Majas Antonomasia: Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas merupakan gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang digunakan dalam suatu karangan. Majas terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya majas antonomasia. Majas ini termasuk ke dalam golongan majas perbandingan.
Dikutip dari buku Big Pelajaran SMA oleh Tim Tentor Indonesia, pengertian majas perbandingan sendiri adalah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk mengingatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.
Agar semakin paham mengenai majas antonomasia dalam majas perbandingan, simak penjelasan selengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.
Pengertian Majas Antonomasia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antonomasia adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada jenis majas. Sementara menurut Keraf dalam buku Diksi dan Gaya Bahasa, antonomasia adalah sebuah bentuk khusus dari metonimia yang berwujud penggunaan sebuah epitet atau julukan, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri.
Dr. Muhsyanur juga menjelaskan dalam buku Linguistik Historis Komporatif: Suatu Pengantar Awal, antonomasia adalah jenis majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut.
Dengan kata lain, majas antonomasia merupakan penyebutan terhadap sesuatu berdasarkan ciri khusus yang dimilikinya. Misalnya, Kota Yogyakarta disebut sebagai "Kota Gudeg" yang merupakan julukannya karena kota ini merupakan asal dari makanan gudeg.
Ciri Majas Antonomasia
Adapun ciri-ciri dari majas antonomasia, seperti ditulis dalam buku Menulis Kreatif: Panduan Penulisan Ilmiah oleh Fajar Djunaedi, yakni:
Menjadikan kata sifat sebagai pengganti nama asli seseorang.
Memakai kata sifat sebagai pengganti nama asli dari suatu benda tertentu.
Menggunakan karakteristik atau ciri khusus yang melekat atau paling menonjol pada diri seseorang atau sesuatu untuk menggantikan nama aslinya.
Fungsi Majas Antonomasia
Berikut adalah beberapa fungsi dari majas antonomasia, sebagaimana dihimpun dari buku Menyelami Keindahan Sastra Indonesia karya Lianawati W.S:
Berfungsi untuk menyebutkan sesuatu tidak dengan nama aslinya, tetapi menggunakan kata sifat.
Agar lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.
Sebagai label atau ciri khas dari seseorang atau benda tertentu.
Dipakai untuk menghindari kesan monoton pada kalimat yang ingin disampaikan.
Majas antonomasia bisa juga dijadikan sebagai wujud sanjungan dan pujian kepada seseorang atau sesuatu. Misalnya pada memuji kucing peliharaan seseorang dengan sebutan si lucu.
Contoh Majas Antonomasia
Merujuk buku Panduan Terlengkap PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) oleh Munnal Hani'ah dan Menyelami Keindahan Sastra Indonesia oleh Lianawati W.S, berikut adalah kumpulan contoh majas antonomasia:
Si miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di negeri antah berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa.
Kalau mereka berulah, si gemuk akan menghadapi mereka.
Si rajin sedang membaca buku di perpustakaan.
Si pintar mampu mengerjakan soal matematika yang sulit itu.
Si jangkung sanggup mengambil buah mangga itu tanpa memanjat pohon.
Si centil tidak disukai teman-temannya.
Lionel Messi dikenal sebagai pesepakbola dengan keterampilan individu di atas rata-rata. Walaupun postur tubuhnya tidak tinggi, si mungil ini sering menyulitkan para pemain lawan.
Yang Dipertuan Agung Malaysia turut menghadiri pertemuan negara-negara anggota ASEAN.
Dia sangat senang karena akhirnya bisa menonton konser salah satu Raja Langit Hong Kong.
Desa yang tadinya terpencil menjadi maju berkat jasa-jasa Bapak Pembangunan.
Tanyakan saja pada Si Keriting perihal detailnya.
Negeri Matahari Terbit berhasil menjaga kondisi ekonominya, walau sedang dalam keadaan pandemi.
Sudah lama kami tidak berkunjung ke Kota Pelajar untuk menikmati kekayaan budayanya.
Mengenai penggantian lampu di kelas, kita serahkan saja pada Si Jangkung.
Perjalanan kita berakhir di Kota Pahlawan, kota yang pernah menjadi salah satu pusat perjuangan kemerdekaan.
Si kaki panjang itu mampu menjadi pemenang dalam arena atletik kemarin.
Bocah bongsor itu terpilih menjadi finalis dalam ajang bayi sehat nusantara.
Kemana saja si pemalas itu? Dari tadi belum terlihat juga batang hidungnya.
Kita tidak bisa mengandalkan si lamban itu dalam bekerja.
Kapan kau mengajakku bertemu dengan si konglomerat itu?
Si tua renta itu hidup sebatangkara selama berpuluh-tahun di desa kami.
Aku takkan mau mengajak si cupu itu bergabung dalam anggotaku.
Si miskin itu akhirnya menjadi kaya raya semenjak anaknya bekerja di luar negeri dan menetap di sana.
Kau jangan menjalin hubungan dengan si gelap mata itu. Nanti hidupmu akan sengsara dibuatnya.
Mana mungkin si pendek itu bisa lolos dalam pemilihan gadis sampul?
Katakan kepada si gempal itu. Tubuhnya yang padat berisi hanya menjadi beban bagi orangtuanya.
Setiap saat kerjanya hanya bersantai-santai. Sampai kapanpun si pelamun itu takkan sukses.
Kapan lagi kau berkesempatan berkenalan dengan si wajah ayu itu?
Sudah saatnya kau berbenah diri. Tubuhmu yang gemuk itu tak sedikitpun membuat orang melirikmu.
Pagi-pagi begini si gimbal sudah mampir di warung kami. Seperti biasa, dia mau berhutang lagi.
Kapan terakhir kali kau berjumpa dengan si tampan itu?
Aku tidak mau menjalin hubungan dengan si tamak itu.
Si penghasut itu akhirnya berhasil membuat pasangan suami istri tetangganya bercerai.
Apapun yang kau lakukan, akan selalu salah di mata di sombong itu.
Si bodoh itu telah membuat kami rugi berpuluh-puluh juta.
Si rakus itu tak akan pernah puas, meskipun segunung emas harta yang dimilikinya.
Aku sudah memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan si pemberi harapan palsu itu lagi.
Si bijak itu selalu membuatku tenang dan memberi jalan keluar setiap aku mempunyai masalah.
Kemarin wanita kaya itu mengundang puluhan anak yatim untuk acara syukuran di rumahnya.
Aku telah memutuskan hubungan dengan si buruk rupa itu karena dia hanya mengincar hartaku.
Dalam setiap kegundahanku, aku selalu merindukan moodbooster-ku
Dialah yang menjadi bintang di hidupku.
Si kerdil itu akhirnya dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya.
Kau harus mengatur strategi untuk berkenalan dengan si jutek itu karena dia terkenal susah untuk didekati.
Sebaiknya kau bertanya kepada si jenius itu untuk menyelesaikan PR matematikamu.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu majas antonomasia?

Apa itu majas antonomasia?
Antonomasia adalah sebuah bentuk khusus dari metonimia yang berwujud penggunaan sebuah epitet atau julukan, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri.
Apa ciri majas antonomasia?

Apa ciri majas antonomasia?
Menjadikan kata sifat sebagai pengganti nama asli seseorang, menggunakan kata sifat sebagai pengganti nama asli dari suatu benda tertentu, dan menggunakan karakteristik atau ciri khusus yang melekat atau paling menonjol pada diri seseorang atau sesuatu untuk menggantikan nama aslinya.
Apa fungsi majas antonomasia?

Apa fungsi majas antonomasia?
Untuk menyebutkan sesuatu tidak dengan nama aslinya, tetapi menggunakan kata sifat, agar lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar, dan sebagai label atau ciri khas dari seseorang atau benda tertentu.
