Konten dari Pengguna

Memahami Cara Pandang dalam Dimensi CASEL agar Guru Lebih Peka terhadap Siswa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Memahami Cara Pandang dalam Dimensi CASEL,Foto:Unsplash/Husniati Salma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Memahami Cara Pandang dalam Dimensi CASEL,Foto:Unsplash/Husniati Salma

Sebagai guru yang mengajar generasi yang berbeda, Dina berusaha memahami perspektif atau cara pandang dari generasi tersebut. Dalam hal ini Dina menerapkan dimensi Casel.

Dimensi yang berkaitan dengan kemampuan melihat suatu keadaan dari sudut pandang peserta didik, bukan hanya dari pengalaman dirinya sebagai pendidik.

Memahami Cara Pandang dalam Dimensi Casel Sebagai Bentuk Empati

Ilustrasi Memahami Cara Pandang dalam Dimensi CASEL,Foto:Unsplash/Husniati Salma

Sebagai guru yang mengajar generasi yang berbeda, Dina berusaha memahami perspektif atau cara pandang dari generasi tersebut dalam hal ini Dina menerapkan dimensi Casel, yaitu Social Awareness (Kesadaran Sosial).

Dikutip dari Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional SD Negeri 3 Seram Bagian Barat oleh Henderika,dkk (2023) sikap tersebut menunjukkan bahwa seorang guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran.

Tetapi juga perlu memahami bagaimana siswa berpikir, merasakan, dan memandang berbagai situasi di sekitarnya.

Dengan memahami sudut pandang siswa, guru akan lebih mudah membangun komunikasi yang hangat sehingga proses belajar terasa lebih nyaman bagi semua.

Setiap generasi tumbuh dengan pengalaman yang berbeda. Siswa saat ini akrab dengan teknologi, media sosial, dan arus informasi yang begitu cepat.

Cara belajarnya, menyampaikan pendapat, hingga menyelesaikan masalah pun bisa berbeda dengan pengalaman guru ketika masih menjadi pelajar.

Perbedaan tersebut bukanlah penghalang, melainkan kesempatan bagi guru untuk mengenal siswanya lebih dekat. Ketika guru mau melihat sesuatu dari sudut pandang siswa, hubungan yang terjalin di kelas biasanya menjadi lebih positif.

Dimensi ini menekankan kemampuan memahami perspektif orang lain, menunjukkan empati, serta menghargai perbedaan latar belakang, budaya, maupun pengalaman hidup.

Guru yang memiliki kesadaran sosial tidak akan langsung memberi label negatif kepada siswa yang terlihat pasif, sulit berkonsentrasi, atau sering membuat kesalahan.

Sebaliknya, ia akan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya sedang dialami siswa sebelum mengambil tindakan.

Penerapan dimensi ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Misalnya, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan cerita tanpa terburu-buru menyela, atau menanyakan alasan di balik suatu perilaku.

Cara seperti ini membuat siswa merasa dihargai karena pendapat dan perasaannya dianggap penting. Pada saat yang sama, guru juga memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan setiap peserta didik.

Ketika guru memahami cara pandang siswa, suasana kelas pun menjadi lebih terbuka. Siswa tidak ragu bertanya saat mengalami kesulitan, lebih percaya diri menyampaikan ide, dan merasa aman untuk belajar dari kesalahan.

Hubungan yang terbangun bukan hanya sebatas guru dan murid, tetapi juga hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati dan saling percaya. (shr)

Baca juga: Diskusikan Materi yang Belum Dipahami dengan Rekan Atau Ahli