Tantangan yang Dihadapi dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi? Perubahan teknologi dan terbukanya hubungan antarnegara membuat masyarakat semakin mudah mengenal berbagai budaya, gaya hidup, serta kebiasaan dari luar.
Kondisi tersebut membawa peluang baru sekaligus menuntut masyarakat tetap memiliki pegangan terhadap nilai dan jati diri bangsa.
Apa Saja Tantangan yang Dihadapi dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi?
Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi? Tantangan tersebut berkaitan dengan perubahan budaya, perkembangan teknologi, pola komunikasi, hingga cara generasi muda memandang nilai-nilai yang berasal dari lingkungan sekitar.
Dikutip dari kab-yahukimo.kpu.go.id, salah satu tantangannya adalah menurunnya rasa nasionalisme. Arus budaya global membuat musik, film, mode, makanan, dan gaya hidup dari berbagai negara dapat diakses dengan mudah.
Mengenal budaya asing bukan persoalan, tetapi kecenderungan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kesesuaiannya dengan nilai lokal dapat membuat kecintaan terhadap budaya sendiri semakin berkurang.
Perubahan pola konsumsi juga dapat memengaruhi identitas kebangsaan. Produk luar negeri lebih mudah dikenal melalui perdagangan digital dan media sosial sehingga pilihan masyarakat semakin beragam.
Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penghargaan terhadap produk lokal agar perkembangan pasar global tidak membuat hasil karya dalam negeri kehilangan ruang.
Tantangan berikutnya adalah homogenisasi budaya. Konten digital membuat kebiasaan yang berasal dari berbagai negara dapat menyebar dalam waktu singkat dan diterima oleh masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Jika tidak disertai upaya mengenali budaya daerah, keragaman bahasa, kesenian, tradisi, dan nilai lokal dapat semakin terpinggirkan.
Terputusnya pewarisan budaya antargenerasi juga perlu diperhatikan. Pengetahuan mengenai tradisi, bahasa daerah, permainan tradisional, kesenian, serta kebiasaan masyarakat tidak selalu tersampaikan secara utuh dari generasi yang lebih tua kepada generasi berikutnya.
Kesibukan, perubahan lingkungan sosial, dan pergeseran minat dapat membuat proses pewarisan tersebut semakin terbatas.
Dominasi teknologi digital menjadi tantangan lain yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. YouTube, Instagram, TikTok, dan berbagai platform lain membuat masyarakat memiliki akses luas terhadap konten global.
Pola konsumsi konten yang berlangsung tanpa penyaringan dapat memengaruhi cara berbicara, berpikir, berpakaian, hingga menentukan pilihan gaya hidup.
Penggunaan bahasa juga mengalami perubahan akibat komunikasi digital. Istilah asing dan bahasa percakapan dari berbagai negara dapat masuk ke komunikasi sehari-hari dengan cepat.
Penggunaan bahasa asing tetap memiliki manfaat dalam lingkungan global, tetapi kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik serta menjaga bahasa daerah tetap penting sebagai bagian dari identitas budaya.
Perkembangan globalisasi juga berkaitan dengan persoalan privasi dan keamanan digital. Data pribadi dapat tersebar melalui aktivitas daring apabila tidak dijaga dengan baik.
Karena itu, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi perlu berjalan bersama kecakapan digital, kesadaran menjaga data pribadi, serta sikap kritis ketika menerima konten dari internet.
Menjaga identitas kebangsaan tidak berarti menutup diri dari perubahan dunia. Budaya asing dan perkembangan teknologi tetap dapat dipelajari, sementara nilai Pancasila, bahasa Indonesia, budaya daerah, serta karya dalam negeri tetap diberi ruang dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, tantangan menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi berkaitan dengan kemampuan menyaring perubahan tanpa kehilangan jati diri.
Sikap terbuka terhadap perkembangan zaman dapat berjalan seiring dengan upaya merawat nilai, bahasa, budaya, dan karya yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa. (Suc)
Baca Juga: Pengertian Globalisasi, Proses, Ciri-Ciri, dan Dampaknya
