Siapa Itu Marsinah? Ini Perjalanan Hidup dan Perjuangannya pada Masa Orde Baru

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang pernah mendengar namanya, tetapi sedikit yang benar-benar tahu kisah di balik pertanyaan siapa itu Marsinah dan bagaimana perjalanan hidup serta perjuangannya pada masa Orde Baru.
Dikutip dari Masa Orde Baru dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia Tahun 1966-1977, oleh Yosima dkk., (2022), dalam situs jurnal.ipw.ac.id, masa Orde Baru berawal ketika Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret.
Surat ini memberikan wewenang kepada Jenderal Soeharto. Gelombang demonstrasi dan kekacauan muncul karena ketidakmampuan Sukarno memenuhi tuntutan rakyat pada saat itu.
Siapa Itu Marsinah? Ini Perjalanan Hidup dan Perjuangannya
Siapa itu Marsinah? Dikutip dari 32 Years of Marsinah Without Justice, (2025), dalam situs paud.fip.unesa.ac.id, ia adalah sosok aktivis buruh muda yang tewas secara tragis pada masa pemerintahan Orde Baru.
Marsinah menjadi cerminan nyata atas pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia yang sempat menarik perhatian dunia internasional.
Marsinah, yang lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, tumbuh bersama dua saudara perempuannya setelah ibunya wafat ketika ia masih berusia tiga tahun.
Kehilangan sejak kecil itu membentuk dirinya menjadi pribadi tangguh, bersemangat tinggi, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan.
Marsinah pernah bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan barang sebelum kemudian pindah ke Sidoarjo pada tahun 1990 untuk bergabung dengan PT CPS.
Di tempat kerja barunya itu, Marsinah dikenal sebagai pribadi yang berani bersuara dalam memperjuangkan hak-hak karyawan. Selain itu, Marsinah juga aktif dalam kegiatan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di lingkungan PT CPS.
Peristiwa tragis yang menimpa Marsinah berawal ketika ia dan para pekerja lain menggelar aksi protes serta menghentikan aktivitas kerja pada tanggal 3-4 Mei 1993 untuk memperjuangkan 12 poin tuntutan.
Setelah aksi demonstrasi berlangsung, Marsinah bersama rekan-rekannya dipanggil untuk menghadap ke Kodim 0816 Sidoarjo. Mereka bahkan sempat dituding menggunakan metode yang dianggap berbau komunis.
Pada 5 Mei 1993, Marsinah dilaporkan menghilang usai mendatangi kediaman salah satu rekannya. Pada 8 Mei 1993, sekelompok anak menemukan tubuhnya dalam keadaan tak bernyawa dan mengenaskan.
Marsinah diduga menjadi korban kekerasan, terlihat dari kondisi jasadnya yang dipenuhi luka dan membiru ketika ditemukan. Hingga kini, misteri di balik kematiannya belum juga terungkap.
Media massa baru memberikan perhatian terhadap kasus tersebut sekitar sebulan setelah kejadian, itu pun setelah adanya desakan dari kalangan mahasiswa, buruh, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat yang menuntut kejelasan.
Itulah penjelasan tentang siapa itu Marsinah. Tragedi tersebut menjadikan Marsinah sebagai simbol perlawanan dan perjuangan atas pemenuhan hak-hak asasi manusia, khususnya dalam konteks kondisi kerja para buruh. (IF)
Baca juga: Apa Itu Buruh? Kenali Sejarah dan Klasifikasinya di Sini
