Pendekatan untuk Pembelajaran Berbasis Pengalaman sebagai Referensi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merancang pembelajaran berbasis pengalaman dikaitkan dengan proses pembelajaran, pendekatan yang paling sesuai adalah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Informasi seputar pendekatan ini pun patut diketahui.
Dikutip dari situs lmsspada.kemdiktisaintek.go.id, pendekatan pembelajaran adalah cara pengelolaan kegiatan belajar dan perilaku siswa agar aktif dalam melakukan tugas belajar. Dengan begitu, proses pembelajaran berlangsung dengan optimal dan peserta didik bisa memperoleh prestasi belajar.
Merancang Pembelajaran Berbasis Pengalaman Dikaitkan dengan Proses Pembelajaran, Pendekatan yang Paling Sesuai adalah Konseptual
Ada banyak jenis pendekatan pembelajaran, salah satunya yang mengaitkan dengan pengalaman. Merancang pembelajaran berbasis pengalaman dikaitkan dengan proses pembelajaran, pendekatan yang paling sesuai adalah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL).
Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching Learning adalah pendekatan dalam proses pembelajaran yang membantu guru mengaitkan materi pengajaran dengan situasi nyata dari peserta didik, sebagaimana dikutip dari situs bdkjakarta.kemenag.go.id.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dari lingkungan sekitar. Dengan pendekatan berbasis pengalaman, maka peserta didik dapat membayangkan setiap materi dengan kegiatan nyata yang terjadi pada kehidupan.
Melalui penerapan pendekatan ini, diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan sehari-hari. Hasilnya peserta didik dapat mengimplementasikan materi yang dipelajari dengan konteks keseharian dalam hidup.
Tujuan dari pembelajaran dengan pendekatan kontekstual adalah untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan yang fleksibel dan dapat ditransfer dari satu konteks ke konteks lainnya, dikutip dari situs pgsd.binus.ac.id. Harapannya peserta didik dapat mempelajari materi dan menghubungkannya dengan situasi di kehidupan.
Jadi pendekatan ini lebih menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam setiap materi pembelajaran. Hendaknya guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki melalui pengetahuan yang didapatkannya.
Pendekatan ini juga membuat peserta didik memperoleh pengetahuan serta keterampilan dari konteks yang terbatas, dan dari proses mengkonstruksi sendiri. Nantinya, hasil yang didapatkan menjadi bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupan bermasyarakat.
Diterapkannya pendekatan untuk pembelajaran berbasis pengalaman, maka kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal untuk meraih hasil yang diinginkan. Peserta didik pun dapat mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan beragam kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. (Prima)
Baca juga: Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Identitas Nasional
