Modal Usaha: Pengertian, Jenis, hingga Cara Mendapatkannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
14 Februari 2022 17:51 WIB
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Modal usaha adalah sejumlah kekayaan yang digunakan untuk memulai usaha bisnis. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
Modal usaha adalah salah satu hal yang dapat menunjang calon pebisnis untuk membuka usahanya. Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari modal usaha.
ADVERTISEMENT
Salah satu manfaat dari modal usaha, yakni dapat membantu calon pebisnis dalam mendapatkan bahan-bahan produksi untuk menghasilkan barang atau jasa.
Dengan begitu, barang atau jasa yang telah dibuat dapat menghasilkan keuntungan setelah dipasarkan ke pihak konsumen.

Pengertian Modal Usaha

Pengertian modal usaha adalah dana yang harus tersedia untuk usaha dan merupakan dana yang tertanam dalam bentuk aktiva lancar maupun aktiva tetap. Foto: Unsplash.com
Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, modal merupakan uang yang digunakan sebagai pokok atau induk untuk berdagang. Modal usaha biasanya berupa harta benda yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu demi menambah kekayaan dan sebagainya.
Menurut Ahmad Subagyo dalam buku Seni Manajemen Koperasi dan UMKM, modal usaha adalah dana yang harus tersedia untuk usaha dan merupakan dana yang tertanam dalam bentuk aktiva lancar maupun aktiva tetap.
Modal usaha juga memiliki artian sebagai aset yang bisa dinilai dengan uang dan digunakan sebagai beban langsung atau tidak langsung untuk membiayai seluruh kegiatan berwirausaha.
ADVERTISEMENT
Dalam mengukur modal usaha, ada beberapa indikator yang digunakan. Indikator-indikator tersebut ialah:

Jenis Modal Usaha

Modal usaha dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenisnya. Pada umumnya, modal usaha dibagi berdasarkan wujud dan kepemilikan modal itu sendiri.
Dikutip dari Pendayagunaan Zakat Produktif terhadap Pemberdayaan UMKM karya Najmudin, Lc., M.E., Dr. Syihabudin, M.Si., berikut jenis-jenis modal usaha.
1. Berdasarkan Wujudnya
Jika dilihat dari wujudnya, modal usaha dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yakni modal berwujud dan tidak berwujud.
Modal berwujud adalah jenis modal yang dapat dilihat secara nyata, seperti benda-benda, baik benda mati maupun benda tidak mati (benda bergerak).
ADVERTISEMENT
Contoh modal berwujud adalah uang, mesin-mesin, gedung, tanah, perlengkapan, peralatan produksi dan lain-lain.
Berbeda dengan modal berwujud, modal tidak berwujud adalah jenis modal yang tidak berwujud sehingga tidak dapat dilihat. Contohnya adalah ide dan peluang bisnis, dan lain sebagainya.
Contoh jenis modal usaha yang tak berwujud adalah ide kreatif dan peluang bisnis. Foto: Unsplash.com
2. Berdasarkan Kepemilikannya
Berdasarkan kepemilikannya, modal terbagi atas dua jenis, yakni modal milik sendiri dan modal pinjaman. Modal usaha milik sendiri adalah seluruh harta pemilik yang tidak dipisahkan dan karenanya menanggung risiko kegagalan usaha.
Adanya risiko atau kegagalan pembayaran utang juga menjadi beban bagi pemilik usaha. Modal usaha milik sendiri umumnya ditemukan pada jenis usaha perseorangan.
Modal pinjaman merupakan modal usaha yang diperoleh dari pihak luar melalui pinjaman. Modal pinjaman juga sering kali disebut sebagai modal asing.
ADVERTISEMENT
Modal asing adalah modal yang berasal dari pihak luar yang sifatnya sementara sehingga modal tersebut merupakan utang yang harus dibayar atau dilunasi di masa depan.

Cara Menghitung Modal Usaha

Ilustrasi seseorang melakukan cara menghitung modal usaha untuk memulai usaha bisnis yang baru. Foto: Pexels.com
Besaran modal usaha yang akan digunakan dalam memulai usaha perlu diketahui agar dapat mewujudkan usaha sesuai dengan yang diharapkan oleh calon pebisnis.
Besaran modal usaha sendiri dapat dihitung menggunakan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menggunakan cara yang sederhana, yakni menjumlahkan seluruh jenis biaya yang akan dikeluarkan ketika memulai usaha bisnis nantinya.
Biaya-biaya tersebut diperuntukkan bagi keseluruhan proses, baik dari proses produksi, distribusi, promos, periklanan, dan lain-lain.
Menurut Heni Pridia dalam bukunya yang berjudul 25 Resep Gluten Free Snack + Hitungan Bisnis Agar Untung, besaran modal awal yang perlu dibutuhkan untuk memulai bisnis dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel.
ADVERTISEMENT
1. Biaya Tetap
Biaya tetap adalah jenis biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang tetap atau tidak berubah meskipun terjadi perubahan volume produksi atau penjualan.
Biaya juga dapat diartikan sebagai biaya yang harus dikeluarkan dengan jumlah yang tetap yaitu biaya tidak bervariasi dan tidak bergantung dari jumlah produk yang dihasilkan atau jumlah pendapatan yang diperoleh.
Contoh biaya tetap adalah gaji karyawan, biaya listrik, sewa gedung, biaya pajak, biaya-biaya administrasi, dan biaya-biaya lainnya.
2. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi. Contoh biaya variabel adalah biaya pembelian bahan baku, biaya kemasan dan penyimpanan, dan lain-lain.

Cara Mendapatkan Modal Usaha

Salah satu cara mendapatkan modal usaha adalah memperoleu pinjaman dari bank. Foto: Unsplash.com
Modal usaha sering kali menjadi hambatan seseorang untuk membuat suatu usaha. Padahal, saat ini ada banyak ide usaha yang hanya membutuhkan modal usaha yang kecil.
ADVERTISEMENT
Ada beragam ide usaha yang bermodalkan Rp 1 juta, bahkan ada beberapa ide bisnis yang tidak memerlukan modal usaha.
Calon pebisnis yang tidak memiliki modal dapat melakukan berbagai macam cara untuk memperoleh modal usaha. Dikutip dari Life Plan: Trik Perencanaan Matang karya Ahmad Abi, berikut cara mendapatkan modal.
1. Menabung
Menurut Ahmad Abi, menabung merupakan salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan oleh calon pebisnis dalam mendapatkan modal usaha. Dengan menabung, calon pengusaha tak perlu melakukan pinjaman ke pihak lain.
Menabung untuk modal usaha dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian dari jumlah pendapatan yang diperoleh. Menabung untuk modal usaha pada umumnya memakan waktu 1-3 tahun jika dilakukan dengan konsisten dan tidak digunakan untuk keperluan lain.
ADVERTISEMENT
2. Investasi
Investasi merupakan salah satu cara untuk memperoleh modal usaha. Dengan tabungan investasi, seseorang dapat memperoleh keuntungan, berbeda dengan menabung dengan cara biasa.
Keuntungan yang diperoleh dari investasi dapat digunakan sebagai modal usaha untuk merintis usaha yang diinginkan.
3. Menjual Aset
Selain menabung dan berinvestasi, menjual aset yang dimiliki juga merupakan salah satu cara untuk memperoleh modal usaha.
Cara ini dapat dilakukan dengan menjual berbagai macam barang atau properti yang dimiliki oleh seseorang, seperti kendaraan, perhiasan, dan lain-lain yang dapat menghasilkan uang.
Meskipun calon pengusaha akan kehilangan sebagian asetnya, tetapi ketika bisnis yang akan dirintisnya sukses, maka modal tersebut akan kembali dengan sejumlah keuntungan.
4. Pinjaman
Saat ini banyak lembaga keuangan yang menyediakan kredit atau pinjaman bagi masyarakat yang ingin mendapatkan modal untuk menjalankan bisnis.
ADVERTISEMENT
Contoh lembaga keuangan yang menyediakan kredit usaha adalah bank. Bank kini banyak menawarkan kredit usaha rakyat, seperti Kredit Usaha Rakyat Mandiri, Kredit Usaha Rakyat BTN, Kredit Usaha BRI, dan lain-lain.
Tak hanya itu, pinjaman modal usaha juga dapat diperoleh seseorang melalui pinjaman online yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan kredit.
Hal penting perlu diingat adalah pastikan pinjaman online untuk modal usaha dilakukan melalui perusahaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
5. Bantuan Pemerintah
Demi merangsang kegiatan ekonomi masyarakat, pemerintah kini banyak memberikan bantuan untuk masyarakat yang ingin memulai usaha.
Bantuan pemerintah dapat dijadikan sebagai cara mendapatkan modal usaha gratis. Banyak program-program yang dicanangkan pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam memulai usaha.
ADVERTISEMENT
(SAI)