Konten dari Pengguna

Platyhelminthes: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Klasifikasi Kelasnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan Platyhelminthes. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan Platyhelminthes. Foto: Unsplash.com

Platyhelminthes adalah salah satu filum dalam kingdom Animalia. Penamaan filum ini berasal dari bahasa Yunani, yakni platy yang bermakna pipih serta helminthes yang berarti cacing.

Dinamakan filum cacing pipih sebab anggota hewan pada filum ini merupakan kelompok hewan invertebrata yang pada umumnya berjenis cacing pipih.

Sebagian besar anggota filum ini berperan sebagai parasit di lingkungan hidupnya, tetapi sisanya banyak yang memiliki manfaat untuk organisme lain.

Sampai saat ini, terdapat ribuan jenis hewan yang tergolong dalam filum Platyhelminthes. Sebagian besar hewan tersebut hidup di lingkungan sekitar organisme lainnya.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Platyhelminthes. Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Pengertian Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan filum ketiga pada kingdom Animalia setelah Porifera dan Coelenterata. Platyhelminthes adalah kelompok hewan triploblastik yang paling sederhana.

Meskipun disebut paling sederhana, filum ini memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan hewan dalam filum porifera dan coelenterata.

Dikutip dari buku New Edition Big Book Biologi SMA Kelas X,XI & XII karya Annisa Rahmah, dkk, anggota hewan Patyhelminthes adalah cacing yang berbentuk pipih, tripoblastik atau memiliki tiga lapisan embrionik, dan aselomata atau tidak memiliki rongga tubuh.

Hewan pada filum Platyhelminthes disebut tripoblastik sebab hanya memiliki tiga lapisan sel tubuh, yakni ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan dalam)

Meskipun memiliki struktur tubuh yang sederhana, hewan Platyhelminthes memiliki beberapa sistem dalam tubuhya, di antaranya adalah sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem saraf, dan sistem reproduksi.

Ciri-Ciri Hewan Platyhelminthes

Salah satu ciri-ciri hewan Platyhelminthes adalah tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya. Foto: Unsplash.com

Sebagai suatu filum, Platyhelminthes tentunya memiliki ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang membedakan filum ini dengan filum lainnya.

Disadur dari buku Guide to marine life: Caribbean, Bahamas, Florida karya Marty Snyderman dan Clay Wiseman, berikut adalah ciri-ciri dari kelompok hewan Platyhelminthes:

  • Memiliki bentuk tubuh yang pipih dosoventral dan tidak bersegmen.

  • Biasanya berhabitat di sungai, danau, laut, atau sebagai parasit dalam tubuh makhluk hidup lainnya.

  • Cenderung sensitif terhadap cahaya.

  • Tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya.

  • Memiliki bentuk tubuh yang bersimetri bilateral.

  • Memiliki tiga lapisan tubuh atau triploblastik.

  • Tidak mempunyai organ yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.

  • Ada jenis cacing pipih yang hidup secara bebas, tetapi sebagian besar hidup sebagai parasit.

  • Memiliki panjang tubuh yang sangat bervariasi.

Klasifikasi Platyhelminthes

Salah satu kelas Platyhelminthes adalah Trematoda yang sebagian besar hidup sebagai parasit. Foto: Unsplash.com

Kelompok hewan Platyhelminthes dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan ciri dan karakteristiknya. Adapun klasifikasi kelas Platyhelminthes adalah sebagai berikut:

  • Kelas Turbellaria, yaitu kelompok hewan yang hidup bebas di perairan, tidak bersifat parasit, dan menggunakan rambut bergetarnya sebagai alat gerak.

  • Kelas Trematoda, yakni jenis cacing pipih yang mempunyai alat isap dengan kait yang dimanfaatkan untuk menempelkan tubuh kepada inangnya agar tidak tercerna.

  • Kelas Cestoda, yaitu jenis cacing yang memiliki bentuk seperti pita yang sebagian besar merupakan parasit pada organisme lain. Jenis cacing yang banyak ditemukan di ikan.

  • Kelas Monogenea, yakni jenis ektoparasit yang banyak ditemukan dalam tubuh ikan, amfibi, dan reptilia yang menyerap lendir dari sel-sel di permukaan tubuh inangnya.

Sebelumnya, ada kelas Nemertea dalam filum Platyhelminthes. Akan tetapi, kelas Nemertea kini dipisah dan menjadi filum sendiri, yakni kelompok hewan invertebrata yang mayoritas berhabitat di laut.

Demikian beberapa penjelasan mengenai Platyhelminthes. Hewan Platyhelminthes sampai saat ini masih terus dikaji karena sebagian besar hidup sebagai parasit dan mempengaruhi hidup organisme lain.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Lautan: Plankton, Nekton, dan Bentos

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa klasifikasi Platyhelminthes?

chevron-down

Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.

Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum Platyhelminthes?

chevron-down

Hewan yang tergolong pada filum ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri hewan dalam filum Platyhelminthes adalah memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal.

Apa saja macam-macam Platyhelminthes yang bersifat parasit?

chevron-down

Salah satunya adalah Schistosoma mansoni (Blood Flukes), yaitu jenis cacing yang menyebabkan adanya gangguan skistosomiasis atau pendarahan pada saat mengeluarkan kotoran.