Silsilah Keraton Solo Pakubuwono sampai Sekarang

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu pusat kebudayaan Jawa yang berperan dalam sejarah Nusantara. Di dalamnya, terdapat silsilah Keraton Solo Pakubuwono yang menjadi penanda kesinambungan tradisi.
Silsilah tersebut menggambarkan kekuasaan dan nilai-nilai adiluhung yang diwariskan turun-temurun sejak masa Mataram. Hingga berakhirnya masa kepemimpinan Pakubuwono XIII di tahun 2025, silsilah ini terus menunjukkan jejak kebesaran budaya Jawa.
Silsilah Keraton Solo Pakubuwono sampai Sekarang
Berikut adalah silsilah Keraton Solo Pakubuwono sampai hari ini hingga pewaris tahta Pakubuwono XIII, KGPH Purbaya yang dikutip dari rri.co.id.
1. Sri Susuhunan Pakubuwono III (1755–1788)
Raden Mas Suryadi atau Pakubuwono III adalah pendiri Kasunanan Surakarta dan menjadi raja pertama setelah terjadinya Perjanjian Giyanti.
2. Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1788–1820)
Putra Pakubuwono III bernama Raden Mas Subadya. Ia dikenal sebagai raja yang memperhatikan tradisi keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan. Masa pemerintahannya berlangsung selama 32 tahun.
3. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820–1823)
Raden Mas Sugandi bergelar Amangkunegara dan memerintah selama tiga tahun. Pada masa pemerintahannya, struktur pemerintahan keraton mulai menyesuaikan diri dengan sistem administrasi kolonial.
4. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823–1830)
PB VI bernama Raden Mas Sapardan, yang dikenal mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro. Akibat sikap pro-perlawanan ini, ia ditangkap dan diasingkan ke Ambon sampai wafat. Pada tahun 1964, Pakubuwono VI ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
5. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830–1858)
Raden Mas Malikis Solikin naik takhta setelah Pakubuwono VI, pamannya diasingkan. Ia memimpin kerajaan pada periode pemulihan pasca-Perang Diponegoro dan menjaga kesinambungan pemerintahan keraton di masa-masa tersebut.
6. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1858–1861)
Kakak dari Pakubuwono VII ini naik takhta pada usia 69 tahun. Ia memerintah selama tiga tahun dan dikenang sebagai sosok bijaksana yang menjadi jembatan bagi generasi penerus keraton.
7. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861–1893)
PB IX atau Raden Mas Suryo Duksina dikenal sebagai raja yang mencintai sastra dan filsafat Jawa. Ia aktif berkarya dan melakukan renovasi pada kompleks keraton. Ia mendapat julukan Sinuhun Bangun Kedhaton berkat hal tersebut.
8. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893–1939)
Pakubuwono X adalah raja Kasunanan Surakarta yang terkenal sangat berpengaruh, terutama soal modernisasi keraton. Masa pemerintahannya berlangsung selama 46 tahun dan merupakan periode paling produktif dalam sejarah keraton.
9. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939–1945)
Putra dari PB X ini memerintah dalam masa yang sulit karena bersamaan dengan pendudukan Jepang di Nusantara. Ia hanya memimpin selama enam tahun sebelum akhirnya wafat pada 1945.
10. Sri Susuhunan Pakubuwono XII (1945–2004)
PB XII adalah putra dari PB XI yang memerintah selama 59 tahun. Masa kepemimpinannya merupakan periode terpanjang dalam sejarah Kasunanan Surakarta.
Ia memimpin transisi besar keraton setelah kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai raja yang menjaga eksistensi budaya Jawa di era modern. PB XII adalah ayah dari PB XIII.
11. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (2004–2025)
PB XIII Lahir sebagai GRM Suryadi (GRM Surya Partana) yang merupakan putra tertua dari PB XII. Ia memimpin selama 21 tahun dan dikenal berperan dalam menjaga keberlanjutan tradisi keraton. Ia wafat pada 2 November 2025.
Dalam kehidupannya, PB XIII telah menikah sebanyak tiga kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Nuk Kusumaningdyah yang memberinya tiga putri, yaitu GKR Timoer, GRAy Devi Lelyana Dewi, dan GRAy Dewi Ratih Widyasari.
Dari pernikahan keduanya dengan KRAy Winari Sri Haryani, Ia dikaruniai tiga orang anak, yaitu KGPH Mangkubumi atau KGPH Hangabehi, GRAy Sugih, dan GRAy Putri Purnaningrum.
Kemudian dari permaisuri terakhirnya bernama GKR Pakubuwono, lahirlah seorang putra yang bernama GRM Suryo Aryo Mustiko yang kelak bergelar KGPH Purbaya. KGPH Purbaya memiliki nama lahir Gusti Raden Mas (GRM) Suryo Aryo Mustiko. Ia ditetapkan sebagai putra mahkota oleh PB XIII pada upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18, tanggal 27 Februari 2022.
Dengan gelar lengkapnya “Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Rojoputro Nalendra ing Mataram,” ia menjadi pewaris resmi tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Setelah wafatnya PB XIII, KGPH Purbaya dipersiapkan untuk jumeneng sebagai raja berikutnya. Ia akan meneruskan garis keturunan dan tradisi kepemimpinan dalam Keraton Surakarta.
Silsilah Keraton Solo Pakubuwono menggambarkan perjalanan panjang pelestarian budaya Jawa yang dijaga melalui tradisi, upacara, serta nilai-nilai keraton. Dengan wafatnya PB XIII, tongkat estafet kepemimpinan akan beralih kepada KGPH Purbaya sebagai penerusnya. (Aya)
Baca juga: Kereta Jenazah Keraton Kasunanan Surakarta, Pembawa Jenazah yang Sakral
