Memahami 4 Jenis Awan Menurut Kongres Meteorologi Internasional

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Setiap hari kita melihat awan terbentang di atas kepala, semuanya sekilas terlihat sama. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat jenis awan yang berbeda-beda?
Jenis-jenis awan secara umum terbagi menjadi empat. Dari keempat jenis itu, terdapat turunan jenis awan yang lebih detail lagi.
Untuk memahami jenis-jenis awan yang sudah ditentukan Kongres Meteorologi Internasional, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Awan
Sebelum membahas jenis-jenis awan, kamu mesti memahami pengertian awan terlebih dahulu. Awan merupakan kumpulan titik-titik air yang jumlahnya banyak dan terletak pada titik koordinat serta melayang tinggi di udara.
Setiap jenis awan mempunyai kelembapan dan suhu masing-masing. Awan sendiri terbentuk dari hasil pendinginan (kondensasi atau sublimasi) ketika udara lembap naik ke atas.
Proses pendinginan ini terjadi karena suhu menjadi lebih dingin. Akhirnya udara tidak dapat menampung seluruh uap air di dalamnya, dan sebagian uap air mengembun membentuk tetesan air kecil.
Awan terbentuk di berbagai ketinggian, mulai dari yang dekat dengan permukaan tanah hingga sangat tinggi di atmosfer. Kemunculan awan juga sangat bervariasi, tergantung pada pergerakan udara saat awan terbentuk.
Baca Juga: Mengungkap Teori Awan Debu sebagai Asal-usul Tata Surya
Jenis-jenis Awan
Mengutip Modul Dinamika Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan oleh Agus Pratomo S.Pd, pembagian jenis awan yang ada sekarang ini adalah hasil dari Kongres Meteorologi Internasional yang diadakan di Munich, Jerman pada tahun 1802 dan Uppsala, Swedia pada tahun 1894, berikut penjelasan selengkapnya mengenai jenis awan.
1. Awan Tinggi
Awan tinggi terdapat pada ketinggian antara 3-18 km. Awan jenis ini selalu terdiri dari kristal-kristal es karena pengaruh letaknya. Awan yang tergolong awan tinggi adalah sebagai berikut.
a). Cirrus (Ci)
Awan jenis ini halus, berstruktur seperti serat, atau berbentuk seperti bulu burung.
Awan ini sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu di horizon dan memiliki kristal es. Awan cirrus tidak menimbulkan hujan.
Secara umum, awan cirrus terbagi menjadi empat jenis lagi.
Cirrus Fibratus, bentuknya seperti benang lurus atau melengkung. Awan ini dapat ditemui pada ketinggian 6.000 m.
Cirrus Uncinus, cirinya berbentuk kail. Selain itu, juga dapat berbentuk seperti jambul dengan volume yang tipis.
Cirrus Densus, awan cirrus yang satu ini terlihat tebal, warnanya keabu-abuan dan berbentuk terpisah-pisah.
Cirrus Nothus, awan ini terbentuk sebab puncak awan cumulonimbus yang pecah atau terurai.
b). Cirrostratus (Cs)
Cirrostratus berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata yang menutup seluruh langit, sehingga langit nampak cerah.
Awan ini sering menimbulkan halo (lingkaran bercahaya) yang mengelilingi matahari atau bulan. Biasanya terjadi pada musim kemarau.
Adapun jenis-jenis awan cirrostratus adalah sebagai berikut.
Cirrostratus Fibratus, yaitu awan tipis berlapis-lapis (berserat) seperti rambut halus yang terbentuk dari tiupan angin kencang dan mirip dengan cirrus.
Cirrostratus Nebulosus, awan ini sering terlihat seperti cirrostratus fibratus, namun awan nebulosus sangatlah tipis, tidak berbentuk garis-garis putih, dan lebih terlihat seperti kabut.
Cirrostratus Undulatus, awan ini berbentuk gelombang seperti riak air di langit.
c). Cirromulus (Cc)
Awan jenis ini terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti segerombolan domba dan sering menimbulkan bayangan.
Awan cirromulus terbagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.
Cirrocumulus Stratiformis, awan ini mempunyai ukuran yang sangat kecil dan menutupi sebagian langit. Awan ini juga mempunyai banyak ruang di antara masing-masing awan yang berada dalam lapisan tersebut.
Cirrocumulus Lenticularis, awan ini mempunyai tekstur yang sangat halus. Bentuknya seperti lensa atau almond. Awan ini dapat terbentuk karena disebabkan gelombang atmosfer.
Cirrocumulus Castellanus, awan ini mempunyai bentuk seperti menara. Namun, bentuk dan susunannya lebih bulat ketika terjadi penguapan dari setiap garis lapisan bawah awan. Munculnya awan jenis ini menandakan bahwa atmosfer sedang tidak stabil.
Cirrocumulus Floccus, awan ini mempunyai bentuk seperti helai kecil yang berbentuk bulat. Awan ini hampir sama dengan awan castellanus.
2. Awan Menengah
Awan menengah terdapat pada ketinggian antara 2-8 km. Awan yang tergolong awan menengah adalah sebagai berikut.
a). Altocomulus (Ac)
Awan jenis ini berukuran kecil-kecil tetapi banyak. Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal berwarna putih pucat dan ada bagian yang kelabu. Awan jenis ini bergerombol sehingga tampak saling bergandengan.
Awan altocumulus memiliki empat jenis, yakni sebagai berikut.
Altocumulus Stratiformis, yakni awan yang terlihat menggembung dengan bagian dasar yang datar dan rapat. Biasanya awan ini ditemui dalam bentuk mengelompok dan jumlahnya sedikit, tetapi meluas ke seluruh area langit.
Altocumulus Lenticularis, sekilas awan ini menyerupai bentuk UFO sehingga sering juga disebut sebagai awan pesawat ruang angkasa. Awan ini biasanya terbentuk di atas daerah perbukitan.
Altocumulus Castellanus, terlihat seperti tembok atau kastil. Awan ini dapat menjadi penyebab pembentukan badai petir cumulonimbus.
Altocumulus Floccus, ukuran awan ini lebih kecil dan tidak beraturan. Awan ini sering ditemukan bergantung di bagian bawah awan virga (jalur prespitasi curah hujan).
b). Altostratus (As)
Awan altostratus memiliki ukuran yang luas dan tebal. Warnanya kelabu atau biru keabu-abuan, sehingga dapat menghalangi sebagian sinar matahari atau bulan.
Jika kamu melihat awan altostratus, maka kemungkinan besar akan terjadi badai dengan hujan atau salju terus menerus.
Kadang-kadang, hujan turun dari awan altostratus. Jika hujan sampai ke tanah, maka awan itu menjadi nimbostratus.
3. Awan Rendah
Awan rendah terdapat pada ketinggian kurang dari 2 km. Awan yang tergolong dalam awan rendah adalah sebagai berikut.
a). Stratocumulus (Sc)
Awan jenis ini bentuknya seperti bola-bola yang sering menutupi seluruh langit sehingga tampak seperti gelombang di lautan.
Awan stratocumulus biasanya terbentuk dari lapisan awan yang pecah. Lapisan awan ini sangat tipis sehingga tidak menimbulkan hujan.
Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Awan Stratocumulus yang Jarang Diketahui
b). Stratus (St)
Awan yang rendah dan sangat luas, tingginya di bawah 2.000 m, melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.
c). Nimbostratus (Ns)
Awan ini bentuknya tidak menentu, tepiannya tidak beraturan. Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis saja. Awan ini berwarna putih kelabu dan penyebaranya di langit cukup luas.
4. Awan karena Udara Naik
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500-1500 meter.
a). Cumulus (Cu)
Awan cumulus merupakan awan tebal dengan puncak-puncak yang agak tinggi, dan terbentuk pada siang hari karena udara naik.
Bila awan ini terkena sinar matahari hanya pada sebelah sisinya, timbul bayangan berwarna kelabu.
Awan cumulus terbagi menjadi tiga jenis, berikut penjelasannya.
Cumulus Mediocris, awan ini memiliki karakteristik bentuk seperti bunga kol pada awan cumulus. Pada umumnya awan ini tidak menghasilkan curah hujan dengan intensitas rendah.
Cumulus Congestus, awan ini terbentuk dari tahap peralihan antara awan cumulus mediocris dan cumulonimbus. Proses terjadinya awan ini juga dikarenakan ketidakstabilan di lapisan atmosfer dan adanya konveksi.
Cumulus Humilis, awan ini memiliki luas vertikal yang kecil. Kemudian berkembang menjadi awan cumulus mediocris atau cumulus congetus yang akan menandakan cuaca buruk di kemudian hari.
b). Cumulonimbus (Cb)
Awan cumulonimbus dapat menimbulkan hujan dengan kilat guntur. Awan ini bervolume besar, posisinya rendah, berpuncak tinggi dan melebar, sehingga merupakan awan yang tebal.
Biasanya di atas awan cumulonimbus terdapat awan cirrostratus. Hal ini sering terjadi pada waktu angin ribut.
Awan cumulonimbus sendiri terdiri dari tiga jenis, yakni sebagai berikut.
Cumulonimbus Calvus, ciri awan ini adalah bengkak atau lebar. Tetesan air pada puncak menara awan ini belum membeku menjadi kristal es.
Cumulonimbus Capillatus, bagian atas awan cumulonimbus capillatus lebih berserat dari yang lainnya. Meski begitu, awan ini tetap berisi. Tetes-tetes air di dalam awan ini juga sudah mulai membeku.
Cumulonimbus Incus, ini adalah awan yang tertinggi, bahkan bisa mencapai puncak troposfer dan masih tetap bertumbuh. Bagian atas awan berserat seperti capillatus, namun berbentuk seperti landasan. Bentuk landasan itu adalah tempat untuk awan agar terus tumbuh.
(DEL)
