Memahami Teknik Penokohan dalam Seni Teater

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak unsur yang penting dalam karya seni teater, salah satunya adalah penokohan. Penokohan dalam seni teater adalah unsur yang berkaitan penggambaran karakter tokoh dalam suatu cerita.
Unsur penokohan membantu penciptanya dalam menjelaskan setiap karakter yang dimiliki tokoh. Penokohan juga dapat diartikan sebagai suatu teknik yang menggambarkan karakter tokoh.
Teknik penokohan juga diperlukan setiap pemeran untuk memahami karakter dari tokoh yang akan dimainkan. Oleh karena itu, hal ini merupakan hal yang penting dalam seni teater.
Untuk memahami teknik penokohan dalam seni teater, simak penjelasan di bawah ini.
Pengertian Teknik Penokohan
Mengutip dari buku Top Book SMP Kelas VIII yang disusun olehTim Sigma, teknik penokohan adalah teknik yang digunakan penulis naskah lakon atau sutradara penampilan atau penempatan tokoh-tokoh wataknya dalam drama.
Dalam seni teater, teknik penokohan tidak hanya perlu dilakukan oleh penulis naskah maupun sutradara, tetapi juga perlu dipahami oleh setiap pemainnya.
Setiap pemain perlu melakukan teknik penokohan agar dapat mendalami karakter dari tokoh yang dimainkan. Dengan begitu, setiap pemain dapat memainkan perannya dengan maksimal.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokoh dalam Cerita?
Macam-Macam Teknik Penokohan
Ada dua macam teknik penokohan. Dalam buku Prediksi Akurat ANBK SD/MI 2021/2022 Paket 2 oleh Tim Pelita Eduka menyebutkan bahwa macam-macam teknik penokohan adalah sebagai berikut:
Teknik penokohan analitik adalah teknik penokohan dengan cara langsung melalui uraian, deskripsi atau penjelasan oleh sang pengarang.
Teknik penokohan dramatik adalah teknik penokohan yang dilakukan secara tidak langsung, yakni melalui interaksi dengan tokoh lainnya dan hal-hal yang berkaitan dengan tokoh tersebut.
Teknik Penokohan dalam Seni Teater
Dalam seni teater, teknik penokohan dilakukan untuk memahami karakter dari tokoh yang akan dimainkan. Karakter tokoh adalah karakteristik yang dimiliki oleh suatu tokoh.
Karakter tokoh berkaitan dengan watak, pribadi yang memiliki ciri-ciri yang khas. Karakter tokoh juga berkaitan dengan perangai dan tabiat yang tertentu yang dimiliki oleh suatu tokoh.
Menurut Sem Cornelyoes Bangun, dkk, dalam buku Seni Budaya untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI, teknik penokohan dalam seni teater dapat dilakukan dengan memahami tiga dimensi yang dimiliki oleh suatu tokoh.
Tiga dimensi yang dimiliki tokoh yang dimaksudkan di atas adalah dimensi fisiologis, dimensi sosiologis, dan dimensi psikologis.
1. Dimensi Fisiologis
Dimensi fisiologis adalah dimensi yang berkaitan dengan kondisi tubuh yang dimiliki oleh suatu tokoh. Dimensi ini meliputi hal-hal berikut:
Usia (tingkat kedewasaan).
Jenis kelamin.
Keadaan tubuhnya.
Karakteristik tubuh dan wajah.
2. Dimensi Sosiologis
Dimensi sosiologis adalah dimensi yang menggambarkan kondisi sosial yang dimiliki tokoh dalam cerita. Dimensi ini berkaitan dengan hal-hal berikut ini:
Status sosial.
Pekerjaan, jabatan, peranan dalam masyarakat.
Tingkat pendidikan.
Kehidupan pribadi maupun keluarga.
Agama, kepercayaan, pandangan hidup, dan ideologi.
Aktivitas sosial (dalam organisasi), kegemaran (hobi).
Kewarganegaraan, keturunan, suku, bangsa.
3. Dimensi Psikologis
Dimensi psikologis adalah dimensi yang berkaitan dengan kondisi psikis dan mental dari setiap tokoh. Dimensi ini memuat unsur-unsur tertentu, yakni:
Ukuran-ukuran moral untuk mengatakan yang baik dan yang tidak baik.
Temperamen, keinginan-keinginan pribadi, perasaan-perasaan pribadi, serta sikap dan kelakuan.
Kecerdasan, keahlian, kecakapan khusus dalam bidang tertentu.
(SAI)
