Mengenal Apa Itu Ayam Pejantan dan Proses Perkawinannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ayam pejantan adalah jenis ayam yang berasal dari bibit ayam ras petelur yang berkelamin jantan. Di pasaran, bentuk ayam pejantan ini seperti ayam kampung pada umumnya dan tidak sebesar ayam broiler.
Dikutip dari buku 120 Masakan Ayam Terfavorit karya Yuni Pradata dan Raninta Ika Ariestya, di peternakan ayam petelur, bibir yang dipelihara berasal dari ayam betina. Sementara ayam jantan dipelihara sebagai ayam potong.
Di antara ayam-ayam jantan tersebut, ada ayam pejantan yang dipilih untuk melakukan proses kembang biak. Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut ini.
Apa Itu Ayam Pejantan?
Ayam pejantan adalah ayam jantan yang dibesarkan dengan tujuan reproduksi. Mengutip buku Panduan Lengkap Ayam karya Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu HS., dkk., ayam jantan yang akan dipilih sebagai pejantan biasanya ayam yang memiliki tubuh gagah.
Selain itu, calon ayam pejantan harus memiliki mata yang tajam, paruh kuat, punggung lurus, dan terlihat galak. Jenis ayam pejantan biasanya memiliki berat badan yang sedikit lebih ringan dibandingkan dengan ayam broiler.
Calon ayam pejantan juga memiliki bulu yang lebih mengilap dibandingkan ayam lainnya. Umumnya, ayam jantan yang dipilih sebagai pejantan terlihat aktif dan segar. Ayam pejantan juga memiliki ukuran yang lebih kecil dari ayam broiler.
Baca Juga: Cara Menetaskan Telur Ayam hingga Berhasil
Ayam pejantan dipelihara bukan dengan tujuan untuk dikonsumsi. Ayam pejantan dirawat untuk membuahi induk ayam yang akan menghasilkan banyak telur.
Daging ayam pejantan memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan jenis ayam lainnya. Daging ayam pejantan juga memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam broiler maupun ayam kampung.
Di pasaran, sering ditemui daging pejantan yang sudah tua dan merupakan bekas indukan jantan yang sudah tidak dapat digunakan lagi untuk reproduksi. Daging ayam pejantan yang sudah tua membutuhkan waktu sangat lama untuk dimasak karena cenderung lebih keras.
Proses Perkawinan Ayam Pejantan Kampung
Dalam proses perkawinan ayam kampung, ayam pejantan yang sudah terpilih sebaiknya dipelihara terpisah dari ayam betina. Keduanya bisa berada di kandang yang sama untuk dikawinkan saat sudah mencapai usia 10 hingga 12 minggu.
Perkawinan pada ayam kampung dapat dilakukan secara alami maupun dengan sistem inseminasi buatan. Perkawinan alami berarti ayam pejantan melakukan koitus atau pembuahan dengan ayam betina.
Perkawinan alami sebaiknya dilakukan untuk ayam kampung yang dipelihara di kandang dengan jumlah yang cukup banyak. Perbandingan yang umumnya digunakan oleh para peternak adalah satu ekor ayam pejantan untuk delapan ekor ayam betina.
Sementara itu, perkawinan dengan sistem inseminasi buatan umumnya dilakukan untuk ayam kampung yang dipelihara di dalam kandang individual. Biasanya, satu ekor ayam pejantan dapat mengawini 25 ekor ayam betina bila dilakukan perkawinan dengan inseminasi buatan.
Baca Juga: Berapa Lama Telur Ayam Dapat Menetas? Ini Jawabannya
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Apakah ayam pejantan lebih berat dibandingkan ayam broiler?

Apakah ayam pejantan lebih berat dibandingkan ayam broiler?
Jenis ayam pejantan biasanya memiliki berat badan yang sedikit lebih ringan dibandingkan dengan ayam broiler.
Bagaimana tekstur daging ayam pejantan?

Bagaimana tekstur daging ayam pejantan?
Daging ayam pejantan memiliki tekstur yang keras dibandingkan jenis ayam lainnya.
Pada usia berapa ayam kampung bisa dikawinkan?

Pada usia berapa ayam kampung bisa dikawinkan?
Ayam kampung betina dan pejantan bisa berada di kandang yang sama untuk dikawinkan saat sudah mencapai usia 10 hingga 12 minggu.
