Konten dari Pengguna

Pembobotan Subtes UTBK 2026 Apakah Semua Sama? Cek di Sini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pembobotan Subtes UTBK 2026, Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pembobotan Subtes UTBK 2026, Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO/kumparanNEWS

Dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi khusus jalur UTBK SNBT, pembobotan subtes UTBK menjadi hal yang banyak dicari taju oleh peserta ujian untuk memahami bagaimana nilai UTBK dihitung.

UTBK SNBT adalah jalur seleksi masuk PTN yang menggunakan hasil UTBK sebagai dasar penilaian. UTBK sendiri merupakan tes potensi skolastik, sedangkan SNBT adalah sistem pendaftarannya, sehingga peserta perlu mengikuti ujian untuk mendapatkan nilai seleksi.

Pembobotan Subtes UTBK 2026 untuk Seleksi Masuk PTN

Ilustrasi Peserta UTBK, Foto: Alya Zahra/kumparan/kumparanNEWS

Pembobotan subtes UTBK 2026 apakah semua sama? Mengutip situs https://pendidikan-matematika.fmipa.unesa.ac.id/, pembobotan subtes dalam UTBK SNBT 2026 tidak semuanya sama.

Setiap program studi atau jurusan memiliki prioritas penilaian yang berbeda, sehingga nilai dari masing-masing subtes bisa memiliki pengaruh yang tidak seimbang.

Hal ini dilakukan agar seleksi mahasiswa lebih relevan dengan kebutuhan akademik di jurusan yang dipilih, bukan sekadar berdasarkan total skor keseluruhan saja.

Dalam sistem UTBK SNBT, terdapat beberapa komponen utama yang diujikan, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika.

Meskipun semua subtes tersebut tetap dihitung, pihak seleksi dapat memberikan bobot lebih besar pada subtes tertentu sesuai karakter jurusan.

Artinya, dua peserta dengan jumlah jawaban benar yang sama bisa saja memperoleh skor akhir yang berbeda karena perbedaan tingkat kesulitan soal yang dikerjakan dan distribusi subtes yang dikuasai.

Secara umum, berikut gambaran atau contoh pembobotan berdasarkan kelompok jurusan:

  • Jurusan teknik dan sains cenderung lebih menitikberatkan pada penalaran matematika dan kemampuan kuantitatif.

  • Jurusan sosial, hukum, dan bisnis biasanya lebih fokus pada kemampuan literasi dan pemahaman bacaan.

TPS tetap menjadi komponen penting karena mengukur logika, penalaran, dan kemampuan berpikir dasar yang dibutuhkan di semua jurusan.

Selain itu, sistem penilaian UTBK menggunakan metode Item Response Theory (IRT). Dalam sistem ini, setiap soal memiliki bobot yang berbeda tergantung tingkat kesulitannya.

Soal yang lebih sulit akan memberikan skor lebih tinggi jika dijawab benar, sedangkan soal mudah memberikan skor standar. Inilah alasan mengapa jumlah jawaban benar yang sama tidak selalu menghasilkan nilai akhir yang sama.

Dengan memahami perbedaan pembobotan ini, strategi belajar menjadi jauh lebih penting.

Peserta tidak hanya perlu belajar semua materi, tetapi juga harus mengetahui subtes mana yang paling berpengaruh terhadap jurusan tujuan agar bisa memaksimalkan peluang lolos ke perguruan tinggi negeri impian.

Demikianlah, pembobotan subtes UTBK SNBT 2026 yang bersifat dinamis dan berbeda-beda tergantung jurusan, sehingga penting bagi peserta untuk menyusun strategi belajar yang tepat dan terarah. (Fikah)

Baca juga: Lokasi UTBK SNBT 2026 di Berbagai Kampus Ternama