Konten dari Pengguna

Mengapa Bahasa Harus Bersifat Konvensional? Ini Jawaban dan Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Bahasa Harus Bersifat Konvensional?, Pexels/Skylar Kang
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Bahasa Harus Bersifat Konvensional?, Pexels/Skylar Kang

Mengapa bahasa harus bersifat konvensional? Setiap harinya, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan manusia lainnya untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan maksudnya.

Seseorang mungkin saja dapat memahami maksud atau apa yang akan disampaikan oleh orang lain meski hanya lewat kode atau gerakan tubuh.

Namun, dengan adanya bahasa, manusia lebih mudah berinteraksi dengan orang lain di belahan bumi mana pun.

Mengapa Bahasa Harus Bersifat Konvensional?

Ilustrasi Mengapa Bahasa Harus Bersifat Konvensional?, Pexels/Pixabay

Mengapa bahasa harus bersifat konvensional? Dikutip dari buku Filosofi, Teori, dan Konsep Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar, Dr. Ali Mustadi, M. Pd., (2021:5), konvensional sendiri merupakan salah satu sifat dari bahasa yang berarti kesepakatan atau perjanjian.

Ini berarti penggunaan berbagai lambang bunyi harus dengan berdasarkan kesepakatan antara masyarakat pemakai bahasa.

Anggota masyarakat harus mematuhi konvensi lambang tertentu dipakai untuk mewakili konsep yang diwakilinya tersebut. Contohnya, bagian dari rumah yang digunakan untuk tempat memasak dilambangkan dengan bunyi ‘dapur’.

Masyarakat pemakai bahasa wajib mematuhi aturan tersebut. Apabila lambang bunyi ‘dapur’ diganti menjadi ‘purda’, maka komunikasi yang dilakukan akan terhambat. Dampak lainnya adalah maksud yang akan disampaikan tidak akan sampai.

Mengapa bahasa harus bersifat konvensional? Dengan kata lain bahasa harus bersifat konvensional agar komunikasi tidak terhambat dan maksud tersampaikan.

Mengutip buku Morfologi (Sharaf) Bahasa Arab Untuk Pemula (Jilid 1), Tri Yanti Nurul Hidayati, dkk., (2024:4), misalnya binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, secara arbitrer dilambangkan dengan bunyi ‘kuda’, maka anggota masyarakat bahasa Indonesia harus mematuhi hal tersebut.

Apabila tidak dipatuhi atau digantikan dengan lambang lain, komunikasi akan terhambat serta pesan tidak tersampaikan kepada yang menjadi mitra tutur.

Dikutip dari buku Monograf Relevansi Keterampilan Membaca Kritis dengan Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran Abad 21, Fauzan dan Arif Setiawan, (13), bahasa memiliki sifat konvensional mempunyai arti setiap pengguna bahasa harus mempunyai kesepakatan serta perjanjian yang telah terbangun sebagai bentuk kesepakatan pengguna bahasa.

Misalnya, dalam suatu masyarakat telah disepakati gerakan kedua pundak yang dinaikkan bermakna tidak tahu atau tidak mengetahui.

Hal tersebut telah secara umum telah menjadi sebuah perjanjian yang dipahami oleh siapa saja dalam melakukan komunikasi antar manusia.

Mengapa bahasa harus bersifat konvensional? Meski setiap individu berhak menyampaikan pendapat dan pikirannya secara bebas, ada norma-norma bahasa yang harus tetap dipatuhi dan dijunjung tinggi. (Mey)

Baca juga: 75 Contoh Majas Asosiasi beserta Penjelasannya