Konten dari Pengguna

Pengertian Penurunan Tekanan Uap dan Contoh Soalnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Termos sebagai ilustrasi penurunan tekanan uap. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Termos sebagai ilustrasi penurunan tekanan uap. Foto: Pixabay

Secara sederhana, pengertian penurunan tekanan uap adalah penurunan tekanan uap jenuh zat pelarut murni akibat adanya tekanan uap jenuh zat terlarut, sehingga mempengaruhi laju penguapan zat pelarut murni tersebut.

Hal ini dapat diilustrasikan ketika seseorang mengisi sebuah botol minum dengan air panas. Biasanya, botol yang diisi dengan air panas akan memiliki uap. Peristiwa ini menandakan adanya proses penguapan dan penurunan tekanan uap dalam botol minum tersebut.

Bagi yang ingin mempelajari lebih jauh, simak penjelasan lengkap mengenai pengertian penurunan tekanan uap dan contoh soalnya dalam uraian artikel di bawah ini.

Pengertian Penurunan Tekanan Uap

Ilustrasi penurunan tekanan uap pada air dalam panci. Foto: Pixabay

Menukil buku Cara Cepat Kuasai Konsep Kimia dalam 8 Jam SMA Kelas XII oleh Agus Kamaludin, pengertian penurunan tekanan uap adalah selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan.

Tekanan uap dapat juga didefinisikan sebagai tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan kesetimbangan dengan cairannya. Tekanan uap dalam suatu larutan akan selalu lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murninya.

Dalam buku Prinsip-2 Kimia Modern/1 Ed.4 terbitan Erlangga dijelaskan, penurunan tekanan uap dapat terjadi karena berkaitan dengan kemudahan suatu pelarut untuk menguap. Meski demikian, hal ini hanya dapat terjadi tergantung gaya tarik menarik antar partikel itu sendiri.

Apabila gaya tarik menarik antar partikel lebih kuat daripada partikel sejenis (pelarut atau zat terlarut), tekanan uap larutan akan rendah. Ini dapat terjadi sebab pelarut sulit untuk menguap. Begitu pula pada kasus sebaliknya.

Besarnya tekanan uap jenuh untuk setiap zat juga tidak sama, bergantung pada jenis zat dan suhu. Hal tersebut karena beberapa sifat fisik larutan berbeda dengan sifat pelarut murninya.

Contohnya, air murni membeku pada suhu 0°C, sedangkan larutan yang menggunakan pelarut air membeku pada suhu yang lebih rendah dari 0°C. Etilen glikol yang ditambahkan dalam radiator mobil juga dapat menurunkan titik beku air radiator, sekaligus meningkatkan titik didihnya.

Ilustrasi larutan untuk uji coba penurunan tekanan uap. Foto: Pixabay

Esvandiari turut menerangkan dalam buku Jago Kimia SMA, tekanan uap dapat lebih tinggi dari tekanan uap jenuh pada larutan glukosa. Hal tersebut karena jumlah molekul air yang dapat menguap dalam larutan glukosa lebih sedikit, dibandingkan dengan jumlah molekul air yang menguap dari air murni. Maka dari itu, tekanan uap jenuh larutan berkurang.

Francois Marie Raoult adalah sosok yang pertama kali mempelajari tentang hubungan antara penurunan tekanan uap dengan konsentrasi zat terlarut. Dalam penelitiannya, Francois menyatakan bahwa besarnya tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut dan tekanan uap dari pelarut murninya.

Agar lebih mudah dipahami, pernyataannya tersebut kemudian dirumuskan menjadi seperti yang dituliskan dalam buku Trik Cerdas Bank Soal Kimia SMA oleh Tim Solusi Cerdas berikut ini.

P = Po . Xpelarut

Keterangan:

P = Tekanan uap larutan

Po = Tekanan uap pelarut murni

X = Fraksi mol

Terjadinya penurunan tekanan uap larutan disebabkan oleh adanya zat terlarut. Besarnya penurunan tekanan uap larutan merupakan selisih dari tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan. Berikut penulisan rumusnya.

ΔP = Po – P

ΔP = Po . Xpelarut

P = Po . Xpelarut

Keterangan:

Delta P (ΔP) = Penurunan Tekanan Uap

P = Tekanan uap larutan

Po= Tekanan Uap Pelarut Murni

Xpelarut= Fraksi Mol Zat Terlarut

Contoh Soal Penurunan Tekanan Uap

Ilustrasi sedang mengerjakan contoh soal penurunan tekanan uap. Foto: Pixabay

Untuk menunjang pemahaman tentang pengertian penurunan tekanan uap di atas, berikut ada contoh soal penurunan tekanan uap dan pembahasannya yang ditulis dalam buku Kimia oleh Nana Sutresna.

Diketahui mol zat terlarut adalah 0,1 mol. Dengan P Pelarut adalah 31,82 Kemudian, mol pelarut adalah 27,78 mol dengan fraksi mol zat terlarut sebesar 3,587 x 10-3. Berapakah nilai penurunan tekanan uap jenuh larutan tersebut?

Pembahasan:

Delta P = X terlarut x P pelarut

Delta P = 3,587 x 10 pangkat -3 x 31,82

Delta P = 0,114 mmHg

Jadi, penurunan tekanan uap tersebut adalah 0,114 mmHg.

Baca Juga: 4 Contoh Soal Penurunan Titik Beku dan Pembahasannya

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Siapa itu Francois Marie Raoult?

chevron-down

Francois Marie Raoult adalah sosok yang pertama kali mempelajari tentang hubungan antara penurunan tekanan uap dengan konsentrasi zat terlarut.

Bagaimana cara menghitung tekanan uap larutan?

chevron-down

Rumusnya adalah P = Po . Xpelarut dengan P = Tekanan uap larutan, Po = Tekanan uap pelarut murni, dan X = Fraksi mol.

Apa yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap?

chevron-down

Penurunan tekanan uap dapat terjadi karena berkaitan dengan kemudahan suatu pelarut untuk menguap. Meski demikian, hal ini hanya dapat terjadi tergantung gaya tarik menarik antar partikel itu sendiri.