Stimulasi untuk Tumbuh Kembang Anak Berdasarkan Usianya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stimulasi adalah hal penting yang perlu diketahui dan dipahami oleh orang tua karena sangat berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Stimulasi harus dilakukan oleh orang-orang terdekat anak, seperti ibu, ayah, pengasuh, anggota keluarga lain, hingga kelompok masyarakat.
Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan terhadap proses tumbuh kembang anak, bahkan dapat menyebabkan gangguan yang menetap. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan stimulasi? Simak ulasan mengenai stimulasi pada anak di bawah ini.
Pengertian Stimulasi
Stimulasi merupakan salah satu faktor eksternal yang sangat penting dalam menentukan kecerdasan anak. Oleh karena itu, stimulasi penting untuk dilakukan kepada anak.
Selain stimulasi, ada beberapa faktor eksternal lainnya yang dapat merangsang kecerdasan anak, yakni kualitas asupan gizi, pola pengasuhan yang tepat, hingga kasih sayang terhadap anak.
Menurut Siswono dalam Buku Panduan Stimulasi dan Deteksi Dini karya Mayumi Rantina, dkk, stimulasi adalah suatu upaya merangsang anak untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun keterampilan baru dalam upaya peningkatan kecerdasan anak.
Stimulasi biasanya disesuaikan dengan usia anak dan prinsip dari stimulasi itu sendiri. Untuk memecahkan masalah pada anak usia dini, orang tua perlu memperhatikan perkembangan kognitif anak.
Kognitif berkaitan dengan proses berpikir, yaitu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan peristiwa, kreativitas, pemecahan masalah, membuat strategi, hingga pemahaman kontekstual.
Stimulasi yang memadai dapat merangsang otak anak, sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara, dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada anak berlangsung secara optimal.
Stimulasi juga dapat dilakukan dengan mengajak anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih sayang.
Aktivitas bermain dan suasana cinta sangat penting guna merangsang seluruh sistem indera, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan berkomunikasi serta perasaan dan pikiran si anak.
Adapun prinsip-prinsip stimulasi adalah sebagai berikut:
Stimulasi dilandasi dengan cinta dan kasih sayang
Selalu dapat menunjukkan sikap yang lebih baik
Memberikan stimulasi dengan kelompok umur anak
Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bervariasi, menyenangkan tanpa ada paksaan
Lakukan stimulasi secara berkelanjutan sesuai dengan umur anak terhadap aspek-aspek kemampuan dasar anak
Gunakan alat bantu dan mainan untuk memberikan stimulasi
Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan
Anak selalu diberikan pujian kalau perlu hadiah untuk setiap keberhasilannya.
Stimulasi Bayi
Mengutip dari buku Pedoman Praktis Tumbuh Kembang Anak (Usia 0–72 Bulan) karya Anggia Chrisanti Darmawan, berikut macam-macam stimulasi pada bayi untuk membantu tumbuh kembang berdasarkan usianya.
1. Stimulasi pada Bayi Umur 0-3 Bulan
Berikut beberapa stimulus pada bayi berusia 0-3 bulan:
Stimulus visual: Diperlihatkan objek warna terang di atas tempat tidur
Stimulus auditif: Mengajak bicara bayi dan memutar suara-suara lonceng halus
Stimulus taktik: Membelai, menyisir, dan menyelimuti
Stimulus kinetik: Mengajak bayi berjalan-jalan.
2. Stimulasi pada Bayi Umur 4-6 Bulan
Berikut macam-macam stimulus untuk bayi berumur 4-6 bulan:
Stimulus visual: Menonton TV/Video dan bermain benda terang yang dapat dipegang
Stimulus auditif: Mengajak bicara dan memanggil nama bayi
Stimulus taktik: Bermain air
Stimulus kinetik: Berdiri pada paha orang tua, membantu bayi tengkurap, duduk.
3. Stimulasi pada Bayi Umur 7-9 Bulan
Berikut jenis-jenis visual untuk bayi berumur 7 hingga 9 bulan:
Stimulus visual: Sama dengan bayi berumur 4-6 bulan dan ditambah permainan "cilukba"
Stimulus auditif: Panggil nama bayi, mengajari bayi memanggil nama orang tua, menjelaskan apa yang sedang dilakukan bayi
Stimulus taktik: Mengenalkan berbagai tekstur benda dan bermain air
Stimulus kinetik: Membantu tengkurap, melatih bayi untuk berdiri, bermain tarik dorong.
4. Stimulasi pada Bayi Umur 10-12 Bulan
Berikut beberapa stimulasi untuk bayi berumur 10-12 bulan:
Stimulus visual: Ajak ke tempat ramai dan memperkenalkan beragam jenis gambar
Stimulus auditif: Suara binatang dan menyebutkan bagian tubuh
Stimulus taktik: Merasakan hangat atau dingin dan memegang makan sendiri
Stimulus kinetik: Bermain tarik dorong, bersepeda.
Stimulasi Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang anak serta kemampuan kognitifnya perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya.
Stimulasi dapat berupa proses perangsangan, mulai dari penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan yang datang dari lingkungan anak.
Dalam stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Mengutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut stimulasi 6 aspek perkembangan anak usia dini:
Nilai agama dan moral
Fisik dan motorik
Bahasa
Kognitif
Sosial emosional
Seni
Keenam aspek di atas harus berkembang secara optimal agar anak bisa berlanjut ke tahap perkembangan selanjutnya.
Dikutip dari buku Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah karya Ni Wayan Armini, S.S.T., M. Keb., dkk, berikut stimulasi perkembangan anak sesuai usia.
1. Stimulasi Anak 2 Tahun
Berikut rangkaian stimulasi untuk anak berusia anak 2 tahun:
Latih anak naik turun tangga
Bermain dengan anak, menunjukkan cara menangkap bola besar dan melemparkannya kembali pada anak
Melatih anak menyebut nama bagian tubuh dengan menyebut bagian tubuh anak, menyebut namanya, dan minta anak untuk menyebutkan kembali
Memberi kesempatan kepada anak untuk melepaskan pakaiannya sendiri
Melatih keseimbangan tubuh anak dengan cara berdiri pada satu kaki secara bergantian
Melatih anak untuk menggambar bulatan, garis, segitiga, dan gambar wajah
Melatih agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya
Melatih anak dalam hal kebersihan diri.
2. Stimulasi Anak 3 Tahun
Berikut macam-macam stimulasi untuk anak berumur 3 tahun:
Melatih anak untuk melompat dengan satu kaki
Melatih anak menyusun dan menumpuk balok
Melatih anak mengenal bentuk dan warna
Melatih anak dalam hal kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan kaki dan mengeringkan kakinya.
3. Stimulasi Anak 4 Tahun
Berikut jenis-jenis stimulasi untuk anak berusia 4 tahun:
Memberi kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang kira-kira mampu ia kerjakan
Melatih anak cara memotong, menggunting gambar-gambar, mula dari gambar besar
Melatih anak untuk mengancingkan baju
Melatih anak dalam sopan santun, seperti berterima kasih, mencium tangan, dan lain-lain.
4. Stimulasi Anak 5-7 Tahun
Berikut beberapa stimulasi yang dapat diberikan kepada anak umur 5-7 tahun:
Memberi kesempatan kepada anak untuk mengerjakan hal-hal yang ingin ia kerjakan
Melatih anak untuk melengkapi gambar-gambar
Menjawab pertanyaan anak dengan benar, tidak membohong atau menunda jawabannya
Mengajak anak dalam aktivitas keluarga, seperti berbelanja, memasak, dan merapikan rumah.
Selain memastikan anak mendapatkan stimulasi dengan baik, jangan lupa untuk memenuhi asupan nutrisi anak, mengatur jadwal tidur anak, serta membantu anak mengenal lingkungan sekitarnya.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan stimulasi?

Apa yang dimaksud dengan stimulasi?
Stimulasi adalah suatu upaya merangsang anak untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun keterampilan baru dalam upaya peningkatan kecerdasan anak.
Apa kata lain dari stimulasi?

Apa kata lain dari stimulasi?
Kata lain dari stimulasi adalah perangsangan.
Bagaimana cara stimulasi perkembangan anak?

Bagaimana cara stimulasi perkembangan anak?
Stimulasi untuk perkembangan anak dapat dilakukan sesuai dengan usianya. Contoh pada bayi umur 0-3 bulan, stimulasi visual dapat berupa diperlihatkan objek warna terang di atas tempat tidur.
