Siapa Penemu AI? Mengenal Tokoh di Balik Kelahiran Artificial Intelligence

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi digital membuat pertanyaan siapa penemu AI atau Artificial Intelligence menarik untuk ditelusuri dari sejarah ilmu komputer.
AI kini berkembang menjadi teknologi yang dapat membantu mesin menjalankan tugas yang membutuhkan kemampuan seperti mengenali pola, memproses bahasa, hingga mengambil keputusan.
Perjalanan tersebut tidak berlangsung dalam satu waktu, melainkan terbentuk melalui rangkaian penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari berbagai bidang.
Siapa Penemu AI yang Jadi Bagian Sejarah Teknologi?
Siapa penemu AI? Dikutip dari iabac.org, seorang ilmuwan, John McCarthy dikenal sebagai salah satu pelopor utama artificial intelligence setelah memperkenalkan istilah “artificial intelligence” pada 1955.
Gagasan tersebut kemudian diperkuat melalui Dartmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence pada 1956, kegiatan ilmiah yang turut melibatkan Marvin Minsky, Nathaniel Rochester, dan Claude Shannon.
McCarthy mengusulkan penelitian yang secara khusus membahas kemungkinan membuat mesin menjalankan kemampuan yang berkaitan dengan kecerdasan manusia.
Pertemuan di Dartmouth College menjadi tonggak penting karena AI mulai dibentuk sebagai bidang penelitian tersendiri, bukan sekadar bagian dari pembahasan mengenai komputer, matematika, atau otomata.
Kontribusi McCarthy juga terlihat dari pengembangan Lisp pada 1958 ketika ia berada di Massachusetts Institute of Technology.
Bahasa pemrograman tersebut dirancang untuk pemrosesan simbol dan kemudian digunakan secara luas dalam penelitian AI.
Ia juga mengembangkan gagasan time-sharing yang memungkinkan beberapa pengguna berinteraksi dengan satu sistem komputer secara bersamaan.
Sebelum istilah AI diperkenalkan, Alan Turing sudah memberikan dasar teoritis yang penting.
Dalam makalah “Computing Machinery and Intelligence” pada 1950, Turing membahas kemungkinan mesin menunjukkan perilaku yang dapat disebut cerdas.
Ia memperkenalkan konsep yang kemudian dikenal sebagai Turing Test, yaitu pendekatan untuk menilai kemampuan mesin menghasilkan respons yang menyerupai manusia dalam percakapan.
Marvin Minsky juga berperan dalam perkembangan awal AI melalui penelitian tentang jaringan saraf, robotika, penglihatan komputer, dan cara pengetahuan direpresentasikan dalam sistem.
Bersama John McCarthy, Minsky turut mendirikan laboratorium AI di Massachusetts Institute of Technology pada 1959.
Allen Newell dan Herbert Simon kemudian mengembangkan Logic Theorist serta General Problem Solver untuk menunjukkan bahwa komputer dapat melakukan penalaran simbolik dan memecahkan persoalan melalui langkah-langkah tertentu.
Claude Shannon turut memperkuat fondasi komputasi melalui teori informasi dan penelitian tentang cara komputer memainkan catur, sedangkan Arthur Samuel mengembangkan program permainan dam yang dapat meningkatkan kemampuannya melalui pengalaman.
Memasuki perkembangan berikutnya, penelitian jaringan saraf dan machine learning membuka jalan menuju deep learning.
Geoffrey Hinton, Yann LeCun, dan Yoshua Bengio menjadi tokoh penting dalam perkembangan pendekatan tersebut yang kemudian menjadi dasar bagi berbagai sistem AI modern.
Perkembangan artificial intelligence terbentuk dari rangkaian kontribusi ilmuwan dalam bidang komputasi, matematika, logika, dan pembelajaran mesin.
Sejarah tersebut menjelaskan mengapa pertanyaan siapa penemu AI tidak hanya berkaitan dengan satu sosok, meski John McCarthy memiliki peran penting dalam penamaan dan pembentukan bidang tersebut. (Suc)
Baca Juga: Kenapa AI Menghabiskan Air? Simak Penjelasannya di Sini
