Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
11 Februari 2022 18:51
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya  (92592)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melakukan penjurnalan transaksi dalam siklus akuntansi. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Dalam akuntansi, terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi.
ADVERTISEMENT
Siklus akuntansi dapat dibagi menjadi pekerjaan yang dilakukan selama periode tertentu, yaitu penjurnalan transaksi dan pemindahbukuan ke dalam buku besar, serta persiapan laporan keuangan pada akhir periode.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai siklus akuntansi, mulai dari pengertian, jenis-jenis, tahapan, hingga contohnya.

Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya  (92593)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melakukan analisis keuangan dalam akuntansi. Foto: Pexels
Menurut Indra Bastian dalam Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik (2007: 97), siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan organisasi selama periode tertentu.
Sementara itu, Michell Suharli dalam Akuntasi untuk Bisnis Jasa dan Dagang (2006: 49) mendefinisikan siklus akuntansi sebagai urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus.
Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam Teori Akuntansi (2003: 16) menyebutkan bahwa siklus akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi berdasarkan data dan menghasilkan informasi laporan keuangan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi adalah proses penyusunan suatu laporan keuangan yang terdiri dari urutan transaksi berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Jenis-Jenis Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya  (92594)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang akuntan sedang membuat jurnal transaksi. Foto: Pexels
Terdapat beberapa jenis siklus akuntansi, yaitu siklus akuntansi perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Dikutip dari Kuasai Detail Akuntansi Laba dan Rugi oleh Yayah Pudin Shatu (2016: 18), berikut masing-masing penjelasannya.
1. Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang di dalamnya menjalankan kegiatan usaha sebagai penyedia jasa untuk memenuhi keinginan konsumen. Adapun urutan siklus akuntansi perusahaan jasa adalah sebagai berikut.
  1. Membuat bukti transaksi.
  2. Membuat jurnal atau buku harian atas transaksi yang terjadi sesuai berdasarkan tanggal transaksi.
  3. Pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar.
  4. Membuat ayat jurnal penyesuaian.
  5. Pembuatan kertas kerja.
  6. Menyusun laporan keuangan.
  7. Membuat jurnal penutup.
  8. Penutupan buku besar.
  9. Membuat neraca sisa setelah penutupan.
  10. Membuat jurnal pembalik.
ADVERTISEMENT
2. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut terlebih dahulu. Adapun urutan siklus akuntansi perusahaan dagang adalah sebagai berikut.
  1. Membuat pencatatan transaksi atau bukti transaksi.
  2. Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.
  3. Mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus, yang terdiri atas jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian, dan jurnal penjualan.
  4. Mencatat transaksi ke dalam buku besar pembantu, yang meliputi piutang usaha, utang usaha, dan persediaan.
  5. Pemindahbukuan ke buku besar.
  6. Membuat neraca sisa.
  7. Membuat jurnal penyesuaian.
  8. Membuat kertas kerja.
  9. Membuat perhitungan rugi laba.
  10. Membuat laporan perubahan ekuitas.
  11. Membuat laporan neraca.
  12. Membuat jurnal penutup.
  13. Penutupan buku besar.
  14. Membuat neraca sisa setelah penutupan.
  15. Membuat jurnal pembalik.
3. Siklus Akuntasi Perusahaan Manufaktur
ADVERTISEMENT
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya meliputi pengolahan bahan baku hingga menjadi barang jadi. Siklus akuntansi perusahaan manufaktur secara umum sama seperti perusahaan jasa dan dagang, tetapi ada perbedaan mengenai pengolahan bahan baku menjadi barang jadi.

Tahapan Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya  (92595)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat laporan kuangan sebagai bagian dari siklus akuntansi. Foto: Pexels
Dikutip dari Rahasia Cepat Menguasai Laporan Keuangan Khusus dengan Akutansi Dasar oleh Ferra Pujiyanti (2015: 73), siklus akuntansi dapat diurutkan dalam beberapa tahapan. Adapun urutan siklus akuntansi adalah sebagai berikut.
1. Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan
Tahapan ini merupakan proses mengumpulkan dan mencatat bukti atas suatu transaksi yang telah disetujui oleh perusahaan dan disusun ke dalam buku harian atau jurnal umum.
Selain itu, tahapan ini juga termasuk pemindahbukuan dari jurnal umum berdasarkan kelompok akun atau jenisnya ke dalam akun buku besar dan buku pembantu.
ADVERTISEMENT
2. Membuat Ikhtisar Laporan Keuangan
Tahapan ini terdiri dari penyusunan neraca saldo berdasarkan data dari akun buku besar, pembuatan ayat jurnal penyesuaian, penyusunan lembar kertas kerja, dan pembuatan ayat jurnal penutup.
3. Membuat Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari beberapa laporan, yaitu:
a. Laporan Neraca
Laporan neraca adalah suatu ikhtisar laporan keuangan yang menunjukkan posisi aktiva, utang, dan modal.
b. Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba adalah laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode tertentu yang terdiri dari seluruh pendapatan dan beban sehingga menghasilkan nilai laba atau rugi.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar dari laporan keuangan yang mencatat informasi mengenai perubahan modal, yang terdiri dari jumlah modal disetor awal, tambahan modal disetor, saldo laba periode berjalan, dan saldo laba ditahan.
ADVERTISEMENT
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan dari suatu periode akuntansi yang terdiri dari aliran dana kas masuk dan akuntansi yang terdiri dari aliran dana kas masuk dan keluar, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.
e. Catatan Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan adalah laporan tambahan catatan informasi yang lebih terperinci mengenai akun tertentu serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi laporan keuangan perusahaan.
Penerapan siklus akuntansi dalam perusahaan memiliki banyak manfaat, seperti penyedia informasi, mengetahui kondisi perusahaan, meningkatkan laba perusahaan, dan masih banyak lagi. Untuk memahami lebih jelas mengenai penerapan siklus akuntansi, berikut contoh siklus akuntansi suatu perusahaan dagang.
ADVERTISEMENT
PT Safari Indah merupakan suatu perusahaan dagang yang melakukan penutupan buku setiap akhir tahun. Dalam melakukan aktivitas tersebut, biasanya semua transaksi yang dilakukan selama melakukan operasional perusahaan akan dicatat.
Berikut rincian pencatatan yang dilakukan PT Safari Indah berdasarkan tahapan siklus akuntansi.
1. Penjurnalan Transaksi
Tahap pertama adalah pencatatan semua transaksi selama 1 tahun dalam jurnal, meliputi pembelian, piutang dagang, kas, utang, pemberian gaji, beban sewa, dividen, biaya angkut pembelian, dan retur penjualan.
2. Proses Pemindahbukuan Jurnal ke Buku Besar
Setelah mencatat transaksi di jurnal, PT Safari Indah melakukan pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar.
3. Penyusunan Neraca Saldo
PT Safari Indah kemudian melakukan penyusunan neraca saldo dengan pendekatan beban pokok penjualan.
ADVERTISEMENT
4. Membuat Jurnal Penyesuaian
PT Safari Indah membuat jurnal penyesuaian terkait persediaan barang dagangan, pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, biaya angkut pembelian, dan keadaan-keadaan lain yang memerlukan penyesuaian.
5. Pemindahbukuan Jurnal Penyesuaian ke Buku Besar
Setelah membuat jurnal penyesuaian, PT Safari Indah melakukan pemindahbukuan dari jurnal penyesuaian ke buku besar.
6. Penyusunan Neraca Lajur
Tahapan selanjutnya adalah penyusunan neraca lajur dengan penyesuaian pendekatan ikhtisar laba rugi. Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas berlajur untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
7. Penyusunan Laporan Keuangan
Setelah penyusunan neraca lajur, tahap berikutnya melakukan penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari laporan beban pokok penjualan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan neraca.
8. Penyusunan Jurnal Penutup
ADVERTISEMENT
Penyusunan jurnal penutup merupakan pencatatan akhir periode akuntansi, yang terdiri dari penutupan akun pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, dan potongan pembelian.
9. Pemindahbukuan Jurnal Penutup
Selanjutnya PT Safari Indah melakukan pemindahbukuan jurnal penutup ke buku besar.
10. Penyusunan Neraca Saldo setelah Penutupan
Setelah proses pemindahbukuan ke buku besar, tahap terakhir adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan.
Berdasarkan penjelasan di atas tentang siklus akuntansi yang dilakukan oleh PT Safari Indah, dapat disimpulkan bahwa siklus akuntansi merupakan sebuah proses yang diawali dengan melakukan analisis dan membuat jurnal, kemudian diakhiri dengan jurnal penutup dan neraca saldo.
(SFR)
Apa urutan siklus akuntansi perusahaan jasa?
chevron-down
Apa urutan pertama dalam siklus akuntansi perusahaan dagang?
chevron-down
Apa isi tahapan pertama dalam urutan siklus akuntansi?
chevron-down