Konten dari Pengguna

Pengertian Distribusi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Faktor yang Memengaruhi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Distribusi. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Distribusi. Foto: Freepik

Bagi yang mempelajari ilmu ekonomi mungkin sudah tidak asing lagi dengan pengertian distribusi. Apa itu distribusi? Menurut ilmu ekonomi, distribusi adalah salah satu bentuk kegiatan yang berkaitan dengan konsumen dan produsen.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), distribusi adalah penyaluran (pembagian dan pengiriman) kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat. Supaya lebih paham, simak penjelasan lebih lengkapnya dalam uraian di bawah ini.

Pengertian Distribusi

Selain dari sisi ilmu ekonomi dan KBBI, ada pula pengertian distribusi menurut para ahli. Mengutip buku Panduan Lengkap Manajemen Distribusi oleh Nanang Tegar, berikut ini pengertian distribusi menurut para ahli.

Ilustrasi kegiatan distribusi. Foto: Freepik
  • Hall: Distribusi adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengirimkan suatu produk ke pelanggan setelah penjualan.

  • Soekartawi: Distribusi adalah kegiatan atau proses membuat barang atau jasa yang di mana konsumen dapat menerimanya dan konsumen menggunakannya, tanpa menjualnya kembali kepada konsumen lain.

  • Basu Swastha: Distribusi adalah suatu proses menyalurkan suatu barang atau hasil produksi yang telah dibuat oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen personal atau industri yang mendapatkan barang atau jasa dari perusahaan yang menyalurkan.

  • Alex S. Nitisemito: Distribusi adalah suatu lembaga yang menyalurkan barang dan jasa yang berasal dari produsen kepada konsumen dan pelaku distribusi tersebut dikenal dengan istilah distributor.

  • Assauri: Distribusi adalah sebuah kegiatan dengan tujuan untuk memindahkan suatu produk dari sumbernya kepada konsumen dengan waktu distribusi yang tepat waktu.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen dengan estimasi waktu yang tepat.

Jenis-Jenis Distribusi

Ilustrasi Distribusi. Foto: Freepik

Dalam perekonomian yang telah maju, produsen biasanya tidak langsung menjual hasil produksinya kepada konsumen akhir. Ada banyak jenis distribusi yang dapat digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa disesuaikan dengan kebijakan tiap-tiap perusahaan.

Dikutip dari buku Mengenal Kegiatan Distribusi karya Westriningsih, jenis-jenis distribusi dapat dibedakan sebagai berikut:

Sistem distribusi jalan pendek atau langsung

Sistem distribusi langsung adalah sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi atau dalam sistem ini tidak ada pedagang perantara.

Pembeli datang langsung kepada perusahaan atau produsen untuk membeli barang atau jasa. Misalnya, pembeli membeli ikan langsung kepada nelayan untuk konsumsi.

Sistem distribusi jalan panjang atau tidak langsung

Sistem distribusi tidak langsung adalah sistem yang menggunakan saluran dalam kegiatan distribusinya. Dalam sistem distribusi ini, ada pedagang perantara seperti agen atau pengecer.

Dalam penyaluran tidak langsung, harus terdapat lebih dari satu pedagang perantara. Misalnya, seorang pembeli membeli mobil melalui dealer. Ia tidak dapat langsung membeli dari pabrik mobil.

Menurut Westriningsih dalam buku Mengenal Kegiatan Distribusi, panjang pendeknya sistem distribusi yang digunakan perusahaan tergantung pada penggunaan lembaga-lembaga perantara. Perusahaan harus tepat memilih lembaga perantara yang akan digunakan.

Sistem distribusi akan panjang jika terdapat berbagai perantara sebelum produk jatuh ke tangan konsumen. Sebaliknya, mata rantai sistem distribusi menjadi pendek apabila produsen secara langsung menghubungi konsumen akhir untuk menawarkan produk mereka.

Ilustrasi kegiatan distribusi. Foto: Freepik

Masih mengutip buku yang sama, sistem distribusi berdasarkan panjang dan pendeknya saluran distribusi dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Zero level channel: Dalam bentuk ini, antara produsen dan konsumen akhir tidak terdapat pedagang perantara. Barang dan jasa langsung dilakukan perusahaan kepada konsumen akhir. Contohnya penjual rujak yang langsung menjual rujak kepada pembeli.

  • One level channel: Hanya terdapat satu pedagang perantara dalam sistem distribusi ini. Pedagang perantara pada pasar barang konsumsi disebut retailer atau pengecer. Pada barang industri disebut agen atau broker.

  • Two Level Channel: Terdapat dua pedagang perantara dalam sistem distribusi ini. Pedagang perantara dalam pasar barang konsumsi disebut wholesaler atau pedagang besar dan retailer.

  • Three Level Channel: Terdapat tiga perantara antara perusahaan dan konsumen dalam sistem distribusi ini. Dalam pasar barang konsumsi selain ada retailer dan wholesaler, terdapat agen. Agen berada di antara produsen dan pedagang besar. Agen membeli dari produsen dan menjual kembali kepada pedagang besar.

Tujuan Distribusi

Ilustrasi Distribusi. Foto: Freepik

Ada pun tujuan distribusi, seperti yang ditulis dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Kosim, yakni:

1. Menyalurkan produk dan jasa kepada konsumen

Tujuan utama dari kegiatan distribusi adalah menyalurkan produk dan jasa kepada konsumen. Tujuan ini menjadi sangat penting karena jika produk dan jasa tidak sampai kepada konsumen sesuai waktunya, nama suatu perusahaan itu bisa menjadi kurang baik.

Dengan kata lain, perusahaan harus menjaga kepuasan konsumen dengan memilih kegiatan distribusi yang baik. Bahkan, sebagian perusahaan ada yang berani mengeluarkan dana cukup besar agar barang dan jasa sampai kepada konsumen dengan aman.

2. Memberikan jaminan proses produksi

Perusahaan sudah pasti akan memberikan jaminan proses reproduksi ketika mengadakan kegiatan distribusi. Ini bertujuan agar kegiatan distribusi dapat berjalan dengan baik, sehingga barang dan jasa yang diterima tidak membuat konsumen kecewa.

Selain itu, perusahaan bukan hanya membuat suatu produk atau jasa yang kemudian didistribusikan kepada konsumen, melainkan juga ikut serta dalam memastikan kualitas proses produksi dengan baik.

3. Menjaga dan mengembangkan kualitas produksi

Tujuan kegiatan distribusi selanjutnya adalah untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa kualitas produk akan dijaga dan dikembangkan dengan baik.

Dengan tujuan ini, perusahaan dapat mempertahankan keinginan konsumen, sehingga konsumen tidak berpindah ke perusahaan yang berbeda.

4. Meningkatkan nilai jual suatu hasil produksi

Distribusi bukan hanya bertujuan untuk menyalurkan barang dan jasa kepada konsumen, melainkan juga untuk meningkatkan nilai jual suatu hasil produksi.

Nilai jual barang juga akan semakin meningkat, apabila jarak tempuh barang yang akan disalurkan sangat jauh. Dengan kata lain, semakin jauh jarak pengiriman, maka semakin mahal harga dari barang tersebut.

5. Menjaga kestabilan ekonomi

Kegiatan distribusi juga dapat memengaruhi perekonomian pada suatu negara. Apabila kegiatan distribusi dapat berjalan lancar, kestabilan ekonomi menjadi terjaga.

Faktor Distribusi

Ilustrasi Distribusi. Foto: Freepik

Kegiatan distribusi dapat sukses apabila didukung oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mendukung kesuksesan kegiatan ekonomi, menurut buku Panduan Lengkap Manajemen Distribusi karya Nanang Tegar, adalah:

  1. Biaya: Ini bisa dikatakan sebagai kunci dari kegiatan distribusi. Hal tersebut dikarenakan biaya dapat menentukan lamanya waktu distribusi dan kualitas dari distribusi itu sendiri.

  2. Sifat Pembayaran: Faktor ini biasanya akan disesuaikan dengan produk yang akan disalurkan. Kegiatan distribusi berupa produk dengan harga yang relatif murah biasanya akan dibayar secara tunai. Sedangkan produk yang cukup mahal lebih sering dibayar dengan kredit.

  3. Jumlah Penjualan: Besar kecilnya jumlah penjualan tentu akan memengaruhi kegiatan distribusi, sehingga faktor jumlah penjualan dapat menentukan harga dari kegiatan distribusi.

  4. Sifat Barang: Bagi perusahaan atau produsen sangat perlu untuk mengecek sifat barang. Dengan pengecekan ini, produsen akan mengetahui barang mana yang harus didistribusikan terlebih dahulu agar tidak mengalami pembusukan.

  5. Tingkat Keuntungan: Faktor ini sangat perlu diperhatikan oleh perusahaan atau produsen karena menyangkut keberlangsungan suatu perusahaan. Jangan sesekali melakukan kegiatan distribusi yang panjang, tetapi tidak menguntungkan.

  6. Modal: Setiap perusahaan atau produsen tentu memiliki modal yang berbeda-beda, sehingga kegiatan distribusi yang dilakukan juga berbeda. Besar kecilnya modal perusahaan akan sangat menentukan distribusi yang lebih pendek atau panjang.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian distribusi?

chevron-down

Distribusi adalah kegiatan atau proses membuat barang atau jasa yang di mana konsumen dapat menerimanya dan konsumen menggunakannya, tanpa menjualnya kembali kepada konsumen lain.

Apa saja cara distribusi?

chevron-down

Jenis-jenis distribusi dapat dibedakan menjadi sistem distribusi jalan pendek atau langsung dan jalan panjang atau tidak langsung.

Apa tujuan kegiatan distribusi?

chevron-down

Tujuan kegiatan distribusi di antaranya menyalurkan produk dan jasa kepada konsumen, memberikan jaminan proses produksi, menjaga dan mengembangkan kualitas produksi, meningkatkan nilai jual suatu hasil produksi, dan menjaga kestabilan ekonomi.