Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Menurut Para Ulama

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan suci Ramadan menyimpan banyak keistimewaan di dalamnya. Termasuk perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, dua peristiwa yang berkaitan dengan sejarah panjang Al-Qur'an.
Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar adalah dua konsep dan peristiwa yang berbeda dalam Islam, meskipun keduanya berkaitan dengan sejarah Al-Qur'an yang sangat penting sebagai pedoman hidup umat muslim.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Menurut Ulama
Beberapa pandangan ulama tentang perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar terdapat pada penentuan waktu dan makna dari dua peristiwa tersebut.
Dikutip dari www.nu.or.id, beberapa ulama tafsir menyebutkan Nuzulul Quran atau peristiwa turunnya Al-Qur'an dibagi dalam dua proses. Pertama, diturunkan langsung keseluruhan, dan kedua diturunkan secara bertahap.
Sebelum Al-Qur'an diterima Nabi Muhammad saw di bumi, Allah Swt telah menurunkannya terlebih dahulu secara menyeluruh di langit dunia kemudian dikumpulkan menjadi satu di Baitul Izzah.
Kemudian malaikat Jibril menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad di bumi secara berangsur-angsur atau mutawatir, ayat demi ayat, pada waktu yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dalam waktu dua puluh tahun. Terdapat pendapat lain yang menyatakan dua puluh satu tahun.
Syekh Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi seorang Mufassir terkemuka menegaskan tidak ada perbedaan Al-Qur'an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada saat Lailatul Qadar secara keseluruhan.
Karena Al-Quran sudah terlebih dahulu diletakkan oleh Allah di Baitul Izzah. Kemudian malaikat Jibril menurunkannya berangsur yang berisi tentang perintah, larangan dan asbabun nuzul lainnya.
Proses turunnya Al-Qur'an secara total ini terjadi di malam Lailatul Qadar yaitu malam 24 Ramadan sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin Al-Asqa’.
Pemimpin para ulama tafsir atau Imamul Mufassirin, Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Al-Thabari mengungkapkan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya “Al-Quran diturunkan secara keseluruhan pada malam ke 24 Ramadan, kemudian diletakan di Baitul Izzah langit kedua.”
Dikutip dari jatim.nu.or.id tentang jatuhnya Lailatul Qadar, Imam Al-Ghazali berkata: “Apabila awal Ramadan adalah hari Minggu atau Rabu, maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-29. Apabila awal Ramadan hari Senin, maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-21. Apabila awal Ramadan hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27. Apabila awal Ramadan hari Kamis maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-25. Jika awal Ramadan hari Sabtu maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-23.”
Kemudian Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzili mengungkapkan mengenai prediksinya tentang Lailatul Qadar dalam Hasyiyah Ash-Shaawi, syarah dari kitab Tafsir Jalalain sebagai berikut:
“Apabila awal Ramadan adalah hari Minggu, maka Lailatul Qadar pada malam 29. Apabila awal Ramadan hari Senin, maka Lailatul Qadar pada malam 21. Apabila awal Ramadan hari Selasa, maka Lailatul Qadar pada malam 27. Apabila awal Ramadan hari Rabu, maka Lailatul Qadar pada malam 19. Apabila awal Ramadan hari Kamis, maka Lailatul Qadar pada malam 25. Apabila awal Ramadan hari Jumat, maka Lailatul Qadar pada malam 17. Apabila awal Ramadan hari Sabtu, maka Lailatul Qadar pada malam 23”.
Beberapa pandangan ulama tersebut mengemukakan tentang perbedaan dua peristiwa yang saling berkaitan tentang sejarah besar turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw.
Nuzulul Quran adalah istilah dalam agama Islam yang artinya proses atau peristiwa turunnya Al-Qur'an dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia secara bertahap dalam bulan Ramadan kepada Nabi Muhammad saw.
Proses turunnya Al-Qur'an ini terjadi pada malam Lailatul Qadar, yang merupakan salah satu malam terakhir dalam bulan Ramadan yang dianggap sangat istimewa.
Nuzulul Quran bermakna sangat penting dalam sejarah Islam karena Al-Qur'an adalah pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan mereka.
Peristiwa Nuzulul Quran menandai awal dari risalah kenabian Nabi Muhammad saw dan menjadi tonggak bersejarah dalam penyebaran ajaran Islam.
Proses turunnya Al-Qur'an dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia disebut juga dengan istilah "tanazzul" atau penurunan secara bertahap.
Proses ini terjadi dalam waktu sekitar 23 tahun sepanjang masa kenabian Nabi Muhammad saw. Nabi menerima wahyu dan ayat-ayat Al-Qur'an secara bertahap sesuai kebutuhan dan situasi umat pada masa itu.
Dengan demikian, Nuzulul Quran adalah proses turunnya Al-Qur'an secara bertahap kepada Nabi Muhammad saw di bulan Ramadan, yang dimulai pada malam Lailatul Qadar dan berlangsung selama beberapa periode hingga Al-Qur'an lengkap.
Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang sangat istimewa dalam agama Islam yang terjadi di bulan Ramadan. Secara harfiah, Lailatul Qadar artinya "Malam Kedudukan" atau "Malam Kemuliaan".
Malam ini juga dikenal sebagai "Malam Penetapan" karena pada malam tersebut ditetapkan segala urusan umat manusia untuk satu tahun ke depan oleh Allah Swt.
Malam Lailatul Qadar jatuh pada bulan Ramadan, tetapi tanggal pastinya para ulama memiliki perbedaan pendapat dan yang pasti adalah jatuh pada malam ganjil.
Keistimewaan Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Qadr yang artinya "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar."
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan berkah dan kebaikan. Amalan yang dilakukan pada malam tersebut bernilai lebih besar dibandingkan dengan amalan yang dilakukan selama seribu bulan.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, membaca dzikir, berdoa, dan bersedekah di malam tersebut untuk mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah Swt.
1. Nuzulul Quran
Nuzulul Quran berarti "penurunan" atau "penurunan Al-Qur'an". Hal ini merujuk pada proses ketika ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan dari langit ke bumi kepada Nabi Muhammad saw oleh Allah Swt melalui malaikat Jibril.
Proses penurunan Al-Qur'an tersebut berlangsung selama periode 23 tahun, mulai dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw di Gua Hira hingga kematiannya.
Nuzulul Quran menandai permulaan wahyu Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw serta peristiwa kenabian, dan membawa petunjuk dan pedoman bagi umat manusia untuk hidup yang baik dan beriman.
2. Lailatul Qadar
Lailatul Qadar berarti "Malam Kemuliaan" atau "Malam Penetapan". Malam ini adalah malam yang sangat istimewa dalam agama Islam, di mana segala urusan manusia untuk tahun yang akan datang ditetapkan oleh Allah Swt di malam tersebut.
Untuk waktunya, Lailatul Qadar jatuh pada salah satu malam ganjil dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Malam ini dianggap sangat istimewa karena Al-Qur'an pertama kali diturunkan ke dunia pada malam ini.
Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat tinggi bagi umat Islam. Amalan yang dilakukan pada malam ini bernilai lebih besar dibandingkan dengan amalan yang dilakukan selama seribu bulan.
Malam ini adalah waktu di mana umat Islam memperbanyak melakukan ibadah dan berlomba-lomba mencari pahala untuk mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah Swt.
Jadi, perbedaan utama antara peristiwa Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar adalah bahwa Nuzulul Quran bermakna pada proses penurunan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad Saw, sementara Lailatul Qadar artinya malam yang sangat istimewa di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan dan segala urusan manusia ditetapkan.
Perbedaan Signifikan Antara Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Menurut para ulama muslim,perbedaan antara Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar tampak dari segi makna maupun signifikansi. Berikut adalah beberapa perbedaannya menurut pandangan ulama:
1. Makna Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Nuzulul Quran maknanya penurunan atau wahyu Al-Qur'an dari Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, sedangkan Lailatul Qadar artinya malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan yaitu ketika Al-Qur'an pertama kali diturunkan ke dunia.
2. Waktu Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Nuzulul Quran sebagai proses penurunan Al-Qur'an terjadi selama periode waktu 23 tahun, yaitu mulai dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw di Gua Hira.
Sedangkan Lailatul Qadar jatuhnya pada salah satu malam ganjil dalam 10 malam terakhir bulan Ramadan yang belum diketahui.
3. Signifikansi Antara Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Nuzulul Quran adalah tanda awal wahyu Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw dan peristiwa kenabian untuk membawa petunjuk serta pedoman bagi umat manusia.
Sedangkan Lailatul Qadar adalah malam istimewa dimana amalan yang dilakukan pada malam ini berlipat ganda kebaikannya dibandingkan dengan amalan selama seribu bulan.
4. Amalan pada Lailatul Qadar
Pada peristiwa Nuzulul Quran, tidak ada amalan khusus yang dianjurkan terkait dengan Nuzulul Quran, akan tetapi memperingati penurunan pertama Al-Qur'an adalah suatu bentuk penghormatan dan refleksi bagi umat Islam.
Sedangkan pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan banyak amalan kebaikan dan beribadah pada malam ini untuk mendapatkan pahala dan berkah dari Allah Swt.
Dengan demikian, perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar keduanya terkait dengan Al-Quran, akan tetapi Nuzulul Quran fokus pada proses penurunan Al-Qur'an, sementara Lailatul Qadar berkaitan dengan malam istimewa di bulan Ramadan.
Baca juga: Apa Itu Nuzulul Quran dan Bagaimana Prosesnya dalam Sejarah Islam? Cek di Sini
