Niat Mandi Puasa Ramadan, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang bulan Ramadan biasanya umat Islam melakukan beberapa hal, salah satunya mandi wajib. Bagi yang belum mengetahui niat mandi puasa Ramadan, kamu dapat menyimak artikel ini sampai habis, ya.
Bulan Ramadan selalu dinanti-nati oleh umat Islam karena bulan ini dipenuhi oleh berkah yang melimpah. Sebelum menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh, ada baiknya umat Islam menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh.
Hal ini bertujuan agar selama menjalankan puasa tubuh dalam keadaan suci dan bersih. Sebab itulah umat Islam sangat dianjurkan untuk mandi wajib terlebih dahulu.
Melaksanakan mandi wajib menjelang puasa juga harus disertai niat mandi puasa Ramadan. Bagi yang belum tahu niat mandi puasa Ramadan, berikut cara, waktu pelaksanaan, dan alasan melakukan mandi wajib selengkapnya.
Alasan Seorang Muslim Harus Mandi Wajib
Melansir laman Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, terdapat enam alasan untuk melakukan mandi wajib bagi muslim. Berikut penjelasannya:
Bertemunya dua alat kelamin walaupun tidak keluar air mani
Alasan pertama yang mewajibkan muslim harus mandi hadas besar ialah karena bertemunya dua alat kelamin meski tidak mengeluarkan mani. Perkara ini disebutkan dalam hadis sebagai berikut.
"Seorang laki-laki bertanya ke Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya, tetapi tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah). Namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi." (HR Muslim).
Keluarnya air mani karena syahwat
Alasan kedua, yakni karena keluarnya air mani yang disebabkan oleh timbulnya syahwat. Adapun hal ini dijelaskan dalam hadis berikut.
“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya basah sementara dia tidak ingat telah mimpi, beliau menjawab, "Dia wajib mandi". Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapatkan dirinya basah, beliau menjawab: "Dia tidak wajib mandi." (HR Abu Daud).
Selesai haid
Haid atau menstruasi merupakan siklus biologi yang dialami wanita ketika telah memasuki usia dewasa. Mandi wajib setelah haid juga telah dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari.
“Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan salat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan salat." (HR Bukhari).
Selesai nifas
Setelah melahirkan perempuan akan menjalani masa nifas yang biasanya berlangsung selama 40 hari. Begitu nifas selesai ia harus mandi wajib, hal ini dijelaskan dalm hadis berikut.
"Wanita yang nifas, mereka tidak salat di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selama 40 hari." (HR Tirmidzi).
Saat umat Islam meninggal dunia
Saat ada orang Islam yang meninggal dunia, mayat tersebut harus dimandikan oleh keluarga, saudara, atau lingkungan terdekatnya. Ketentuan ini juga telah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya:
"Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kapur barus (wewangian)." (HR Bukhari).
Orang yang baru masuk Islam
Orang yang baru masuk agama Islam (mualaf) harus melaksanakan mandi wajib. Aturan diperkuat dalam sebuah hadis berikut ini.
"Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara)." (HR An Nasai).
Tata Cara Mandi Wajib
Bagi yang belum tahu atau bahkan lupa mengenai tata cara mandi junub berikut Kabar Harian bagikan tutorialnya. Berikut tata cara mandi wajib puasa dengan cara Nabi Muhammad SAW berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim.
"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudu dengan wudu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sehingga cara mandi wajib untuk laki-laki adalah seperti berikut:
Membasuh kedua tangan
Menuangkan air menggunakan tangan kanan ke atas tangan kiri.
Membasuh kemaluan.
Berwudu layaknya cara wudu untuk salat.
Menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut secara merata.
Membasuh kepala tiga kali.
Membasuh seluruh tubuh.
Membasuh kedua kaki.
Sementara itu terdapat sedikit perbedaan saat melaksanakan mandi wajib bagi perempuan. Seorang wanita tidak perlu membuka jalinan rambutnya saat mandi wajib. Hal ini tertera dalam salah satu hadis:
"Ummu Salamah bertanya pada Nabi Muhammad SAW, "Aku berkata, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran." (HR. Muslim).
Dengan begitu, maka cara mandi wajib untuk perempuan ialah sebagai berikut:
Membaca niat mandi wajib.
Membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali.
Membersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya menggunakan tangan kiri.
Mencuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
Berwudu.
Membilas kepala dengan air bersih sebanyak 3 kali.
Mengguyurkan air ke tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu dilanjut dengan sisi tubuh kiri.
Selesai.
Bacaan Niat Mandi Wajib
Menurut Zaenal Abidin dalam buku Fiqh Ibadah, umat Islam harus mengetahui niat dan tata cara mandi wajib. Apakah kamu sudah tahu bagaimana niat mandi wajib puasa Ramadan? Kalau belum, ketahui jawabannya di bawah ini.
Niat mandi wajib setelah bersyahwat
"Nawaitul ghusla lifraf'il hadatsil akbar minal janabat fardhol illahi ta'aala.""
Artinya: "saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah ta'aala."
Niat mandi wajib setelah nifas
"Nawaitul ghusla lifraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardhol illahi ta'aala."
Artinya: "saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardu karena Allah ta'aala."
Niat mandi wajib setelah haid
"Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta'ala."
Artinya: "aku niat mandi hadas besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah ta'ala."
Waktu yang Tepat untuk Mandi Wajib Saat Ramadan
Menurut Ustaz Abu Muslim dalam buku 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam, waktu yang tepat untuk mandi wajib saat Ramadan ialah sebelum terbit fajar atau tergantung dari waktu yang tersisa untuk melakukan sahur.
Sebab sahur memiliki waktu yang terbatas mulai dari terbir fajar hingga atau masuknya waktu salat subuh. Jika waktu untuk sahur sangat terbatas, utamakan makan sahur terlebih dahulu.
Setelah makan sahur kamu bisa langsung melaksanakan mandi wajib. Sedangkan jika waktu sahur masih panjang atau banyak sebaiknya kamu mandi wajib terlebih dahulu. Setelah mandi wajib, kamu bisa sahur dalam keadaan tubuh sudah bersih dari hadas.
Demikianlah penjelasan mengenai niat mandi puasa Ramadan, alasan, tata cara, dan waktu pelaksanaan mandi wajib yang perlu kamu ketahui.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Mandi wajib apa doanya?

Mandi wajib apa doanya?
1. Niat mandi wajib setelah bersyahwat "Nawaitul ghusla lifraf'il hadatsil akbar minal janabat fardhol illahi ta'aala."" Artinya: "saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah ta'aala." 2. Niat mandi wajib setelah nifas "Nawaitul ghusla lifraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardhol illahi ta'aala." Artinya: "saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardu karena Allah ta'aala." 3. Niat mandi wajib setelah haid "Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta'ala." Artinya: "aku niat mandi hadas besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah ta'ala."
Kapan seharusnya mandi wajib?

Kapan seharusnya mandi wajib?
Mandi wajib dilakukan pada kondisi tertentu seperti bertemunya dua alat kelamin walaupun tidak keluar air mani, keluarnya air mani karena syahwat, selesai haid, selesai nifas, saat umat Islam meninggal dunia, hingga bagi orang yang baru masuk Islam.
Kapan mandi wajib sebelum puasa Ramadan?

Kapan mandi wajib sebelum puasa Ramadan?
Waktu yang tepat untuk mandi wajib saat Ramadan ialah sebelum terbit fajar atau tergantung dari waktu yang tersisa untuk melakukan sahur.
