Sepertiga Malam Jam Berapa? Simak Jawabannya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepertiga malam jam berapa? Pertanyaan ini sering muncul di benak banyak umat Muslim yang ingin menghidupkan malam dengan ibadah, terutama salat tahajud dan doa-doa penuh harap.
Wajar jika muncul kebingungan, sebab waktu sepertiga malam tidak ditentukan oleh jam yang sama setiap hari, melainkan bergantung pada waktu terbenam matahari dan terbit fajar.
Di tengah kesibukan dan rutinitas yang padat, memahami perhitungan sepertiga malam menjadi langkah awal untuk menata niat, meluangkan waktu, dan menghadirkan ketenangan batin.
Sepertiga Malam Jam Berapa?
Sepertiga malam jam berapa? Dikutip dari laman smkmucirebon.sch.id, waktu sepertiga malam berada pada bagian akhir malam, yang dimulai setelah dua pertiga malam berlalu hingga menjelang waktu Subuh.
Secara umum, di banyak wilayah Indonesia, sepertiga malam terakhir sering berkisar antara pukul 01.00 atau 01.30 hingga terbit fajar, meskipun waktu pastinya tetap bergantung pada waktu terbenam matahari dan terbitnya fajar di masing-masing daerah.
Penjelasan ini menjadi penting karena sepertiga malam memiliki keutamaan besar dalam pelaksanaan salat tahajud, doa, serta permohonan ampunan kepada Allah.
Pembahasan mengenai waktu ini tidak dapat dipisahkan dari kesadaran seorang muslim dalam memahami pembagian malam.
Malam tidak dihitung berdasarkan jam tetap, melainkan berdasarkan rentang waktu sejak matahari terbenam hingga terbit fajar.
Oleh karena itu, pemahaman yang keliru dapat menyebabkan ibadah malam dilakukan tidak pada waktu yang dianjurkan.
Dalam kondisi tertentu, kekeliruan ini bahkan bisa membuat waktu Subuh terpakai untuk salat malam, sehingga tujuan ibadah menjadi kurang tepat.
Keutamaan sepertiga malam terakhir ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Disebutkan bahwa pada setiap sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia dan berfirman bahwa doa akan dikabulkan, permintaan akan dipenuhi, serta ampunan akan diberikan kepada hamba yang memohon.
Hadits lain dengan makna serupa juga menegaskan bahwa waktu tersebut merupakan saat yang sangat mulia untuk berdoa dan bermunajat.
Selain itu, Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salat witir pada berbagai waktu di malam hari, baik di awal, pertengahan, maupun di akhir malam, dan witir beliau berakhir hingga waktu sahur.
Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa salat malam boleh dikerjakan sepanjang malam, namun sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan yang lebih tinggi.
Sebagai panduan praktis, sebagian ulama membagi malam menjadi tiga bagian.
Awal malam berada di kisaran setelah Isya hingga sekitar pukul 23.00, pertengahan malam sekitar pukul 23.00 hingga 01.30, dan sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 01.30 hingga menjelang Subuh.
Pembagian ini bersifat perkiraan dan dapat berbeda sesuai kondisi wilayah. Untuk perhitungan yang lebih tepat, sepertiga malam terakhir dapat ditentukan dengan menghitung selisih waktu antara terbenam matahari dan terbit fajar, lalu membaginya menjadi tiga bagian.
Sepertiga malam terakhir dimulai pada sepertiga waktu terakhir sebelum Subuh. Dengan pemahaman ini, waktu ibadah malam dapat ditentukan secara akurat, sehingga pelaksanaannya menjadi lebih khusyuk, tenang, dan sesuai tuntunan. (DANI)
Baca juga: Tahun Kabisat Kapan Saja? Inilah Penjelasan dan Fakta Uniknya
