Konten dari Pengguna

Materi Kepramukaan Penggalang Lengkap dengan Sejarahnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Materi Kepramukaan. Foto: Unsplash/Andrea Sánchez.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Materi Kepramukaan. Foto: Unsplash/Andrea Sánchez.

Materi kepramukaan menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk diketahui. Mengingat sekarang pramuka telah diterapkan menjadi salah satu ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa mulai dari SD, SMP, maupun SMA.

Mengutip dari Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, Erliani. (2016), pramuka merupakan salah satu pembentuk karakter bangsa.

Hal ini karena pramuka berjiwa patriot, nasionalisme, cinta kepada Tuhan, sesama, dan alam, mengajarkan gotong royong, disiplin, mandiri, saling menolong, menghargai, dan peduli satu sama lain.

Terdapat empat tingkatan pramuka, yaitu pramuka siaga, pramuka penggalang, pramuka penegak, dan pramuka pandega. Seluruh materi pramuka tersebut wajib untuk dipahami ketika berada di tingkat tertentu agar memudahkan dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.

Daftar isi

Materi Kepramukaan Penggalang

Ilustrasi Materi Kepramukaan. Foto: Unsplash/Mochammad Hafidz.

Terdapat beberapa tingkatan dalam kepramukaan. Salah satunya adalah penggalang. Materi kepramukaan penggalang sangat penting untuk dipelajari ketika berada di tingkatan tersebut.

Setiap anggota Praja Muda Karana (Pramuka) dilantik dengan mengucapkan Satya Pramuka. Adanya kegiatan ini mampu menciptakan rasa cinta dan tanggung jawab atas dirinya, orang lain, maupun lingkungan.

Pramuka penggalang adalah anggota pramuka yang berusia 11-15 tahun, sehingga biasanya paling banyak di kalangan siswa/i SD kelas 5 hingga SMP kelas 9.

Setiap anggota penggalang akan dikelompokkan ke dalam satu kesatuan kecil yang disebut regu.

Setiap regu kemudian memiliki nama yang berbeda-beda satu sama lain. Meski begitu, setiap regu mempelajari materi yang sama. Inilah beberapa pembelajaran materi pramuka penggalang SD:

1. Sejarah Pramuka

Pada materi ini membahas tentang sejarah pramuka di dunia maupun di Indonesia. Biasanya, sejarah pramuka ini akan membahas tentang Bapak Pramuka dunia, yaitu Baden Powell dan awal mula masuknya kegiatan pramuka di Indonesia.

2. Jambore Pramuka

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah jambore merujuk pada pertemuan besar para pramuka. Jambore sering diperkenalkan dalam materi pramuka penggalang.

3. Visi, Misi, dan Strategi Gerakan Pramuka

Adanya pengenalan terkait visi, misi dan strategi gerakan pramuka ini dapat memudahkan seseorang anggota pramuka penggalang dalam memahami hal-hal terkait dasar kepramukaan.

4. Tujuan, Fungsi, Prinsip Dasar, dan Metode Kepramukaan

Materi ini juga membahas pendidikan kepramukaan seperti tujuan, fungsi, prinsip dasar, dan metode kepramukaan.

5. Lambang Gerakan Pramuka

Mengetahui lambang gerakan pramuka akan memudahkan seseorang untuk mengetahui tanda sebagai lambang dari gerakan pramuka itu sendiri.

6. Pengertian Pramuka, Kepramukaan, dan Gerakan Pramuka

Memahami istilah terkait dengan kegiatan pramuka sangat penting untuk diketahui agar memudahkan pemahaman anggota pramuka.

7. Kelompok Umur Pramuka

Ada berbagai golongan pramuka. Setiap golongan ada batasan umurnya sendiri-sendiri sehingga hal ini penting untuk dipahami.

8. Sifat dan Tugas Pokok Pramuka

Pramuka memiliki sifat dan tugas pokok sendiri. Memahami hal ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para anggota pramuka.

9. Pengertian, Macam, dan Penggunaan Salam Pramuka

Salam pramuka memiliki penggunaan khusus, yang bisa lewat pengertian, macam, dan penggunaan dari salam kepramukaan itu sendiri.

10. Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka

Materi ini mencakup pengertian, tujuan, maksud, fungsi, macam-macam, dan penggunaan tanda pengenal. Adanya tanda pengenal dipergunakan untuk memperkenalkan gerakan pramuka.

Sejarah Pramuka

Materi Kepramukaan. Foto: Unsplash/Husniati Salma.

Sejarah pramuka dunia berawalk ketika didirikan pada tanggal 25 Juli 1907 oleh Robert Baden Powell yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jenderal Militer Inggris dan sedang mengadakan perkemahan.

Sejak kecil, Robert Baden Powell ternyata sudah menaruh perhatian pada alam dan sangat gemar menjelajahi hutan yang ada di sekitar sekolah.

Ketika beliau bekerja sebagai seorang perwira militer dan ditugaskan ke berbagai peperangan, ia ditugaskan untuk memimpin kepanduan.

Usai perang, Robert Baden Powell mengelola Aids to Scouting untuk anggota muda dan mengadakan kegiatan perkemahan selama delapan hari di Pulau Brownsea, yang merupakan pulau terbesar di pelabuhan Poole, Dorset, Inggris.

Satu tahun usai perkemahan, beliau menulis buku yang berjudul “Scouting for Boys” yang menjelasakan prinsip dasar kepramukaan.

Tak hanya itu, beliau juga mendirikan gerakan kepanduan yang hanya untuk anak laki-laki, yakni Scouting for Boys. Buku panduan gerakan kepanduan ini kemudian disebarkan ke seluruh dunia dengan berbagai macam bahasa.

Pada tahun 1910, Powell memutuskan untuk pensiun dari ketentaraan dan mencurahkan seluruh waktunya untuk gerakan pramuka.

Pada tahun 1912, bersama adiknya, Agnes, Powell membentuk pramuka untuk perempuan yang disebut Girls Guides, yang kemudian dikenal dengan nama Girl Scouts.

Empat tahun kemudian, pada tahun 1916, didirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (Anak Serigala). Kegiatannya didasarkan pada buku yang berjudul “The Jungle Book”, karya Rudya Kipling.

Semakin berkembangnya kepanduan mendorong Robert Baden Powell untuk membentuk Rover Scout, yakni organisasi yang mewadahi pemuda dengan 17 tahun pada tahun 1918.

Pada tahun 1920, dilaksanakan Jambore Dunia pertama yang di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 negara untuk ikut dalam acara itu.

Saat itu pula, Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World). Dikutip dari scouts.org.uk, berikut adalah rentetan tahun kegiatan Jambore Dunia pernah dilakukan hingga saat ini:

  • Tahun 1920, Jambore I di Olympia Hall, London

  • Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark

  • Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris

  • Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria

  • Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda

  • Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis

  • Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria

  • Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris

  • Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina

  • Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani

  • Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat

  • Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang

  • Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia

  • Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran namun dibatalkan

  • Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada

  • Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia

  • Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan

  • Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda

  • Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan

  • Tahun 2003 Jambore XX di Thailand

  • Tahun 2007 Jambore XXI di Hylands Park Inggris

  • Tahun 2011 Jambore XXII di Rikaby, Swedia

  • Tahun 2015 Jambore XXIII di kirarahama, Jepang

  • Tahun 2019 Jambore XXIV di West Virginia, Amerika Serikat

  • Tahun 2023 Jambore XXV di di Saemangeum, Korea Selatan

Tak lama setelah itu, dibentuklah WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia).

Pada tahun 1968, kantor sekretariatnya pindah ke Jenewa, Swiss. Sebelumnya kantor sekretariat itu berada di Kota London, Inggris dan pada tahun 1958 pindah ke Ottawa, Kanada.

Mengutip scouting.org, biro kepramukaan sedunia mempunyai 6 kantor kawasan, di antaranya:

  • Kawasan Afrika, kantornya berada di Nairobi, Kenya.

  • Kawasan Arab, kantornya berada di Kairo, Mesir.

  • Kawasan Asia Pasifik, kantornya berada di Manila, Filipina.

  • Kawasan Eurasia, kantornya berada di Kiev, Ukraina.

  • Kawasan Eropa, kantornya berada di Jenewa, Swiss.

  • Kawasan Inter-Amerika kantornya berada di Panama.

Di Indonesia sendiri, pramuka diawali kemunculan kepanduan Belanda yang bernama NPO (Netherlandesche Padvinders Organisatie) pada tahun tahun 1912.

Pada tahun 1916, NPO berubah nama menjadi NIPV atau Netherland Indische Padvinders Vereeniging (Persatuan Pandu Hindia Belanda).

Masih dalam tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk organisasi kepanduan pertama di Indonesia dengan nama JPO (Javaansche Padvinder Organisatie).

Kelahiran JPO memicu pergerakan nasional untuk membuat organisasi kepanduan lainnya yang akhirnya dilarang oleh Belanda.

Meski begitu, para tokoh pejuang Indonesia tetap menemukan jalan dan membuat kepanduan semakin berkembang. Pada tahun 1938 dibentuklah sebuah forum untuk semua kepanduan, yaitu BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Lalu pada tanggal 14 Agustus 1961, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961, Panji Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Presiden Soekarno.

Sejak saat itulah, tanggal 14 Agustus 1961 ditetapkan sebagai Hari Lahir Gerakan Pramuka yang merupakan simbol persatuan kepanduan Indonesia.

Demikian adalah ulasan mengenai materi kepramukaan penggalang dan sejarah pramuka yang perlu diketahui para pelajar. (Nisa)

Baca juga: Conditional Sentence dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Tipe, dan Comtohnya