Konten dari Pengguna

Mengapa Perlu Ada Kode Etik Profesi? Simak Penjelasannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Unsplash/Shubham Sharan
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Unsplash/Shubham Sharan

Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Kalimat tersebut merupakan salah satu soal pada Modul 3 Topik 3 PPG Guru Tertentu Tahun 2025.

Pembahasan ini mengajak guru memahami pentingnya kode etik sebagai pedoman dalam menjalankan profesi secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai moral. Sebagai pendidik, guru memiliki tanggung jawab menanamkan nilai kepada peserta didik melalui berbagai strategi pembelajaran.

Meski telah memiliki kode etik sebagai pedoman perilaku profesional, masih ditemukan berbagai pelanggaran yang melibatkan guru. Oleh karena itu, kode etik diperlukan agar setiap guru memiliki batasan yang jelas dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Mengapa Perlu Ada Kode Etik Profesi Guru?

ilustrasi Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Unsplash/Shannia Christanty

Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Berdasarkan penjelasan YouTube Rokhaniyah berikut jawaban yang bisa dijadikan referensi.

Kode etik profesi guru sangat perlu karena sebagai pedoman perilaku dan standar kinerja dan meminimalisir potensi pelanggaran hukum dan etika. Harapan saya setelah mepelajari materi kode etik ini adalah dapat melakukan praktik kerja dan pelayanan yang lebih terarah dan tidak merugikan masyarakat atau peserta didik.

Kode etik berfungsi sebagai pedoman moral sekaligus standar profesional bagi setiap anggota profesi. Keberadaannya membantu memastikan setiap tugas dijalankan sesuai aturan, nilai, dan tanggung jawab yang berlaku. Ada lima alasan utama mengapa kode etik diperlukan, yaitu:

  • Menjamin integritas agar anggota profesi bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab.

  • Membangun kepercayaan publik melalui komitmen terhadap standar profesi yang tinggi.

  • Mengatur perilaku profesional sehingga setiap anggota profesi memahami batasan dalam bekerja.

  • Melindungi pihak yang dilayani, termasuk peserta didik, agar hak dan kepentingannya tetap terjaga.

  • Mencegah penyalahgunaan wewenang sehingga tindakan yang melanggar hukum maupun etika dapat dihindari.

Selain itu, prinsip-prinsip dalam kode etik merupakan nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Guru dituntut mengutamakan kepentingan siswa di atas kepentingan pribadi sehingga mampu menghadapi berbagai dilema etika secara profesional. Berdasarkan hasil refleksi di atas, renungkan dan tuliskan alasan mengapa perlu ada kode etik profesi termasuk profesi guru. Kemudian tuliskan apa yang bapak/ibu harapkan dengan mempelajari materi kode etik guru ini. Melalui materi ini, guru diharapkan semakin memahami pentingnya kode etik sebagai pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, dan memberikan layanan pendidikan yang profesional serta berorientasi pada kepentingan peserta didik. (Rahma)

Baca juga: Cara Mengakomodasi Peserta Didik sebagai Guru Sesuai Kebutuhan Belajar Siswa