Konten dari Pengguna

Sinopsis The Little Things tentang Kasus Kriminal yang Penuh Misteri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sinopsis The Little Things. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sinopsis The Little Things. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Kisah kriminal dengan latar Los Angeles pada awal 1990-an menjadi dasar cerita dalam sinopsis The Little Things.

Perkara pembunuhan yang saling berkaitan membuat seorang aparat lama kembali berhadapan dengan kasus yang pernah gagal diselesaikannya.

Penyelidikan tersebut perlahan membawa dua detektif pada tersangka yang sulit ditebak serta pilihan yang dapat mengubah hidup keduanya.

Sinopsis The Little Things tentang Kasus Pembunuhan

Ilustrasi nonton The Little Things. Foto: Unsplash.com/Joshua Hoehne

Dikutip dari imdb.com, sinopsis The Little Things menceritakan tentang Joe "Deke" Deacon, wakil sheriff Kern County yang datang ke Los Angeles untuk mengambil barang bukti dari kasus pembunuhan.

Deke kemudian ikut mendampingi Jimmy Baxter, detektif yang baru dipercaya menangani perkara pembunuhan di wilayah tersebut.

Saat melihat lokasi kejadian, Deke menemukan pola yang mengingatkannya pada kasus pembunuhan berantai yang pernah ditanganinya bertahun-tahun sebelumnya.

Kasus baru semakin rumit setelah Ronda Rathbun menghilang ketika sedang berlari pada malam hari.

Tidak lama kemudian, polisi menemukan jasad perempuan lain di bawah jembatan dan menemukan kesamaan pola dengan sejumlah pembunuhan sebelumnya.

Deke mulai menyelidiki Albert Sparma, pria yang bekerja di sebuah bengkel dan tinggal tidak jauh dari lokasi sejumlah kejadian.

Sikap Sparma yang tenang sekaligus provokatif membuat penyelidikan semakin sulit diarahkan pada bukti yang pasti.

Baxter dan Deke terus mencari petunjuk ketika waktu penyelidikan semakin terbatas karena FBI akan mengambil alih perkara tersebut.

Keduanya menemukan bahwa Sparma pernah mengaku melakukan pembunuhan bertahun-tahun sebelumnya, meskipun pengakuan itu tidak mungkin benar karena dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian.

Penggeledahan terhadap apartemennya juga tidak memberikan bukti langsung, meski terdapat sejumlah potongan berita mengenai kasus pembunuhan.

Sidik jari Sparma memang memiliki kemiripan dengan jejak dalam perkara, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk memastikan keterlibatannya.

Sparma kemudian mengatakan kepada Baxter bahwa dirinya mengetahui lokasi jasad Ronda. Baxter mengikuti petunjuk tersebut hingga ke daerah terpencil dan diminta menggali beberapa lubang.

Percakapan yang terus dipenuhi provokasi membuat Baxter kehilangan kendali dan memukul Sparma dengan sekop hingga pria itu meninggal.

Ketika Deke tiba, persoalan tersebut berubah menjadi upaya menutupi kematian Sparma sekaligus mencari tahu apakah pria itu benar-benar pelaku pembunuhan.

Deke akhirnya mengungkap pengalaman kelam yang pernah dialaminya saat menangani kasus lama.

Peristiwa tersebut menjelaskan alasan dirinya begitu terikat dengan perkara pembunuhan dan mengapa ia berusaha menghentikan Baxter sebelum penyelidikan itu menghancurkan hidupnya.

Deke kemudian mengirimkan jepit rambut merah kepada Baxter, seolah-olah benda tersebut berkaitan dengan Ronda, padahal ia telah membeli beberapa jepit rambut serupa untuk membuat Baxter percaya bahwa kasus itu tidak perlu dilanjutkan.

Setelah membakar barang-barang yang dikumpulkannya dari apartemen Sparma, Deke meninggalkan perkara tersebut.

Sinopsis The Little Things memperlihatkan penyelidikan yang tidak memberikan kepastian sederhana mengenai identitas pelaku.

Cerita berakhir dengan pilihan Deke untuk menghentikan Baxter dari pencarian yang dapat membuatnya terus dihantui kasus tersebut. (Shofia)

Baca Juga: Sinopsis Empat Musim Pertiwi tentang Kepulangan dan Luka Masa Lalu