Konten dari Pengguna

Scaffolding dalam Pembelajaran dan Penerapannya di Kelas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Scaffolding dalam pembelajaran. Foto: Unsplash/ Kenny Eliason
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Scaffolding dalam pembelajaran. Foto: Unsplash/ Kenny Eliason

Scaffolding dalam pembelajaran adalah strategi pendidikan yang memberikan bantuan sementara kepada siswa agar mereka dapat mencapai pemahaman yang lebih tinggi. Istilah ini diperkenalkan oleh Jerome Bruner dan dipengaruhi oleh teori Zone of Proximal Development (ZPD) dari Lev Vygotsky.

Dalam praktiknya, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan dukungan bertahap melalui bimbingan, contoh, dan penjelasan tambahan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Ketika siswa mulai memahami konsep yang diajarkan, bantuan tersebut secara perlahan dikurangi hingga mereka mampu belajar secara mandiri.

Metode ini terbukti efektif dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di kelas.

Scaffolding dalam Pembelajaran dan Penerapannya di Kelas

Ilustrasi Scaffolding dalam pembelajaran. Foto: Unsplash/Vitaly Gariev

Scaffolding dalam pembelajaran adalah bentuk pendampingan aktif yang berfokus pada pengembangan potensi setiap peserta didik. Pendekatan ini menekankan pentingnya komunikasi, umpan balik, dan interaksi dua arah antara guru dan siswa.

Melalui scaffolding, guru dapat membantu siswa memahami materi yang kompleks dengan cara menyederhanakan konsep, memberikan contoh konkret, serta mendorong siswa untuk menemukan solusi sendiri.

Menurut laman mtsn4magelang.sch.id, metode scaffolding menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi kesulitan belajar di kelas karena mampu menyesuaikan dukungan sesuai kemampuan siswa dan meningkatkan motivasi belajar mereka.

Oleh karena itu, scaffolding menjadi salah satu pendekatan penting dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada siswa.

Penerapan Scaffolding dalam Pembelajaran di Kelas

Penerapan scaffolding dalam pembelajaran di kelas dilakukan melalui tahapan yang sistematis. Guru terlebih dahulu mengidentifikasi kemampuan awal siswa agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, guru memberikan petunjuk, pertanyaan pemancing, atau contoh penyelesaian masalah untuk memperkuat pemahaman siswa. Dukungan tersebut kemudian dikurangi secara bertahap seiring dengan meningkatnya kemandirian belajar siswa.

Selain melalui bimbingan langsung, scaffolding juga dapat diterapkan melalui kegiatan kolaboratif seperti kerja kelompok atau diskusi kelas. Penggunaan media visual, alat peraga, maupun teknologi pembelajaran juga termasuk bentuk scaffolding yang membantu siswa memahami materi secara mendalam.

Dengan penerapan yang tepat, scaffolding dalam pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan mendukung keberhasilan akademik siswa. (Arif)

Baca juga: Peran Guru dalam Melaksanakan Pendekatan Pembelajaran Terdiferensiasi