Mengapa Latihan dengan Bola Kecil Lebih Menantang Dibandingkan Bola Besar

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa latihan dengan bola kecil lebih menantang dibandingkan bola besar? Pembahasan ini ditemukan dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di kelas X. Di jenjang in, siswa diajak mengenal permainan bola besar dan kecil.
Di penghujung pembahasan materi, siswa diajak untuk praktikum dan latihan permainan menggunakan bola besar dan bola kecil yang terdiri dari berbagai jenis bola.
Saat latihan inilah, pembahasan materi di kelas sangat berdampak untuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan masing-masing permainan bola memiliki tantangan tersendiri yang harus dipecahkan siswa, terlebih bola kecil.
Dalam Olahraga, Mengapa Latihan dengan Bola Kecil Lebih Menantang Dibandingkan Bola Besar?
Mengapa latihan dengan bola kecil lebih menantang dibandingkan bola besar? Untuk dapat memahaminya, simak penjelasan yang dirangkum dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Sudrajat Wiradiharja & Syarifudin, 2017, berikut ini.
1. Permainan Bola Besar
Permainan bola besar menggunakan bola berukuran relatif besar. Permainan ini banyak mengembangkan kemampuan gerak dasar, kerja sama tim, strategi, daya tahan, kekuatan, dan koordinasi seluruh anggota tubuh.
Contoh permainan bola besar diantaranya adalah sepak bola, bola voli, bola basket, dan bola tangan. Dalam permainan bola besar, pemain memiliki bidang kontak yang luas saat mengoper, menangkap, dan menendang bola.
Karena hal itulah, membuat pemain mudah mengendalikan arah bola, terutama bagi pemula. Permainan bola besar pada umumnya mengutamakan kerja sama tim untuk menciptakan peluang dan kemenangan.
2. Permainan Bola Kecil
Permainan bola kecil menggunakan bola yang ukurannya kecil atau benda sejenis. Contohnya seperti shuttlecock pada permainan bulu tangkis.
Permainan ini menekankan keterampilan teknik setiap individu, konsentrasi, ketepatan gerak, kecepatan reaksi, koordinasi mata dengan tangan atau alat,. Contoh permainan bola kecil yaitu bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, softball, baseball, kasti, dan golf.
Dalam permainan bola kecil, setiap gerakan harus dilakukan secara presisi. Oleh karena ukuran bola yang kecil, membuat kesalahan sedikit saja dapat menyebabkan bola tidak mengenai sasaran atau gagal untuk dikendalikan.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa latihan menggunakan bola kecil dianggap lebih menantang karena melibatkan kemampuan motorik siswa yang lebih kompleks.
Ukuran bola yang kecil membuat pemain harus fokus mengamati pergerakan bola. Bidang kontak antara tangan, raket, atau pemukul dengan bola pun lebih sempit sehingga membutuhkan ketelitian dan kejelian.
Di beberapa cabang olahraga seperti bulu tangkis dan tenis meja, bola atau shuttlecock bergerak sangat cepat. Sehingga pemain harus mampu memperkirakan arah, kecepatan, dan titik jatuh bola hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat.
Dalam permainan bola kecil, pemain juga harus menyelaraskan apa yang dilihat dengan gerakan tangan, lengan, atau alat pemukul dengan tepat. Koordinasi tersebut menentukan keberhasilan saat menangkap, memukul, serta mengembalikan bola kepada lawan.
Permainan bola kecil membutuhkan konsentrasi tinggi dengan teknik dasar yang lebih rinci. Permainan bola kecil memiliki teknik spesifik, seperti cara memegang raket atau pemukul (grip), posisi tubuh (stance), ayunan (swing), servis, dan gerak lanjutan (follow through).
Mengapa latihan dengan bola kecil lebih menantang dibandingkan bola besar? Karena permainan bola kecil banyak melatih motorik halus dengan gerakan yang membutuhkan ketelitian dan kontrol otot secara presisi. Itulah sebabnya permainan ini sangat menantang konsentrasi dan fokus siswa saat latihan. (Win)
Baca juga: Rangkuman Materi Bola Basket untuk Panduan Praktikum
