Nilai-Nilai Antikorupsi yang Dirumuskan KPK sebagai Pendidikan Karakter

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan nilai-nilai antikorupsi yang dirumuskan KPK dan pemangku kepentingan antikorupsi lainnya. Buatlah akronim/jembatan keledai untuk memudahkan Anda mengingatnya.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter karena bertujuan membentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan memiliki integritas tinggi.
Pendidikan antikorupsi tidak hanya membahas tentang larangan korupsi, tetapi juga menanamkan nilai moral yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tuliskan Nilai-Nilai Antikorupsi yang Dirumuskan KPK dan Pemangku Kepentingan Antikorupsi Lainnya
Tuliskan nilai-nilai antikorupsi yang dirumuskan KPK dan pemangku kepentingan antikorupsi lainnya. buatlah akronim/jembatan keledai untuk memudahkan Anda mengingatnya.
Berdasarkan informasi aclc.kpk.go.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama berbagai pemangku kepentingan antikorupsi merumuskan sembilan nilai utama yang menjadi dasar perilaku antikorupsi.
Nilai tersebut terdiri atas jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Kesembilan nilai itu dikenal sebagai prinsip integritas untuk mencegah tindakan korupsi dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia kerja.
Nilai jujur menjadi fondasi utama karena seseorang yang memiliki kejujuran tidak akan mudah melakukan kecurangan ataupun penyimpangan. Sementara itu, nilai disiplin dan tanggung jawab mengajarkan pentingnya mematuhi aturan serta menyelesaikan tugas dengan baik.
KPK juga menekankan bahwa kerja keras dan sikap mandiri dapat membantu seseorang menjauhi perilaku instan yang berpotensi mengarah pada korupsi.
Berikut sembilan nilai antikorupsi yang dirumuskan KPK, agar lebih mudah diingat, sembilan nilai tersebut dapat dibuat menjadi akronim sederhana, yaitu “JuPe ManDi TangKer SeBerAd”
Ju = Jujur
Pe = Peduli
Man = Mandiri
Di = Disiplin
Tang = Tanggung jawab
Ker = Kerja keras
Se = Sederhana
Ber = Berani
Ad = Adil
Akronim tersebut dapat digunakan sebagai jembatan keledai agar proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Metode seperti ini sering digunakan dalam pendidikan karakter supaya materi lebih cepat dihafal dan dipahami.
Penanaman nilai antikorupsi tidak cukup hanya lewat teori, tetapi juga perlu dibiasakan melalui tindakan sederhana seperti tidak mencontek, menghargai waktu, serta berani berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.
KPK menjelaskan bahwa integritas adalah keselarasan antara ucapan, tindakan, dan nilai moral yang diyakini seseorang. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta lingkungan yang lebih bersih dan bertanggung jawab.
Tuliskan nilai-nilai antikorupsi yang dirumuskan KPK dan pemangku kepentingan antikorupsi lainnya. Buatlah akronim/jembatan keledai untuk memudahkan anda mengingatnya.
Bukan sekadar materi pembelajaran, tetapi juga pengingat penting bahwa sikap antikorupsi harus dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. (Rahma)
Baca juga: Karakteristik Perilaku pada Fase Perkembangan Sosial, Emosional, dan Moral
