Pengertian Pantun, Ciri-Ciri, hingga Jenis dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu karya sastra yang menjadi budaya masyarakat Indonesia. Secara sederhana, pengertian pantun adalah bentuk puisi yang setiap baitnya terdiri dari empat baris yang bersajak ab-ab.
Pantun banyak digunakan dalam upacara-upacara adat hingga akhirnya menjadi tradisi lisan dari suatu kelompok masyarakat tertentu, seperti masyarakat Betawi.
Pantun tidak hanya berkembang di masyarakat Betawi saja, tetapi juga digunakan di berbagai daerah di Indonesia. Contohnya adalah di beberapa daerah dengan mayoritas Melayu dan mayoritas Sunda.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pantun mulai dari pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur, hingga jenis pantun beserta contohnya.
Pengertian Pantun
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah pantun didefinisikan sebagai berikut:
Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Menurut Endah Sri Nuryati dalam Jurnal Pendidikan Konvergensi, pengertian pantun adalah puisi Indonesia yang tiap bait biasanya terdiri dari empat baris bersajak ab-ab dan tiap larik biasanya terdiri dari empat kata.
Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang termasuk ke dalam kategori puisi. Pantun dikategorikan sebagai puisi karena memiliki pola yang bersajak.
Pantun sendiri banyak digunakan oleh orang-orang dengan tujuan tertentu, seperti memberi nasihat, memberikan sindiran, dan lain-lain.
Pada tahun 2020 silam, pantun akhirnya diresmikan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. UNESCO menilai bahwa pantun memiliki makna dan peran tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Betawi dan Melayu.
Ciri-Ciri Pantun
Pantun merupakan karya sastra yang memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut dapat menjadi pembeda antara pantun dan jenis karya sastra lainnya.
Dikutip dari buku Trik Smart Lulus UN SMK 2018 yang disusun oleh Tim Smart Malang, karakteristik atau ciri-ciri pantun dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari ciri struktural dan kaidah kebahasaan.
Ciri-Ciri Struktural Pantun
Pantun memiliki struktur yang khas dan unik sehingga menjadi ciri khas tersendiri. Berikut ciri-cirinya:
Mempunyai sampiran, yakni struktur yang memuat pernyataan atau gambaran tentang kehidupan di sekitar manusia, seperti lingkungan, aktivitas keseharian atau dengan kehidupan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan.
Memiliki isi, yakni struktur yang berisi petuah, nasihat, atau isi pesan yang ingin disampaikan yang biasanya berbicara tentang norma atau nilai-nilai dalam kehidupan.
Ciri-Ciri Kaidah Kebahasaan Pantun
Pantun sebagai suatu karya sastra tentunya memiliki kaidah kebahasaan tertentu. Berikut ciri-ciri kaidah kebahasaan pantun:
Disusun menggunakan pola yang memiliki sajak (bait)
Dalam satu bait, pantun mempunyai jumlah larik/baris berjumlah genap, seperti empat, enam, delapan.
Pada satu larik atau baris, terdapat 3-4 kata atau 8-12 suku kata.
Mempunyai rima aa-aa atau ab-ab.
Fungsi dan Struktur Pantun
Fungsi pantun adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan yang memuat nilai-nilai tertentu dengan diksi yang dipilih dengan baik.
Peranan atau fungsi lainnya dari pantun adalah agar seseorang untuk berpikir tentang makna dari kata yang ada sebelum mengucapkan ataupun menuliskannya.
Di samping itu, struktur pantun sendiri memiliki fungsi-fungsi tertentu, yakni di antaranya sebagai berikut.
1. Sampiran
Sampiran adalah struktur pantun yang berfungsi sebagai pembuka karena terletak di awal pantun. Sampiran juga memiliki fungsi untuk memberikan persamaan atau rima untuk bagian isi.
2. Isi
Isi adalah bagian atau struktur pada pantun yang memuat pesan yang Ingin disampaikan oleh pembuatnya. Isi terletak pada akhir pantun yang berfungsi sebagai penutup pantun.
Agar dapat memahami struktur dari pantun, simak contoh pantun tentang nasihat untuk anak sebagai berikut:
Membuat manisan dari buah salak (sampiran)
Dijual dengan macam-macam harga (sampiran)
Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak (isi)
Agar kelak bisa masuk surga (isi)
Pada contoh pantun di atas, dapat dilihat bahwa baris 1 dan 2 adalah bagian sampiran dan baris 3 dan 4 berfungsi sebagai isi dari pantun.
Jenis dan Contoh Pantun
Pantun memiliki bermacam-macam jenis. Jenis-jenis pantun tersebut dibedakan berdasarkan tema atau topik yang dibahas dalam suatu karya pantun.
Dikutip dari Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X yang diterbitkan oleh Kemendikbud, berikut jenis-jenis pantun dan contohnya.
1. Pantun Agama
Pantun agama adalah jenis pantun yang memuat pesan tentang keagamaan dan ketuhanan. Pantun agama biasanya digunakan untuk mengingatkan perihal ibadah, kebaikan, amal saleh, dan lain-lain.
Contoh pantun agama adalah sebagai berikut:
Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang
2. Pantun Jenaka
Pantun jenaka merupakan jenis pantun yang bertujuan untuk menghibur para pendengarnya atau pembaca dengan humor tertentu. Contoh pantun jenaka adalah sebagai berikut:
Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu katak di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang
3. Pantun Teka-teki
Pantun teka-teki merupakan jenis pantun yang bertujuan untuk memberikan teka-teki dengan tujuan untuk menghibur. Berikut contoh pantun teka-teki:
Melihat bintang di langit kelam
Adapun bulan tertutup abu
Apa binatang yang darahnya hitam
Janggut delapan tulangnya satu?
Jawaban dari pantun teka-teki di atas adalah cumi-cumi.
4. Pantun Nasihat
Pantun nasihat adalah pantun yang memuat ajaran, nasihat, atau petuah tentang nilai baik dan moral. Berikut adalah contoh pantun nasihat:
Jalan-jalan ke kota Banjar
Jangan lupa membeli babat
Jika kamu ingin jadi pintar
Maka belajarlah dengan giat
5. Pantun Anak
Pantun anak adalah pantun yang bertemakan tentang dunia anak-anak, seperti nasihat untuk anak dan kehidupan serta aktivitas keseharian anak-anak. Berikut contoh pantun anak:
Dengar lagu berirama
Tertawalah si adik manja
Mari main bersama-sama
Jangan duduk sendiri saja
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Jelaskan apa pengertian dari pantun?

Jelaskan apa pengertian dari pantun?
Pengertian pantun adalah puisi Indonesia yang tiap bait biasanya terdiri dari empat baris bersajak ab-ab dan tiap larik biasanya terdiri dari empat kata.
Apa ciri-ciri pantun?

Apa ciri-ciri pantun?
Karakteristik atau ciri-ciri pantun dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari ciri struktural dan kaidah kebahasaan. Ciri-ciri struktural, yaitu mempunyai sampiran dan memiliki isi. Sementara itu, ciri-ciri kaidah kebahasaan pantun, yaitu (1) disusun menggunakan pola yang memiliki sajak (bait), (2) jumlah larik/baris berjumlah genap, seperti empat, enam, delapan, (3) pada satu larik atau baris, terdapat 3-4 kata atau 8-12 suku kata, dan (4) mempunyai rima aa-aa atau ab-ab.
Apa saja jenis pantun?

Apa saja jenis pantun?
Pantun agama, jenaka, teka-teki, nasihat, dan anak-anak.
