Konten dari Pengguna

May Day 2026 di Monas, Ribuan Buruh Siap Turun ke Jalan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi may day 2026 di monas. Unsplash/Karollyne Videira Hubert
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi may day 2026 di monas. Unsplash/Karollyne Videira Hubert

May Day 2026 di Monas menjadi salah satu momentum besar dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang aksi, tetapi juga simbol solidaritas buruh dalam memperjuangkan hak-hak yang lebih baik.

Ribuan hingga ratusan ribu buruh dari berbagai daerah diperkirakan akan berkumpul di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk menyuarakan aspirasi serta memperingati perjuangan panjang kaum pekerja.

May Day 2026 di Monas, Peringatan Hari Buruh Indonesia

ilustrasi may day 2026 di monas. Unsplash/Xiao jinshi

May Day 2026 di Monas diperkirakan akan dihadiri sekitar 200 ribu buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja. Jumlah tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas buruh dalam menyuarakan aspirasi secara kolektif.

Informasi ini disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang menyebutkan bahwa massa akan datang dari berbagai wilayah untuk memusatkan aksi di Jakarta.

Selain itu, berdasarkan informasi dari artikel yang diterbitkan kumparan.com, peringatan ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan yang berlangsung di Monas tidak hanya berupa aksi demonstrasi, tetapi juga diisi dengan orasi, penyampaian tuntutan, serta kegiatan yang mencerminkan semangat perjuangan buruh.

Kehadiran tokoh penting dalam acara ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan menjadi perhatian di tingkat nasional.

Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei memiliki sejarah panjang yang berakar dari perjuangan pekerja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Peristiwa ini bermula dari tuntutan pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari yang kemudian berkembang menjadi gerakan global.

Peringatan ini kini menjadi simbol perjuangan hak pekerja, termasuk upah layak, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang manusiawi.

May day 2026 merupakan bentuk nyata dari solidaritas pekerja dalam menyuarakan aspirasi. Aksi ini membawa berbagai tuntutan yang selama ini menjadi perhatian, seperti peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta kepastian hukum dalam hubungan industrial.

Selain itu, partisipasi tidak hanya berasal dari pekerja formal, tetapi juga melibatkan sektor informal seperti pengemudi ojek online. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh semakin inklusif dan mencerminkan kondisi dunia kerja yang beragam.

Selain di Jakarta, peringatan May Day juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dengan skala yang beragam. Namun, Monas tetap menjadi pusat utama karena mampu menampung massa dalam jumlah besar serta memiliki nilai simbolis sebagai ruang publik nasional.

May Day 2026 di Monas mencerminkan semangat perjuangan yang terus hidup di kalangan buruh. Dengan kehadiran ratusan ribu peserta serta perhatian dari pemerintah, momentum ini diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia. (Rahma)

Baca juga: Pekerjaan yang Berubah Karena Teknologi Digital dan Dampaknya di Pendidikan