Pandangan Casel dalam Pembelajaran di Kelas sebagai Guru, Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana Anda sebagai guru memandang pentingnya casel dalam pembelajaran di kelas? Pertanyaannya kelihatan serius, tapi sebenarnya dekat sekali dengan kejadian sehari-hari di kelas. Karena, belajar itu bukan cuma duduk, dengar materi, terus selesai.
Ada peserta didik yang gampang bergaul, ada yang butuh waktu buat membuka diri, ada yang gampang panik, ada juga yang masih belajar mengatur emosinya. Hal-hal seperti ini punya kaitan dengan lima kompetensi dalam kerangka CASEL.
Mengutip Jurnal Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional untuk Meningkatkan Hasil Belajar: Sebuah Kajian Literatur oleh Tsary, dkk (2024), CASEL mendorong penerapan pembelajaran sosial-emosional di lingkungan pendidikan.
Inilah Penjelasan Pandangan Casel dalam Pembelajaran di Kelas sebagai Guru
Bagaimana Anda sebagai guru memandang pentingnya casel dalam pembelajaran di kelas? Berikut jawaban yang bisa dijadikan referensi:
CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) memiliki peran penting dalam pembelajaran karena pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perkembangan sosial dan emosional peserta didik.
Sebagai guru, saya memandang CASEL sebagai salah satu landasan untuk membantu siswa menjadi lebih mampu mengenali dirinya, mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, serta mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya.
CASEL mencakup lima kompetensi utama, yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kelima aspek tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Misalnya, siswa diajak mengenali perasaan sebelum belajar, mengendalikan emosi ketika menghadapi kesulitan, menghargai pendapat teman, bekerja sama dalam kelompok, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.
Menurut saya, kemampuan sosial dan emosional juga berkaitan erat dengan keberhasilan akademik. Siswa yang mampu memahami kondisi dirinya akan lebih mudah mengenali kebutuhan dan cara belajar yang sesuai.
Siswa juga dapat mengatur waktu, mempertahankan motivasi, mengatasi rasa frustrasi ketika menghadapi tugas yang sulit, serta tetap berkonsentrasi selama proses pembelajaran.
Sebaliknya, kesulitan dalam mengelola emosi dapat membuat siswa lebih mudah kehilangan fokus dan kurang termotivasi untuk belajar. Penerapan CASEL juga dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih aman, nyaman, dan positif.
Hubungan antara guru dan siswa maupun antarsiswa dapat menjadi lebih baik karena saling belajar berkomunikasi, berempati, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang tepat.
Kegiatan seperti diskusi kelompok, refleksi diri, dan check-in mengenai kondisi emosi dapat menjadi contoh sederhana untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional di kelas.
Selain mendukung proses belajar, CASEL juga mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan di luar lingkungan sekolah.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami orang lain, mengelola diri, dan menentukan pilihan secara bijak merupakan keterampilan yang akan terus dibutuhkan dalam kehidupan pribadi maupun di dunia kerja.
Oleh karena itu, penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta latar belakang siswa agar tidak menjadi beban tambahan bagi guru maupun peserta didik.
Dengan demikian, CASEL dapat menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena membantu peserta didik berkembang dalam kemampuan akademik, mengelola diri, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. (Fikah)
Baca juga: Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara
