Mengenal Warna Air Kencing, dari Bening hingga Hijau Kekuningan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warna air kencing manusia sangat bervariasi berdasarkan seberapa banyak air yang dikonsumsi. Semakin banyak air putih yang dikonsumsi, semakin jernih pula warna urine yang dihasilkan.
Umumnya, manusia dianjurkan mengonsumsi air putih sebanyak 6-8 gelas setiap hari. Banyaknya air yang dikonsumsi berperan penting untuk kesehatan tubuh.
Bukan tanpa alasan, warna air kencing atau urine bisa menjadi salah satu gejala masalah kesehatan. Dikutip dari Medical News Today, beberapa penyakit yang ditandai dengan perubahan warna urine, yaitu:
Dehidrasi
Hematuria
Penyakit seksual
Gangguan hati
Infeksi saluran kemih
Warna Air Kencing Normal
Warna air kencing yang normal dan sehat merupakan tanda bahwa tubuh telah menerima cairan yang cukup dan tidak mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat membuat energi cepat terkuras dan menyebabkan tubuh gampang kelelahan.
Lalu, air kencing yang baik warna apa? Menurut buku Keajaiban Terapi Air Putih karangan Karina Nurin R, dkk, urine yang berwarna kuning cerah dan bening dalam jumlah yang banyak menandakan bahwa cairan tubuh sudah terpenuhi.
Sementara itu, warna air kencing yang lebih gelap antara kuning tua dan oranye dalam jumlah yang sedikit menandakan bahwa kebutuhan cairan tubuh masih belum terpenuhi.
Tabel Warna Air Kencing sebagai Indikator Hidrasi Tubuh
Dalam tabel warna air kencing yang diunggah oleh Laboratorium Klinik CITO, terdapat tujuh warna air kencing yang berfungsi sebagai indikator untuk melihat kadar hidrasi tubuh. Berikut tabel warna air kencing.
Warna Air Kencing Normal pada Ibu Hamil
Air kencing warna putih apakah sehat untuk ibu hamil? Ketika ibu mengandung, warna urine sering berubah-ubah. Hal tersebut juga menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi tubuh hamil dan kesehatan janin.
Oleh karena itu, tidak hanya berwarna putih, ada beberapa warna urine yang diproduksi ketika ibu sedang mengandung. Penyebabnya karena pengaruh hormon hCG.
Hormon tersebut dihasilkan oleh sel-sel di dalam plasenta, setelah sel telur dibuahi oleh sperma yang menempel di dinding rahim. Dalam Mom Junction, berikut perubahan warna urine yang sering terjadi diproduksi ibu hamil:
Kuning pekat, warna urine ini menandakan bahwa tubuh si ibu hamil mengalami dehidrasi karena amonia lebih terkonsentrasi.
Kemerahan, warna urine ini menandakan sinyal yang berbahaya karena terjadi endapaan darah di dalamnya.
Keabuan, warna urine ini menandakan bahwa hal tersebut dikarenakan mengonsumsi obat atau suplemen tertentu.
Tidak hanya warna air kencing ibu hamil, warna urine bayi pun perlu untuk diperhatikan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat tiga kategori warna urine bayi, yaitu:
Merah muda atau cokelat tua, warna urine ini menandakan bahwa bayi mengalami kelainan darah.
Putih kental, warna urine ini menandakan jika bayi menandakan endapan dari mineral hiperkalsiuria dan fosfaturia yang menyebabkan infeksi saluran kemih.
Hijau kebiruan, warna urine ini menandakan anak mengalami infeksi saluran kemih karena pseudomonas.
Air Kencing Warna Putih
Setiap warna air kencing menandakan kondisi tubuh masing-masing makhluk hidup. Mengutip Healthline, warna urine putih menandakan bahwa terjadi tanda infeksi saluran kemih yang diiringi dengan pembentukan nanah.
Ada beberapa penyebab air kencing warna putih, yakni infeksi bakteri, jamur, dan virus. Selain itu, warna urine ini merupakan tanda adanya penumpukan sel darah putih, asam urat, protein, hingga lemak pada urine.
Air Kencing Warna Merah
Penyebab air kencing warna merah adalah makanan yang dikonsumsi, seperti buah bit hingga naga merah. Tidak hanya itu, air kencing warna merah juga bisa disebabkan oleh efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Namun, jika air kencing yang diproduksi terus-menerus menunjukkan warna merah, hal tersebut bisa saja menandakan suatu gejala penyakit. Lantas, air kencing warna merah penyakit apa?
Mayo Clinic menyebutkan bahwa air kencing warna merah menunjukkan berbagai penyakit, mulai dari perdarahan, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, bahkan tumor atau gangguan prostat.
Air Kencing Warna Coklat
Dalam beberapa kasus, urine sering berwarna gelap, seperti coklat teh. Bukan tidak beralasan, mirip dengan air kencing berwarna merah, urine berwarna coklat juga menandakan suatu penyakit.
Air kencing warna coklat teh menjadi tanda adanya masalah pada organ hati hingga ginjal. Namun, ada beberapa obat yang juga membuat warna urine menjadi coklat, seperti obat antibiotik dan antimalaria.
Air Kencing Warna Hijau Kekuningan
Air kencing warna hijau kekuningan juga merupakan tanda berbagai penyakit tertentu. Beberapa kondisi kesehatan yang ditandai dengan warna air kencing hijau kekuningan adalah:
Efek samping obat asma
Antidepresan
Zat warna metilen biru
Pewarna makanan
Warna Air Kencing Penderita Diabetes
Menghimpun buku Mengenal, Mencegah, Mengatasi Silent Killer, “Diabetes” karya Vicynthia Tjahjadi, warna air kencing penderita diabetes umumnya adalah bening atau transparan.
Selain itu, bau dari urine pengidap diabetes juga beraroma manis, sehingga penyakit diabetes disebut juga dengan istilah kencing manis. Warna bening dari urine penderita diabetes diakibatkan oleh kadar gula urine yang tinggi.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Kencing berwarna kuning tanda penyakit apa?

Kencing berwarna kuning tanda penyakit apa?
Warna air kencing yang lebih gelap antara kuning tua dan oranye dalam jumlah yang sedikit menandakan bahwa kebutuhan cairan tubuh masih belum terpenuhi.
Kenapa kencing berwarna kemerahan?

Kenapa kencing berwarna kemerahan?
Penyebab air kencing warna merah adalah makanan yang dikonsumsi, seperti buah bit hingga naga merah.
Apa penyebab kencing berwarna putih?

Apa penyebab kencing berwarna putih?
Ada beberapa penyebab air kencing warna putih, yakni infeksi bakteri, jamur, dan virus. Warna urine ini juga merupakan tanda adanya penumpukan sel darah putih, asam urat, protein, hingga lemak pada urine.
