Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Rasul yang Wajib Diketahui

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi umat Islam, memercayai rasul sebagai utusan Allah merupakan salah satu wujud menerapan rukun iman yang keempat. Oleh sebab itu, sifat wajib maupun sifat mustahil rasul penting diketahui sebagai bentuk keimanan terhadap utusan-Nya.
Secara sederhana, sifat wajib dan sifat mustahil bagi rasul merupakan dua sifat yang bertolak belakang. Untuk mengetahui pengertian dan jenis keduanya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Tugas Rasul Allah
Sebelum membahas lebih lanjut tentang sifat wajib maupun sifat mustahil bagi rasul, ada baiknya kita memahami tugas rasul. Dalam buku Aqidah Akhlaq yang ditulis oleh Ahmad Kusaeri, tugas rasul Allah telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-An’am ayat 48 yang berbunyi:
وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."
Berdasarkan ayat di atas, tugas rasul dapat diuraikan sebagai berikut:
Membawa kebenaran.
Pembawa kabar gembira.
Pemberi peringatan.
Pengertian Sifat Mustahil Rasul dan Sifat Wajib Rasul
Sebagai manusia pilihan Allah, rasul memiliki sifat yang jarang ditemukan pada manusia biasa. Setidaknya sifat rasul terbagi menjadi tiga macam, yakni sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
Secara singkat, pengertian sifat wajib rasul merupakan sifat yang harus dimiliki oleh rasul. Sementara itu, sifat mustahil bagi rasul merupakan sifat yang tak mungkin dimiliki oleh para rasul. Dengan kata lain, sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib.
Sedangkan sifat jaiz (wenang) merupakan sifat yang diperbolehkan bagi mereka. Menyadur buku Aqidah Akhlaq oleh Ahmad Kusaeri, sifat jaiz rasul merupakan sifat manusiawi yang dimiliki setiap individu pada umumnya. Dengan catatan, sifat-sifat tersebut tak mengurangi martabat kerasulan yang memiliki kemuliaan.
Adapun sifat jaiz bagi rasul di antaranya makan, minum, tidur, dan beristri. Namun, pada artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang sifat mustahil dan sifat wajib bagi rasul.
Sifat Mustahil Rasul
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sifat mustahil bagi rasul merupakan sifat yang tak mungkin dimiliki oleh rasul. Mengutip buku Rukun Iman oleh Hudarrohman, sifat mustahil bagi rasul terdiri dari empat yaitu:
Kizib
Kizib artinya dusta. Mustahil bagi para rasul yang diutus Allah berdusta dalam perkataan maupun perbuatan. Mengingat salah satu tugas rasul menyampaikan wahyu pada umat manusia. Hal itu seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an surah an-Najm atau 2-4:
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ . وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
Artinya: "Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (Al-Qur’ān) menurut keinginannya tidak lain (Al-Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan (padanya)."
Khianat
Sifat mustahil bagi rasul selanjutnya, yakni khianat. Khianat berarti tak dapat dipercaya. Tak mungkin para rasul bersifat ingkar janji dan berkhianat terhadap tugas yang diberikan Allah SWT.
Dengan kata lain, seluruh tugas yang diberikan pasti dilaksanakan dan disampaikan pada umat manusia. Hal itu seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-An’am ayat 106:
اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Artinya : "Ikutilah apa yang telah diwahyukan padamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik."
Kitman
Kitman berarti menyembunyikan. Sifat ini mustahil dimiliki oleh rasul. Sebab, dalam menyampaikan wahyu, para rasul tak mungkin menambah maupun mengurangi, bahkan menyembunyikan wahyu yang diberikan Allah SWT.
Allah berfirman dalam surah al-An’am ayat 50:
قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Artinya : "Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan padamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan padamu bahwa aku malaikat."
Baladah
Sifat mustahil bagi rasul yang terakhir, yakni baladah. Sifat baladah memiliki arti bodoh. Tak mungkin seorang rasul pilihan Allah bersifat bebal. Sebab, rasul memiliki kepandaian dalam menyampaikan wahyu dan berdakwah di jalan Allah SWT.
Sifat Wajib Rasul
Rasul merupakan manusia pilihan Allah yang memiliki sifat terpuji dan patut diteladani. Sebab, rasul bertugas untuk menyiarkan, dan membawa kabar gembira pada umat manusia. Inilah mengapa, penting bagi umat Islam mengetahui dan meneladani sifat wajib rasul.
Menurut sumber yang sama, sifat wajib bagi para rasul terdiri dari empat sifat dan merupakan kebalikan dari sifat mustahil. Adapun sifat wajib rasul antara lain:
Siddiq
Siddiq artinya jujur. Para rasul utusan Allah selalu benar dalam perkataan maupun perbuatan. Dengan kata lain, mustahil bagi seorang rasul berdusta dalam menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Allah padanya. Sebab, rasul merupakan sosok yang wajib diteladani dan dipercaya oleh manusia, terkhusus umat Islam.
Amanah
Sifat wajib kedua yang dimiliki oleh rasul, yakni amanah. Amanah merupakan sifat yang dapat dipercaya. Itulah sebabnya, para rasul dipercaya untuk menyampaikan seluruh pesan yang diperintahkan Allah dan harus sama persis dengan aslinya, tanpa ditambah bahkan dikurangi.
Tablig
Para rasul bertugas menyampaikan wahyu, meski dalam proses menyampaikannya dirasa sangat sulit dan berat. Inilah mengapa, wajib bagi seorang rasul memiliki sifat tablig atau menyampaikan wahyu pada umatnya.
Sebab, rasul tak mungkin menyembunyikan wahyu yang diturunkan, sehingga rasul selalu menyampaikan setiap wahyu dan perintah Allah SWT.
Fatanah
Fatanah berarti cerdik dan bijaksana. Sebagai manusia pilihan Allah, rasul memiliki sifat yang cerdik dan pandai. Sebab, sejatinya rasul tak hanya ditugaskan untuk menyampaikan wahyu, tetapi juga membimbing umat. Itulah sebabnya, mereka harus memiliki sifat yang cerdas.
Itulah penjelasan mengenai sifat wajib dan sifat mustahil rasul. Semoga dengan memahami sifat-sifat bagi rasul di atas dapat menambah keimanan kita pada Allah dan para utusan-Nya.
(ANM)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud sifat mustahil bagi rasul?

Apa yang dimaksud sifat mustahil bagi rasul?
Sifat mustahil bagi rasul merupakan sifat yang tak mungkin dimiliki oleh para rasul.
Apa pengertian dari sifat wajib bagi rasul?

Apa pengertian dari sifat wajib bagi rasul?
Sifat wajib rasul merupakan sifat yang harus dimiliki oleh rasul.
Apa saja sifat wajib dan mustahil bagi rasul?

Apa saja sifat wajib dan mustahil bagi rasul?
Sifat wajib bagi rasul antara lain siddiq (jujur), tablig, amanah, dan fatanah. Sedangkan sifat mustahil rasul di antaranya kizib (berdusta), khianat, kitman (menyembunyikan), dan baladah (baladah).
