Pasar Tradisional: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan sifatnya, pasar dibedakan menjadi dua, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Secara umum, pasar merupakan tempat akhir berlabuhnya produk di suatu tempat dalam situasi dan kondisi tertentu untuk menunggu konsumen datang.
Pasar tradisional adalah pasar yang masih sangat sederhana. Bentuk bangunannya tidak rapi dan barang yang diperdagangkan hanya menjual kebutuhan pokok. Selain itu, transaksi yang dilakukan juga masih terjadi tawar-menawar.
Sementara itu, pasar modern adalah pasar yang sudah menggunakan bangunan bagus dan permanen. Pada pasar modern, pembeli melayani diri sendiri dan tidak terjadi tawar-menawar.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pasar tradisional, mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, contoh, kelebihan dan kekurangan, hingga perbedaannya dengan pasar modern.
Pengertian Pasar Tradisional
Menurut Raba Nathaniel dalam Pengantar Bisnis (2020: 89), pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional di mana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar-menawar secara langsung. Barang-barang yang diperjualbelikan berupa barang kebutuhan pokok.
Sementara itu, menurut Linda Pramita dan Harris S. Yulianto dalam Buku Master Ringkasan Materi dan Kumpulan Rumus Lengkap SD/MI Kelas 4, 5, 6 (2015: 163), pasar tradisional adalah pasar yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga, di tempat yang terbuka, bentuk bangunannya berupa lapak (dapat berupa terpal yang digelar), tidak rapi, dapat melakukan tawar-menawar, dan barang yang dijual adalah barang kebutuhan pokok.
Kegiatan yang terjadi di pasar tradisional adalah kegiatan ekonomi, di mana dalam proses transaksinya masih dilakukan secara tradisional.
Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, pasar tradisional dan pasar modern didefinisikan sebagai berikut.
Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah, termasuk kerja sama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil, dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar-menawar.
Sementara itu, pasar modern adalah pasar dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk minimarket, supermarket, department store, hypermarket, ataupun grosir yang berbentuk perkulakan.
Adapun perbedaan pasar tradisional dan pasar modern adalah sebagai berikut.
1. Kondisi Produk
Perbedaan kondisi produk di pasar tradisional dengan pasar modern adalah bahan produk di pasar tradisional biasanya segar dan baru, sedangkan di pasar modern terkadang produk yang dijual sudah tersimpan lama.
2. Kebersamaan Antarpenjual
Di pasar tradisional, antarpenjual memiliki rasa solidaritas karena mereka tidak menggunakan daya saing yang tinggi, melainkan mengandalkan kebersamaan.
Sementara itu, pada pasar modern, sering terjadi monopoli dagang antara pasar satu dengan pasar yang lain, misalnya dengan saling memberikan penawaran terbaik.
3. Harga Jual Produk
Harga jual produk di pasar tradisional lebih murah dibanding dengan pasar modern.
4. Fasilitas
Pasar tradisional terletak di tempat yang terbuka dan tidak menggunakan fasilitas yang memberikan kenyamanan pembeli. Sementara, di pasar modern menyediakan fasilitas terbaik, sehingga pembeli merasakan kenyamanan saat akan memilih produk yang akan dibeli.
5. Kebersihan
Kebersihan di pasar tradisional dengan pasar modern sangat berbanding terbalik. Pasar tradisional identik dengan bau ataupun tempat yang kotor dan becek, sedangkan pasar modern berada dalam bangunan modern dengan petugas kebersihan yang selalu siaga.
6. Sistem Penjualan
Sistem penjualan pada pasar tradisional menggunakan sistem tawar-menawar, sedangkan harga pada pasar modern sudah ditetapkan oleh perusahaan, sehingga pembeli tidak akan bisa menawar harga barang yang dijual.
7. Jam Buka Pasar
Jam buka pasar modern biasanya sudah ditetapkan mulai dari jam 9 pagi dan tutup pada jam 9 malam, tergantung kebijakan setiap perusahaan. Sementara, pasar tradisional memiliki jam buka yang lebih fleksibel dan cenderung sudah buka pagi-pagi sekali.
Di sisi lain, pasar tradisional pada dasarnya memiliki persamaan dengan pasar modern. Dalam ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatan atau proses transaksinya, bukan tempatnya.
Salah satu yang menjadi persamaan pasar tradisional dan pasar modern adalah adanya kegiatan transaksi jual beli, di mana pembeli bebas memilih produk yang akan dibeli dan penjual memberikan harga pada barang jualannya.
Selain itu, persamaan pasar tradisional dengan pasar modern lainnya dilihat dari segi fungsi. Sekurang-kurangnya, terdapat tiga fungsi utama pasar, yaitu fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi.
Fungsi distribusi, pasar berperan sebagai penyalur barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui transaksi jual beli.
Fungsi pembentukan harga, penjual di pasar yang melakukan permintaan atas barang yang dibutuhkan.
Fungsi promosi, pasar dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dari produsen kepada calon konsumennya.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional
Dikutip dari Panduan Mudah Menyusun SOP oleh Indra Mahardika Putra (2020: 49), kelebihan dan kekurangan pasar tradisional dibandingkan dengan pasar modern adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan Pasar Tradisional
Tidak terjadi monopoli pasar oleh produsen tertentu.
Pendapatan para penjual cenderung merata tergantung cara bernegosiasi dengan para pembeli.
Kegiatan ekonomi pasar tradisional berlandaskan pada kejujuran.
Pemerintah tidak bisa melakukan intervensi terhadap operasional di pasar tradisional.
Penjual dapat masuk dan keluar pasar dengan mudah.
2. Kekurangan Pasar Tradisional
Pertumbuhan ekonomi di pasar tradisional termasuk cukup lambat.
Tidak ada inovasi di dalam pasar sehingga kualitas produk dan layanan cenderung tidak berkembang. Hal ini menjadi salah satu faktor eksistensi pasar tradisional di era modern mulai hilang.
Jenis pasar ini sangat terikat dengan budaya setempat sehingga sulit untuk berubah.
Produk yang dijual terbatas karena bergantung pada hasil kekayaan alam, misalnya sayuran, ternak, dan bahan baku makanan lainnya.
Nilai atau harga suatu barang di pasar tradisional didasarkan proses tawar-menawar dan tidak ada standar bakunya.
Ciri-Ciri Pasar Tradisional
Secara umum, ciri khas yang ditemukan di pasar tradisional adalah antara penjual dan pembeli harus bertemu dalam waktu tertentu. Tujuannya untuk menentukan produk yang diinginkan, kemudian berdiskusi dengan penjual untuk sebuah kesepakatan harga yang disetujui kedua belah pihak.
Selain itu, menurut Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, pasar tradisional memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut.
Dimiliki, dibangun, dan dikelola oleh pemerintah daerah atau swasta.
Adanya sistem tawar-menawar antara penjual dan pembeli.
Terdapat berbagai macam jenis usaha yang menyatu pada lokasi yang sama.
Sebagian besar barang dan jasa yang dijual berbahan lokal.
Fungsi Pasar Tradisional
Dikutip dari Pasar Tradisional: Kebertahanan Pasar Dalam Konstelasi Kota oleh Istijabatul Aliyah (2020: 4), pasar tradisional memiliki beberapa fungsi, antara lain:
Memegang peran sosial dengan menyediakan kebutuhan harian, barang-barang keperluan lain, dan pelayanan pada daerah setempat.
Mendukung aktivitas ekonomi masyarakat atau wilayah.
Menghasilkan keuntungan finansial bagi yang terlibat dalam perdagangan maupun pendapatan bagi daerah setempat.
Sebagai fasilitas perbelanjaan bagi wilayah pelayanan dan wahana kegiatan sosial maupun rekreasi.
Sebagai penekan dan pengaturan para pelaku yang terlibat sekaligus sebagai solusi yang memberikan dan menyediakan berbagai fasilitas.
Menjadi pusat pertemuan dan pusat pertukaran informasi masyarakat.
Sebagai distribusi, organisir produk, penetapan nilai, dan pembentuk harga.
Sebagai mekanisme yang memelihara dan mengatur arus barang.
Adapun beberapa manfaat pasar tradisional adalah sebagai berikut.
Memberikan pelayanan kepada semua tingkatan golongan masyarakat dan menjadi tempat bertemunya antargolongan tersebut.
Menyediakan berbagai jenis pelayanan sehingga pasar menjadi tempat berbelanja dan berdagang dari berbagai golongan masyarakat.
Menampung pedagang-pedagang kecil golongan ekonomi lemah.
Menumbuhkan berbagai kesempatan kerja sampingan dan pelayanan penunjang.
Selain itu, untuk mendukung efektivitas fungsi pasar tradisional di era modern, salah satu cara yang dilakukan adalah mendorong digitalisasi pasar tradisional. Hal ini membuat masyarakat dapat melakukan transaksi perdagangan secara virtual, sehingga baik penjual maupun pembeli tidak perlu bertatap muka.
Contoh Pasar Tradisional
Ada banyak sekali contoh jenis pasar tradisional di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pasar tradisional di Aceh hingga pasar tradisional di Papua. Adapun beberapa contoh pasar tradisional adalah sebagai berikut.
Pasar Condong Catur di Sleman
Pasar Kebun Sayur di Balikpapan.
Pasar Beringharjo di Yogyakarta
Pasar Senen di Jakarta
Pasar Minggu di Jakarta
Pasar Ikan di Medan
Pasar Terapung Sungai Barito di Banjarmasin
Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta
Pasar Cisalak di Depok
Pasar Kebun Lada di Binjai
Peraturan Pasar Tradisional
Pemerintah dalam pengelolaan pasar telah menerbitkan peraturan tentang pasar tradisional dalam Perpres Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Perpres tersebut menerbitkan regulasi tentang peraturan pasar tradisional dalam substansi masalah sebagai berikut.
1. Lokasi Pendirian
Lokasi pendirian pasar tradisional wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasi.
2. Pendirian Pasar Tradisional
Pendirian pasar tradisional wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut.
Memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern serta usaha kecil, termasuk koperasi yang ada di wilayah yang bersangkutan.
Menyediakan areal parkir paling sedikit kebutuhan parkir satu buah kendaraan roda empat untuk setiap 100 meter persegi luas lantai penjualan pasar tradisional.
Menyediakan fasilitas yang menjamin pasar tradisional yang bersih, sehat (higienis), aman, tertib, dan ruang publik yang nyaman.
3. Penyediaan Areal Parkir
Penyediaan areal parkir dapat dilakukan berdasarkan kerja sama antara pengelola pasar tradisional dengan pihak lain.
4. Izin Usaha
Untuk melakukan usaha pasar tradisional wajib memiliki Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T).
5. Pembinaan Pasar Tradisional
Dalam rangka pembinaan pasar tradisional, pemerintah daerah melakukan beberapa hal sebagai berikut.
Mengupayakan sumber-sumber alternatif pendanaan untuk pemberdayaan pasar tradisional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meningkatkan kompetensi pedagang dan pengelola pasar tradisional.
Memprioritaskan kesempatan memperoleh tempat usaha bagi pedagang pasar tradisional yang telah ada sebelum dilakukan renovasi atau relokasi pasar tradisional.
Mengevaluasi pengelolaan pasar tradisional.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan pasar modern?

Apa yang dimaksud dengan pasar modern?
Pasar modern adalah pasar dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk minimarket, supermarket, department store, hypermarket, ataupun grosir yang berbentuk perkulakan.
Apa perbedaan pasar tradisional dengan pasar modern dari segi kondisi produk?

Apa perbedaan pasar tradisional dengan pasar modern dari segi kondisi produk?
Perbedaan kondisi produk di pasar tradisional dengan pasar modern adalah bahan produk di pasar tradisional biasanya segar dan baru, sedangkan di pasar modern terkadang produk yang dijual sudah tersimpan lama.
Apa perbedaan pasar tradisional dengan pasar modern dari segi sistem penjualan?

Apa perbedaan pasar tradisional dengan pasar modern dari segi sistem penjualan?
Sistem penjualan pada pasar tradisional menggunakan sistem tawar-menawar, sedangkan harga pada pasar modern sudah ditetapkan oleh perusahaan, sehingga pembeli tidak akan bisa menawar harga barang yang dijual.
