Konten dari Pengguna

Prediksi Musim Hujan 2026 Berdasarkan Perkiraan Cuaca dan Iklim Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prediksi musim hujan 2026. Foto: Unsplash.com/A A
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prediksi musim hujan 2026. Foto: Unsplash.com/A A

Perubahan musim di Indonesia mulai memasuki fase peralihan setelah periode kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah, sehingga prediksi musim hujan 2026 perlu diperhatikan.

Kondisi cuaca pada masa transisi dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi pola atmosfer dan kondisi laut di sekitar Indonesia.

Perubahan tersebut juga membuat waktu datangnya hujan tidak berlangsung serentak di seluruh daerah.

Prediksi Musim Hujan 2026 di Sejumlah Daerah

Ilustrasi prediksi musim hujan 2026. Foto: Unsplash.com/TARUN RAJ BN

Dikutip dari bmkg.go.id, berikut adalah prediksi musim hujan 2026 yang menunjukkan hujan mulai datang secara bertahap pada pertengahan Oktober 2026 setelah puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan menjadi kawasan yang lebih dahulu memasuki periode hujan, kemudian cakupannya meluas pada November ke berbagai daerah.

Pada Oktober 2026, curah hujan nasional didominasi kategori rendah dan menengah.

Sebanyak 49,92 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah dengan akumulasi 0–100 milimeter per bulan, sedangkan 45,08 persen berada pada kategori menengah dengan curah hujan 100–300 milimeter per bulan.

Kategori tinggi dengan curah hujan 300–500 milimeter per bulan diperkirakan mencakup 4,68 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, kategori sangat tinggi di atas 500 milimeter per bulan diprediksi hanya mencakup 0,33 persen wilayah.

Wilayah dengan curah hujan rendah pada Oktober mencakup sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Di Jawa Timur, seluruh kabupaten dan kota yang tercantum dalam data masuk kategori rendah, termasuk Banyuwangi, Jember, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Madiun, hingga Sumenep.

Curah hujan menengah diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta kawasan Papua. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan beberapa daerah Papua termasuk wilayah yang masuk kategori tersebut.

Kategori tinggi diperkirakan terkonsentrasi di sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Kalimantan Barat. Aceh Barat Daya menjadi wilayah yang tercatat dalam kategori sangat tinggi dengan curah hujan lebih dari 500 milimeter per bulan.

Memasuki November, hujan diperkirakan semakin meluas, termasuk ke sebagian besar Pulau Jawa, meskipun intensitasnya masih diperkirakan berada di bawah kondisi normal.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika El Niño diproyeksikan masih bertahan hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026.

Kondisi El Niño tidak otomatis membuat seluruh wilayah mengalami pola hujan yang sama.

Pengaruhnya dapat berbeda karena turut dipengaruhi suhu permukaan laut di sekitar Indonesia serta aktivitas monsun Australia yang diperkirakan tetap berlangsung hingga akhir 2026.

Periode kemarau yang mendahului musim hujan juga diperkirakan relatif panjang di sejumlah wilayah.

Data BMKG menunjukkan 437 Zona Musim atau 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemarau lebih panjang dari kondisi normal.

Peralihan menuju musim hujan tetap perlu dipantau karena waktu dan intensitas hujan dapat berubah antarwilayah.

Prakiraan cuaca terbaru dari BMKG dapat digunakan untuk mengikuti perkembangan kondisi harian selama masa peralihan tersebut.

Dengan pola yang berlangsung bertahap, prediksi musim hujan 2026 menunjukkan bahwa kedatangan hujan tidak terjadi serentak di seluruh Indonesia.

Perbedaan intensitas dan waktu awal hujan membuat kondisi tiap daerah perlu dilihat sesuai karakter wilayahnya. (Shf)

Baca Juga: Jadwal Hujan Meteor 2026 Lengkap dengan Cara Terbaik Mengamatinya