Konten dari Pengguna

Perbedaan Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja dalam Lingkup Ketenagakerjaan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teaga kerja. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teaga kerja. Foto: Shutterstock

Angkatan kerja dan tenaga kerja merupakan istilah yang lazim digunakan dalam dunia kerja. Kedua istilah ini berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk bekerja.

Tak sedikit orang menganggap angkatan kerja dan tenaga kerja memiliki makna yang sama. Padahal, keduanya merujuk pada golongan SDM yang berbeda.

Lalu, apa perbedaan angkatan kerja dan tenaga kerja? Agar lebih memahaminya, simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Angkatan Kerja

Ilustrasi kerja di kantor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Angkatan kerja atau labor face adalah bagian dari tenaga kerja. Mengutip laman BPS, penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas), baik yang bekerja maupun tidak bekerja. Kelompok ini biasa disebut sebagai kelompok usia produktif.

Dikutip dari buku Membuka Cakrawala Ekonomi untuk Kelas XI oleh Imamul Arifin dan Giana Hadi W., angkatan kerja dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Penganggur (Unemployed)

Tidak semua angkatan kerja dalam suatu negara mendapat kesempatan bekerja. Mereka inilah yang disebut dengan penganggur. Status penganggur juga disematkan pada seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini termasuk dalam kategori pengangguran terbuka (open unemployment).

2. Setengah Menganggur (Underemployed)

Setengah menganggur adalah keadaan ketika seseorang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh baik waktu maupun keahliannya. Keadaan setengah menganggur ini dikelompokkan lagi menjadi:

  • Visible underemployed: Orang yang bekerja kurang dari 40 jam per minggu atau bekerja tapi lebih singkat dari biasanya.

  • Invisible underemployed: Orang yang produktivitas dan pendapatannya rendah karena pekerjaan yang dilakukan tidak memungkinkan dirinya untuk mengembangkan semua keahlian yang dimiliki.

3. Pekerja Penuh (Employed)

Orang yang sebagian besar waktu dan keahliannya dimanfaatkan untuk bekerja disebut pekerja penuh. Pekerja penuh memiliki jam kerja mencapai 40 jam per minggu sehingga memperoleh produktivitas dan pendapatan yang memadai.

Baca juga: Angkatan Kerja: Pengertian, Pembagian Golongan, dan Faktor-Faktor Penentunya

Pengertian Tenaga Kerja

Ilustrasi pekerja milenial. Foto: Shutterstock

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Waluyo, M.Hum. dkk., berdasarkan kualitas kerjanya, tenaga kerja dapat dibedakan menjadi:

1. Tenaga Kerja Terdidik

Kelompok yang disebut dengan skilled labour ini merupakan tenaga kerja yang memerlukan pendidikan sebelum memasuki dunia kerja. Contohnya dokter, pengacara, dan lain-lain.

2. Tenaga Kerja Terlatih

Disebut juga dengan trained labour, tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja memiliki keahlian tertentu dalam suatu bidang. Keahlian ini didapatkan dari pengalaman kerja dan latihan. Contohnya antara lain penjahit, juru masak, barista, dan supir.

Baca juga: Pengertian Pengangguran Siklis dan Cara Mengatasinya

3. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Ilustrasi tukang ojek. Foto: IG @anterin.id

Tenaga kerja ini tidak memerlukan pendidikan dan pelatihan secara khusus untuk melakukan pekerjaannya. Mereka juga tidak perlu memiliki praktik terlebih dahulu sebelum bekerja, sebab pekerjaan yang dilakukan cenderung hanya mengandalkan tenaga. Contohnya kuli panggul, buruh angkut, tukang ojek, dan pedagang asongan.

Tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Bukan angkatan kerja adalah tenaga kerja yang tidak bekerja ataupun tidak berusaha terlibat dalam kegiatan produktif.

Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari:

  • Golongan pelajar, merupakan mereka yang kegiatan utamanya hanya bersekolah.

  • Golongan yang mengurus rumah tangga, yaitu mereka yang mengurus rumah tangga tanpa memperoleh upah.

  • Golongan lain-lain, yaitu mereka yang tidak melakukan suatu kegiatan ekonomi tapi memperoleh pendapatan seperti tunjangan pensiun atau bunga atas simpanan uang dan sewa atas milik dan mereka mereka yang hidupnya tergantung dari orang lain karena lanjut usia, cacat, atau sakit kronis.

Baca juga: Faktor Produksi Tenaga Kerja: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Perbedaan Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja

Ilustrasi kerja di kantor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa angkatan kerja mencakup seluruh populasi yang memenuhi kriteria usia atau kondisi untuk bekerja. Sedangkan tenaga kerja mencakup individu yang benar-benar terlibat dalam aktivitas ekonomi.

Jumlah angkatan kerja yang besar menunjukkan potensi tenaga kerja lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, jika persentase tenaga kerja yang terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi rendah, justru bisa mengindikasikan masalah pengangguran.

(ADS)