Mengenal Piutang: Definisi, Hukum, dan Perbedaannya dengan Utang

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam akuntansi, piutang berkaitan dengan jenis transaksi ekonomi yang lekat dengan penagihan ke konsumen yang berutang. Dalam buku Pengendalian Akuntansi dan Manajemen oleh Hery, piutang erat kaitannya dengan sejumlah tagihan yang akan diterima perusahaan. Umumnya, tagihan tersebut diterima dalam bentuk kas dari pihak lain.
Sayangnya, masih banyak yang memahami piutang layaknya utang. Padahal, utang dan piutang merupakan dua hal yang berbeda. Guna memahami pengertian piutang secara menyeluruh, simak uraian selengkapnya berikut ini.
Definisi Piutang
Dalam arti luas, piutang dipahami sebagai uang yang dipinjamkan dengan harapan dapat dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal dikeluarkannya tagihan.
Sementara dalam arti sempit, piutang adalah salah satu unsur dari aktiva lancar yang mudah dicairkan dalam neraca perusahaan. Aktiva lancar tersebut akan muncul akibat penjualan barang, jasa maupun pemberian kredit terhadap debitur.
Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat dipahami bahwa utang piutang adalah kegiatan ekonomi berupa pinjam-meminjam sejumlah uang oleh dua pihak atau lebih. Mengutip sumber yang sama, jenis piutang dapat dibedakan sebagai berikut:
Piutang usaha adalah jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat terjadinya penjualan barang dan jasa secara kredit. Jenis piutang ini memiliki jangka waktu yang relatif pendek, biasanya dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari.
Piutang dagang adalah jumlah tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan atas barang atau jasa yang dikirim.
Piutang wesel adalah tagihan perusahaan ke pembuat wesel atau pihak yang berutang ke perusahaan melalui aktivitas pembelian barang atau jasa secara kredit maupun melalui pinjaman sejumlah uang. Umumnya, jenis piutang ini memiliki jangka waktu lebih dari 60 hari.
Dalam piutang, terdapat prosedur pencatatan yang melibatkan kartu piutang. Dalam modul Mengelola Kartu Piutang yang disusun oleh Dian Anita Nuswantara dan Suyono, kartu piutang adalah catatan akuntansi berupa buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan ke setiap pelanggannya.
Surat Perjanjian Utang Piutang
Suatu kegiatan ekonomi kerap terjadi tanpa dilengkapi dengan surat pernyataan utang piutang. Umumnya, masyarakat mengandalkan perjanjian lisan dengan jaminan yang tak sesuai dengan nilai jual yang diperjanjikan antara pihak kreditur dan debitur.
Mengutip jurnal berjudul Perjanjian Utang Piutang yang Objek Jaminannya Cacat Hukum oleh Florensia Pratiwi, dkk., perjanjian utang piutang dan perjanjian penyerahan benda jaminan harus melalui kesepakatan antara pihak yang terlibat dalam perjanjian.
Inilah mengapa surat perjanjian utang piutang memiliki kedudukan penting sebelum kegiatan ekonomi ini dilangsungkan. Adapun contoh surat perjanjian utang piutang adalah sebagai berikut:
SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG (judul)
Pada hari ini Rabu tanggal 16 September 2020 telah disepakati sebuah perjanjian utang piutang antara:
*PIHAK PERTAMA
Nama : Wilda Anggara
Umur : 28 tahun
Alamat : Jalan Rambutan No. 38 Kecamatan Kebonsari
Pekerjaan : Wiraswasta
Nomor KTP : 13658807xxxxxxx
*PIHAK KEDUA
Nama : Nadia Hidayat
Umur : 26 tahun
Alamat : Jalan Mangga No. 39 Kecamatan Jeruk Jakarta
Pekerjaan : Wiraswasta
Nomor KTP : 14844908xxxxxxx
Menyatakan bahwa:
PIHAK PERTAMA telah menerima uang sebesar Rp100.000.000,00 (Seratus juta rupiah) dari PIHAK KEDUA dengan catatan bahwa uang tersebut merupakan utang atau pinjaman.
PIHAK PERTAMA bersedia memberi jaminan yakni sebuah BPKB Mobil yang nilainya dianggap sama dengan nilai uang pinjaman yang diberikan oleh PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA akan melakukan pelunasan utang tersebut dalam jangka waktu 10 (sepuluh) bulan terhitung sejak dilakukannya penandatanganan surat perjanjian ini.
PIHAK KEDUA memiliki hak sepenuhnya atas barang jaminan yang dimaksud, baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali ke pihak lain, apabila di kemudian hari PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi utang sesuai waktu yang telah disepakati.
Apabila terjadi hal-hal yang belum diatur di dalam surat perjanjian ini atau terjadi perbedaan penafsiran baik sebagian maupun seluruhnya, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah.
Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak dapat tercapai, penyelesaian akan dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.
Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun pada waktu dan tempat yang tercantum dalam surat perjanjian.
Demikian Surat Perjanjian Utang Piutang ini dibuat bersama di hadapan para saksi untuk dijadikan pedoman hukum para pihak.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
Materai 6.000 Materai 6.000
Wilda Anggara Nadia Hidayat
SAKSI-SAKSI
Wahyu Husain Baidah
Welly Iskandar Husna
Fatimah Lubis
Tak hanya surat perjanjian, komponen lain yang harus disertakan dalam kegiatan utang piutang, yakni kartu piutang. Dengan demikian, pihak yang terlibat dapat memantau pergerakan utang piutang yang dilakukan. Adapun contoh kartu piutang adalah sebagai berikut:
Hukum Utang Piutang
Islam juga menyoroti secara serius kegiatan utang piutang. Aktivitas ini dipandang sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan hidup selain kewajiban bekerja bagi tiap individu. Utang piutang dalam perspektif Islam dinilai sebagai tindakan saling menolong.
Dengan demikian, hukum utang piutang dalam Islam diperbolehkan. Hal tersebut sesuai dengan potongan dalil utang piutang dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2 yang artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu pada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Q.S Al-Maidah:2).
Ayat di atas memerintahkan manusia untuk saling tolong menolong. Hal tersebut berkaitan dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan pertolongan orang lain. Salah satunya dapat diwujudkan melalui utang piutang.
Akan tetapi, hukum utang piutang menjadi haram apabila pengutang bertujuan untuk menganiaya pemberi utang ataupun sebaliknya. Tak hanya itu, utang piutang menjadi tak diperbolehkan jika si pengutang memanfaatkan pinjaman untuk tujuan maksiat. Hal tersebut tertuang dalam hadis tentang utang piutang yang berbunyi:
"Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari).
Itulah sebabnya, sebelum melakukan utang piutang ada baiknya jika pihak yang terlibat memiliki niat tulus untuk saling membantu dan didasarkan pada kebutuhan yang bermanfaat. Selain itu, penting untuk mengetahui rukun utang piutang sebelum melakukan jenis kegiatan yang satu ini.
Mengutip buku Fiqh Muamalah Kontekstual oleh Ghufron A. Mas’udi, syarat dan rukun utang piutang terdiri dari tiga poin, di antaranya:
‘Aqid, yaitu orang yang berutang piutang yang terdiri dari muqrid atau pemberi utang dan muqtarid atau penerima utang.
Ma'qud ‘alayh yaitu barang yang diutangkan.
Sighat al-‘aqd yaitu ungkapan ijab dan qabul, atau suatu persetujuan antara kedua belah pihak akan terlaksananya suatu akad.
Perbedaan Utang dan Piutang
Dalam catatan akuntansi, utang berkedudukan dalam posisi kredit yang mengurangi aktiva atau aset dalam bisnis. Selain itu, utang berada dalam kategori pasiva. Sementara itu, piutang dapat disebut sebagai aset perusahaan meski keberadaannya belum diterima secara langsung. Artinya, sudah termasuk ke dalam aktiva.
Selain perbedaan mendasar antara utang dengan piutang. Terdapat perbedaan antara utang dengan piutang usaha. Perbedaan utang usaha dan piutang usaha terletak pada akibat transaksi barang atau jasa yang dilakukan.
Dalam bisnis, utang usaha merupakan kewajiban perusahaan untuk membayar angsuran dalam jangka waktu yang singkat. Sementara itu, piutang usaha merupakan jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang tersebut muncul akibat adanya transaksi barang atau jasa.
Sedangkan perbedaan piutang dagang dan piutang wesel dalam Modul Piutang Dagang dan Wesel yang diakses melalui laman repositori Universitas Gunadarma adalah sebagai berikut:
Jangka waktu dalam piutang dagang, yakni kurang dari satu tahun, sedangkan pada piutang wesel umumnya paling sedikit 60 hari.
Piutang usaha dimasukkan ke dalam aktiva lancar, sementara piutang wesel masuk ke dalam aktiva lancar dalam tempo satu tahun. Artinya, lebih dari itu, dimasukkan ke dalam piutang jangka panjang.
Piutang usaha berkaitan dengan operasi utama perusahaan, sehingga keberadaannya harus dapat ditagih. Sementara pada piutang wesel, mensyaratkan adanya jaminan, sehingga saat jatuh tempo, jaminan tersebut dapat dijual.
Manajemen Piutang
Dalam kegiatan utang piutang, keberadaan jaminan memiliki peran yang penting dan wajib dipahami oleh pelakunya. Menyadur laman repositori Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, fungsi jaminan dalam utang piutang adalah untuk memberi kepastian dalam pelunasan utang sesuai dengan perjanjian yang berlaku.
Tak hanya jaminan utang piutang, hal lainnya yang perlu dipahami oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yakni manajemen piutang. Dalam manajemen piutang, terdapat metode penghapusan piutang.
Mengutip buku Akuntansi Keuangan SMK/MAK Kelas XI oleh Sumiati dan Yatimatun Nafi'ah, secara sederhana, metode piutang merupakan kerugian yang harus ditanggung perusahaan karena adanya piutang yang tak dapat ditagih.
Adapun metode penghapusan piutang dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:
Metode langsung, yaitu metode yang diterapkan saat piutang benar-benar dinyatakan tak dapat ditagih lagi.
Metode cadangan, yakni metode yang mengharuskan perusahaan melakukan penaksiran terhadap piutang tak tertagih di setiap akhir periode pembukuan. Dalam metode ini terdapat cadangan kerugian piutang. Adapun metode cadangan kerugian piutang dicatat atau diakui di tiap akhir periode.
Cara Membuat Kartu Piutang
Menurut Dian Anita Nuswantara dan Suyono dalam modul Mengelola Kartu Piutang, perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengelola kartu piutang di antaranya kartu piutang, catatan akuntansi lain yang terdiri atas jurnal penjualan, jurnal retur penjualan, jurnal umum, dan jurnal penerimaan kas.
Berdasarkan hal tersebut, penting bagi pihak yang terlibat untuk mencatat segala bentuk piutang yang dilakukan, beberapa di antaranya seperti pencatatan saldo piutang maupun kuitansi utang piutang.
Menurut sumber yang sama, cara mencatat saldo piutang dagang adalah dimulai dari transaksi penjualan kredit, retur penjualan, pelunasan piutang, dan penghapusan piutang yang dicatat dalam jurnal berdasarkan bukti transaksi.
Sementara itu, cara mengisi kuitansi utang piutang memiliki persamaan dengan jenis kuitansi pada umumnya. Pada kuitansi utang piutang harus mencakup nama peminjam, tempat, tanggal, bulan, dan tahun, jumlah dan tujuan peminjaman uang. Lalu ditandatangani oleh pihak yang meminjam uang dan disertai dengan meterai.
(ANM)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan piutang?

Apa yang dimaksud dengan piutang?
Uang yang dipinjamkan dengan harapan dapat dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal dikeluarkannya tagihan.
Sebutkan rukun utang piutang menurut Islam!

Sebutkan rukun utang piutang menurut Islam!
Terdapat orang yang berutang piutang yang terdiri dari muqrid atau pemberi utang dan muqtarid atau penerima utang, barang yang diutangkan, serta ijab qabul.
Apa fungsi jaminan dalam utang piutang?

Apa fungsi jaminan dalam utang piutang?
Untuk memberi kepastian dalam pelunasan utang sesuai dengan perjanjian yang berlaku.
