Konten dari Pengguna

Niat Mandi Wajib, Tata Cara, Syaratnya yang Sesuai Syariat Islam

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi niat mandi wajib. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi niat mandi wajib. Foto: unsplash.com.

Daftar isi

Bacaan niat mandi wajib menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan umat Islam agar dapat melaksanakan ibadah secara sah. Mandi wajib yang disyariatkan dalam Islam dikerjakan karena sebab-sebab tertentu dengan rukun dan syarat tertentu pula.

Mandi wajib juga menjadi proses pembersihan fisik yang hukumnya fardhu ’ain bagi seorang muslim. Artinya, jika diikerjakan akan mendapat pahala, tapi jika ditinggalkan akan berakibat dosa.

Syariat mandi wajib juga diterangkan dalam Alquran surat Al Maidah ayat 6 yang artinya, “jika kamu junub maka mandilah”. Seorang muslim yang ingin mengerjakan mandi wajib, simaklah artikel ini sampai selesai untuk mengetahui rukun dan tata cara mandi wajib yang tepat.

Niat Mandi Wajib

Ilustrasi niat mandi wajib. Foto: unsplash.com.

Mandi wajib dalam Islam bertujuan untuk membersihkan tubuh dan menyucikan diri kembali dari hadas besar. Mandi wajib berlaku untuk wanita dan laki-laki.

Mengutip buku berjudul Kajian Fiqih oleh Shofiyun Nahidloh, dkk., sebab mandi wajib di antaranya, yaitu:

  • Mengeluarkan air mani secara tak sengaja maupun sengaja

  • Setelah melakukan hubungan intim

  • Setelah haid atau menstruasi

  • Setelah melahirkan

  • Masuk Islam atau menjadi mualaf

  • Mati bukan karena mati perang di jalan Allah atau syahid.

Mengutip buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, bacaan niat mandi wajib sebab haid dan bersyahwat berbeda dengan bacaan niat mandi wajib sebab melahirkan atau nifas. Berikut niat yang dibaca ketika mandi wajib setelah haid atau bersyahwat:

Bismillahirahmanirahim Nawaitul ghusla lirafil hadastsil akbar minal janabati fardhon lillahi ta’ala.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah fardhu karena Allah Ta’ala.

Sementara itu, niat mandi wajib yang dilakukan setelah keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, yaitu:

Bismillahirahmanirahim nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minan nafsi farshlon lillahi ta’ala.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, farshu karena Allah Ta’ala.

Perlu diperhatikan, niat mandi wajib sebaiknya diucapkan saat menyiramkan air ke bagian tubuh. Bila niat dilafalkan setelah seseorang membasuh anggota badannya, amalan yang dilakukan tidak sah.

Orang tersebut harus mengulang kembali niatnya ketika memulai membasuhkan air ke seluruh anggota badan. Begitu pula jika berniat sebelum air sampai ke badan, niat tersebut tidak sah dan harus mengulang kembali saat membasuh air ke anggota tubuh.

Lebih lanjut, orang yang tidak berniat mandi wajib tak memenuhi rukun mandi wajib. Maka dari itu, orang tersebut tak dapat dikatakan telah melakukan mandi wajib. Orang itu hanya mengerjakan mandi biasa dan masih terikat dengan hadas besar.

Lalu, apa saja rukun mandi wajib dalam Islam? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Niat Mandi Idul Adha beserta Tata Cara dan Amalan Sunnah Lainnya

Syarat, Sunah, dan Rukun Mandi Wajib dalam Islam

Ilustrasi rukun, syarat, dan sunah mandi wajib. Foto: unsplash.com.

Mandi wajib dalam Islam memiliki syarat dan rukun yang perlu diperhatikan umat Muslim. Mengutip buku dengan judul Blak-Blakan Bahasa Mapel Pendidikan Agama Islam SMP oleh Jondra Pianda, berikut rukun, syarat, dan sunah mandi wajib umat Islam.

a. Rukun Mandi Wajib

  1. Membaca niat mandi wajib sesuai dengan sebab seperti di atas.

  2. Membersihkan anggota badan dari najis, seperti sperma, darah, dan lain-lain.

  3. Meratakan air suci ke seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki.

b. Syarat Mandi Wajib

Selain rukun, ada juga syarat-syarat mandi wajib dalam Islam yang perlu dipenuhi seorang muslim, yaitu:

  • Niat

  • Islam

  • Berakal sehat

  • Menggunakan air suci

  • Tidak ada hal-hal yang menghalangi tembusnya air ke kulit

  • Telah berhentinya hal-hal yang mewajibkan mandi seperti darah haid dan nifas sudah berhenti.

c. Sunah Mandi Wajib

Setelah memenuhi rukun dan syarat-syarat di atas, ada pula beberapa anjuran yang disunahkan saat melakukan mandi wajib, yaitu:

  • Membaca basmalah ketika mandi

  • Berwudu terlebih dahulu

  • Meratakan air ke seluruh tubuh dan mengusapnya sampai kotoran hilang

  • Membasuh hingga tiga kali

  • Mendahulukan anggota badan yang kanan

  • Menggunakan wangi-wangikan

  • Membaca doa setelah mandi yakni doa setelah wudhu.

Tata Cara Mandi Wajib

Ilustrasi tata cara mandi wajib. Foto: unsplash.com.

Melaksanakan mandi wajib bukan sekadar mandi biasa, ada tata cara dan amalan yang harus dilakukan. Dirangkum dari buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, berikut niat dan tata cara mandi wajib yang dapat dipelajari.

1. Membaca niat Mandi Wajib

Membaca niat mandi wajib di awal seperti yang telah dijelaskan di atas sesuai dengan kondisi dan rukun mandi wajib. Cara membaca niat dapat dilafalkan di dalam hati dan bersuara.

2. Membersihkan Telapak Tangan 3x

Agar sesuai sunnah Rasulullah, cucilah tangan sebanyak tiga kali dengan tujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

3. Membersihkan Kotoran

Bersihkan kotoran yang menempel di sekitar tempat tersembunyi seperti bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain-lain.

4. Bersihkan Tangan

Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya, yaitu mengusap-usap tangan ke tanah atau tembok kemudian dibilas dari langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.

5. Berwudhu

Lanjutkan dengan gerakan wudu yang sempurna seperti saat akan sholat. Dimulai dengan membasuh tangan sampai membasuh kaki.

6. Basuh Rambut dan kepala

Bagian rambut dan kepala dapat dibasuh secara khusus. Caranya, yaitu masukkan tangan ke dalam air kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala.

Jika sudah, guyur kepala dengana air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.

7. Bilas Seluruh Tubuh

Terakhir, bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air dimulai dari sisi yang kanan dan lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Saat menjalankan tata cara mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

(IPT)