Penyakit Albuminuria Ditandai dengan Gejala Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Albuminuria adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem ekskresi manusia, yaitu ginjal. Penyakit yang menyerang ginjal dapat disebabkan oleh virus, bakteri, fungi, polusi, efek samping obat, hingga pola hidup yang tidak sehat.
Selain albuminuria, penyakit atau kelainan yang terjadi pada ginjal, antara lain:
Gagal ginjal
Nefritis
Hematuria
Batu ginjal
Glikosuria
Pembahasan kali ini akan menjabarkan secara lengkap tentang tanda-tanda penyakit albuminuria atau ginjal bocor. Albuminuria dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun.
Penyakit ini juga dapat disembuhkan apabila memperoleh penanganan yang tepat. Lantas, apa saja tanda-tanda penyakit albuminuria? Agar lebih memahaminya, simak uraian lengkapnya berikut ini.
Tanda-Tanda Penyakit Albuminuria
Dikutip dalam buku Explore Ilmu Pengetahuan Alam oleh Sadiman, S.Pd (2019: 24), penyakit albuminuria ditandai dengan adanya albumin atau protein dalam urine. Albuminuria bisa disebabkan oleh kerusakan pada nefron.
Selain itu, albumin yang berlebihan dalam urine menunjukkan adanya kenaikan permeabilitas membran glomerulus. Hal tersebut terjadi karena adanya luka atau trauma pada membran glomerulus sebagai akibat dari penyakit, kenaikan tekanan darah, dan iritasi sel-sel ginjal.
Ciri-ciri seseorang yang menderita penyakit albuminuria adalah:
Pembengkakan pada wajah dan pergelangan tangan yang disebabkan oleh adanya kerusakan sistem pembuangan metabolisme tubuh, yang tidak dapat bekerja secara sempurna.
Nyeri pinggang yang kemunculannya timbul tenggelam, karena jaringan penyaringan cairan dalam organ ginjal telah mengalami kerusakan.
Tubuh mudah lelah seperti selalu merasa haus, meskipun telah minum air putih dalam jumlah yang banyak.
Terkena sakit ginjal akibat kebiasaan tubuh yang kekurangan cairan, serta terus menerus mengonsumsi makanan yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin C secara berlebihan dalam jangka panjang.
Pencegahan Penyakit Albuminuria
Berdasarkan buku Master Saintek UTBK terbitan Tim Master (2020: 71), penyakit albuminuria dapat dicegah dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu, di antaranya sebagai berikut.
Membiasakan diri untuk meningkatkan kualitas cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya 8 gelas perhari, serta mengurangi minuman yang mengandung kafein untuk tujuan menstabilkan albumin dalam tubuh.
Tidak mengonsumsi makanan yang hanya mengandung protein dan kalsium, tetapi diimbangi dengan zat gizi yang kompleks, termasuk semua jenis vitamin, mineral, zat besi, serat, omega 3, dan lain sebagainya.
Menghindari makanan yang banyak mengandung garam, karena garam terbukti memperberat kinerja ginjal dalam mengendalikan cairan tubuh.
Menghindari segala bentuk makanan siap saji, jenis-jenis junkfood, dan makanan berbahan pengawet, karena bentuk-bentuk makanan ini dapat menyebabkan kinerja ginjal lebih berat dan mengalami kerusakan.
Memperbanyak mengonsumsi buah-buahan yang kaya serat setiap hari, seperti apel, anggur, dan stroberi. Buah-buahan ini dapat mencegah lonjakan zat protein di dalam tubuh, karena dapat menetralisir albumin yang berlebihan.
Penderita albuminuria disarankan untuk secara konsisten melakukan diet protein, kalium, natrium, magnesium, dan karbohidrat sesuai dengan anjuran ahli gizi atau dokter yang terkait.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja contoh kelainan pada ginjal selain albuminuria?

Apa saja contoh kelainan pada ginjal selain albuminuria?
Gagal ginjal, nefritis, hematuria, batu ginjal, dan glikosuria.
Apa saja gejala penyakit albuminuria?

Apa saja gejala penyakit albuminuria?
Pembengkakan pada wajah dan pergelangan tangan, nyeri pinggang, tubuh mudah lelah, dan kekurangan cairan.
Sebutkan salah satu kebiasaan yang dapat mencegah albuminuria!

Sebutkan salah satu kebiasaan yang dapat mencegah albuminuria!
Membiasakan diri untuk meningkatkan kualitas cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya 8 gelas perhari, serta mengurangi minuman yang mengandung kafein untuk tujuan menstabilkan albumin dalam tubuh.
