Peran Kemiringan Sumbu Bumi dalam Pergantian Musim

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran kemiringan sumbu bumi dalam pergantian musim adalah menyebabkan perbedaan berbagai musim yang dialami makhluk hidup. Berbagai macam musim yaitu hujan, kemarau, musim semi, dan musim dingin.
Dikutip dari education.nationalgeographic.org, pergantian musim sebenarnya bukan disebabkan oleh jarak antara Bumi dan Matahari, melainkan akibat kemiringan sumbu rotasi bumi. Sumbu rotasi bumi tidak tegak lurus terhadap bidang orbitnya, melainkan miring sekitar 23,5 ° dari garis tegak ke Tata Surya (ekliptika).
Peran Kemiringan Sumbu Bumi dalam Pergantian Musim
Peran kemiringan sumbu bumi dalam pergantian musim adalah membantu selama proses peredaran bumi mengelilingi matahari. Hal ini menyebabkan bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan secara bergantian menghadap ke matahari secara langsung.
Saat belahan utara miring menuju matahari, sinar matahari jatuh lebih langsung dan dengan sudut yang lebih tajam. Sehingga energi yang diterima per satuan area menjadi lebih besar dan menyebabkan musim panas di belahan utara.
Sebaliknya, ketika belahan bumi utara miring menjauh dari matahari, sinar mengenai dengan sudut lebih landai dan dibagi atas area yang lebih besar. Hal ini yang menyebabkan terjadinya musim dingin.
Secara lebih rinci, terdapat dua mekanisme utama peran kemiringan sumbu dalam menentukan musim, yaitu:
1. Sudut Jatuh Sinar Matahari
Saat sinar matahari datang dengan sudut yang lebih tegak, energi matahari akan terkonsentrasi pada area yang lebih kecil, sehingga panas lebih intens. Saat datang dengan sudut miring, energi akan tersebar lebih luas dan panas menjadi lebih lemah.
2. Panjangnya Waktu Siang dan Malam
Ketika belahan bumi menghadap matahari, waktu siang akan lebih panjang dan malam lebih pendek, karena waktu pemanasan lebih lama yang menyebabkan suhu naik.
Sebaliknya, pada saat menghadap menjauh, waktu siang lebih pendek karena pemanasan lebih singkat. Sehingga suhu pada umumnya akan lebih rendah.
Dengan demikian, musim yang dialami sebenarnya adalah konsekuensi dari orientasi sumbu bumi yang tetap mengarah pada titik yang sama di ruang angkasa. Contohnya bintang Polaris di belahan utara saat bumi mengorbit matahari.
Karena sumbu tetap demikian, maka belahan bumi utara dan selatan secara bergantian akan menerima sinar matahari secara berbeda sepanjang tahun.
Dengan memahami peran kemiringan sumbu bumi dalam pergantian musim, manusia akan semakin mengerti mengapa di belahan utara dan selatan musimnya saling berlawanan. Inilah yang menyebabkan mengapa intensitas sinar matahari serta panjang siang-malam dapat berubah sepanjang tahun. (Aya)
Baca juga: Alasan Cagar Alam Tidak Boleh Digunakan untuk Kegiatan Wisata
