ibu pada 22 Desember, pencarian terhadap lirik Hymne Hari Ibu beserta makna lagu ini meningkat di berbagai kalangan masyarakat maupun instansi yang menyiapkan acara peringatan secara sederhana.
Lagu Hymne Hari Ibu memiliki nilai historis dan emosional yang kuat, sehingga kerap dinyanyikan sebagai bentuk penghormatan atas peran ibu dalam keluarga dan bangsa. Lantas, seperti apa lirik lengkap Hymne Hari Ibu dan apa makna di balik lagu tersebut?
Lirik Hymne Hari Ibu dan Makna di Baliknya
Berikut lirik Hymne Hari Ibu dan makna yang terkandung di balik lagu tersebut, mengutip dari situs https://rri.co.id:
Hymne Hari Ibu
Sekuntum melati lambang kasih nan suci
Ibu Indonesia pembina tunas bangsa
Berkorban, sadar cita tercapai dengan giat bekerja
Merdeka laksanakan bhakti pada Ibu Pertiwi
Wanita Indonesia sebagai ibu bangsa
Insan pembangunan mitra sejajar pria
Merdeka melaksanakan dharma tuk mencapai cita-cita
Indonesia nan jaya adil makmur merata
Lirik Hymne Hari Ibu karya Nortier Simanungkalit ini, menonjolkan kelembutan dan kasih sayang seorang ibu yang digambarkan melalui simbol bunga melati, sekaligus perannya sebagai pembina generasi bangsa.
Lagu ini mengangkat nilai pengabdian ibu dalam keluarga dan masyarakat, serta semangat kolektif kaum perempuan dalam membangun Indonesia yang merdeka dan makmur.
Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap 22 Desember sebagai bentuk penghargaan terhadap peran dan perjuangan perempuan dalam membangun bangsa.
Peringatan ini memiliki akar sejarah yang kuat, berawal dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928, yang hanya berselang beberapa pekan setelah peristiwa Sumpah Pemuda.
Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari Jawa dan Sumatera dengan tujuan menyatukan gagasan serta cita-cita pergerakan nasional di kalangan perempuan.
Berangkat dari semangat kebangsaan yang tumbuh pasca-Kongres Pemuda II, para peserta kemudian membentuk Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) sebagai wadah persatuan dan perjuangan bersama.
Momentum bersejarah itu kembali ditegaskan pada Kongres Perempuan Indonesia III yang berlangsung di Bandung pada 1938. Dalam forum tersebut, tanggal 22 Desember secara resmi ditetapkan sebagai Hari Ibu.
Penetapan ini kemudian dikukuhkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan Hari Ibu sebagai hari nasional sekaligus menegaskan peran perempuan sebagai ibu bangsa.
Dengan demikian, Hymne Hari Ibu tidak hanya berfungsi sebagai lagu peringatan, tetapi juga merefleksikan sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia.
Nilai pengabdian, persatuan, dan semangat kebangsaan yang tercermin dalam liriknya sejalan dengan lahirnya Hari Ibu yang berakar dari Kongres Perempuan Indonesia.
Melalui peringatan setiap 22 Desember, makna historis tersebut terus dihidupkan sebagai pengingat akan peran perempuan, khususnya ibu, dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. (Fikah)
Baca juga: Mars Hari Ibu (Kita Putri Indonesia): Lirik dan Maknanya
