Konten dari Pengguna

Operasi Zebra sampai Kapan? Simak Informasinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Operasi zebra sampai kapan. Foto; Unsplash/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Operasi zebra sampai kapan. Foto; Unsplash/Annie Spratt

Operasi zebra sampai kapan menjadi pertanyaan banyak pengendara menjelang akhir tahun karena meningkatnya aktivitas masyarakat memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru.

Operasi Zebra adalah agenda rutin Korlantas Polri untuk menertibkan lalu lintas sekaligus menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga penyuluhan dan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berkendara.

Melalui pendekatan humanis, Polri berharap kesadaran pengguna jalan meningkat sehingga keselamatan bersama dapat terjaga.

Operasi Zebra sampai Kapan?

Ilustrasi Operasi zebra sampai kapan. Foto; Unsplash/Michael Förtsch

Operasi zebra sampai kapan telah dijelaskan secara resmi melalui informasi Korlantas Polri korlantas.polri.go.id, menegaskan bahwa Operasi Zebra 2025 berlangsung mulai 17 November hingga 30 November 2025, atau selama 14 hari. Rentang waktu ini berlaku secara nasional dan diterapkan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengacu pada tiga parameter utama yang ditetapkan Korlantas, yaitu penekanan pada aspek pengendara, kendaraan, dan kelayakan jalan.

Selain itu, penentuan sasaran juga didasarkan pada data pelanggaran dan kecelakaan yang terjadi di tiap daerah, sehingga proses penindakan lebih tepat sasaran.

Selama berlangsungnya Operasi Zebra, pengendara diimbau memastikan seluruh kelengkapan berkendara sesuai aturan.

Beberapa pelanggaran yang menjadi fokus penindakan antara lain penggunaan helm SNI, sabuk pengaman, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak melawan arus, dan memastikan SIM serta STNK dalam kondisi berlaku.

Korlantas juga menyoroti fenomena balap liar yang kerap membahayakan pengguna jalan lainnya, sehingga menjadi salah satu sasaran prioritas.

Selain itu, perlindungan terhadap pejalan kaki kini menjadi perhatian besar, mengingat kelompok ini cukup rentan terhadap risiko kecelakaan.

Operasi Zebra 2025 juga mengedepankan sosialisasi dan edukasi melalui berbagai media. Polri bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk pengelola jalan tol, untuk memasang informasi dan imbauan keselamatan di sejumlah titik strategis.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat lebih memahami tujuan operasi dan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Di sisi lain, penegakan hukum tetap diberlakukan bagi pelanggaran berbahaya yang mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Dengan adanya Operasi Zebra 2025, masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kedisiplinan saat berkendara. Mematuhi aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga sebagai langkah menjaga keselamatan bersama. (YOLAN)

Baca juga: Operasi Zebra 2025 Mulai Jam Berapa? Ini Informasinya!