Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap, Muslimah Wajib Tahu

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara mandi wajib setelah haid sangat penting untuk diketahui. Mandi wajib atau sering disebut dengan mandi junub adalah hal yang harus dilakukan ketika seorang muslimah telah berhenti di masa haidnya atau masa menstruasi.
Haid memerupakan siklus bulanan yang dialami oleh seorang wanita. Mengutip dari website kemkes.go.id, haid atau menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan secara periodic.
Darah yang keluar ini merupakan suatu kondisi yang normal. Darah ini akan keluar dalam kurung waktu 24 jam dan maksimal lima belas hari. pada umumnya haid berlangsung selama tujuh hari, dan apabila telah selesai haid seorang muslimah wajib mandi besar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Tata cara mandi wajib setelah haid sangat wajib dipelajari supaya tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaannya.
Seorang perempuan yang telah selesai masa haid diwajibkan untuk bersuci dengan cara mandi wajib atau mandi junub, agar bisa melaksanakan kembali kewajiban salat.
Selain itu, Pelaksanaan mandi wajib dalam Islam adalah upacara yang wajib dilaksanakan untuk membersihkan diri dari hadas besar, seperti hubungan suami istri, mimpi basah, haid, nifas, dan lainnya.
Walaupun memiliki unsur keagamaan dan ritual, mandi wajib mencerminkan penyatuan antara kebersihan tubuh dan kesucian spiritual.
Dari sudut pandang kesehatan, mandi wajib dapat dianggap sebagai langkah untuk menjaga kebersihan fisik dengan menghilangkan potensi penyebab penyakit atau infeksi yang mungkin ada dalam tubuh.
Proses mandi wajib melibatkan pencucian seluruh tubuh, termasuk bagian-bagian yang sering diabaikan dalam perawatan sehari-hari. Oleh karena itu, mandi wajib sesuai dengan prinsip-prinsip kebersihan fisik.
Mandi wajib juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan spiritual dengan memungkinkan individu untuk beribadah dalam keadaan suci sesuai dengan ajaran Islam.
Hal ini menegaskan hubungan yang erat antara dimensi spiritual dan fisik dalam Islam.
Secara keseluruhan, mandi wajib bisa dilihat sebagai cara untuk menggabungkan kebersihan tubuh dan kesucian spiritual, menjaga tubuh dari risiko penyakit, dan memenuhi persyaratan ritual kebersihan dalam Islam.
Proses mandi wajib adalah salah satu cara ataupun ketentuan ajaran islam untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti hubungan suami istri, mimpi basah, atau kondisi lainnya seperti haid, nifas, wiladah, atau setelah kematian.
Penggunaan istilah "janabah" ialah menyatakan kondisi seseorang sedang dalam keadaan berhadats besar.
Untuk menyelesaikan atau menghapus ‘janabah’ wajib hukumnya melaksanakan mandi wajib agar kembali suci menurut islam dan dapat menjalankan ibadah lainnya, seperti shalat, membaca Al-Quran, dan hal-hal berkaitan dengan melaksanakan ibadah di masjid.
Untuk pelaksanaan mandi wajib yang sesuai ketentuan islam mengimplikasikan tata cara yang urut dan penting untuk dilakukan.
Pertama, membaca atau memiliki niat untuk melakukan mandi bersih dikarenakan telah mengeluarkan mani, melakukan hubungan suami istri, atau telah menyelesaikan masa haid dan masa haid telah mencapai 14 hari.
Lalu, sesuai dengan ajaran islam sebelum melakukan sesuatu diajarkan mengucap ‘bismillahirrahmanirrahim’. Selanjutnya, berwudhu untuk membersihkan kotoran-kotoran menempel atau hadats kecil yang ada.
Selanjutnya membersihkan seluruh tubuh dengan tangan, lalu mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan memulai dari sisi kanan sebelum ke sisi kiri, hal-hal tersebut dilakukan secara berurutan.
Langkah-langkah tadi bertujuan untuk menyucikan atau membersihkan diri baik dari hadats kecil hingga hadats besar, dengan membersihkan atau menyucikan diri tersebut dapat mensucikan diri dan siap untuk melaksanakan ibadah-ibadah.
Mandi wajib yang dilakukan setelah periode haid bertujuan untuk mensucikan diri. Haid adalah kondisi ketika darah keluar dari vagina dan terjadi secara bulanan.
Periode haid biasanya berlangsung selama 7-14 hari dalam sebulan, dan selama masa ini, seorang perempuan dilarang untuk melakukan shalat (sholat) dan puasa, sesuai dengan ajaran Islam yang mewajibkan kesucian sebelum menjalankan ibadah tertentu.
Mandi wajib setelah haid adalah cara untuk mencapai kesucian dan memungkinkan perempuan untuk kembali menjalankan ibadah agama setelah periode haid selesai.
Berikut ini cara mandi wajib setelah haid beserta dalilnya:
Membaca niat mandi wajib setelah haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
“Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadats besar dari haid karena Allah Ta’ala.”
Membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali.
Membersihkan kotoran yang menempel di sekitar tempat yang tersembunyi dengan tangan kiri.
Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih.
Memasukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala.
Selanjutnya guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.
Bilas seluruh tubuh dengan mengguyur air. Dimulai dari sisi kanan lalu dilanjutkan ke tubuh sisi kiri.
Saat menjalankan tata cara mandi wajib setelah haid, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut terkena air serta dibersihkan.
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah melakukan mandi wajib disunnahkan membaca doa setelah mandi wajib sebagaimana doa setelah wudu.
Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j alnii minat tawabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alni min ibadati shalihin.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
Meskipun doa ini secara zhahir merupakan hadist untuk wudu, akan tetapi para ulama menjelaskana bahwa disunnahkan pula setelah mandi janabah berdasarkan dalil qiyas.
Rukun Mandi Wajib Setelah Haid
Ada 3 rukun mandi wajib yang perlu dilaksanakan agar sah. Antara lain seperti
Membaca niat mandi besar.
Mengalirkan air ke seluruh tubuh dan kepala hingga ujung rambut.
Menghilangkan najis yang menempel.
Sunnah Mandi Wajib Setelah Haid
Menghadap kiblat
Membaca basmalah dan niat di dalam hati dengan maksud untuk berdzikir bukan membaca Al-Quran
Membasuh kedua telapak tangan
Menghilangkan kotoran dari tubuh
Berwudu sebelum mandi
Meratakan air pada bagian-bagian lekuk
Menyela ujung rambut sebanyak 3 kali
Tertib
Mengulang sebanyak 3 kali
Dianjurkan menggosok setiap kalinya
Membasuh bagian aurat yang tertutup
Setelah selesai melaksanakan mandi wajib disunnahkan membaca doa sebagai berikut:
“Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh”
Dalil tentang Mandi Wajib Setelah Haid
Mengutip dari laman resmi 'Nahdlatul Ulama, terdapat dalil yang menjelaskan kewajiban mandi bagi perempuan muslim yang telah mengalami haid. Berikut firman Allah Swt:
وَيَسْأَلُونَك عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللهُ
Artinya, "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah suatu kotoran.
Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu," (Surat Al-Baqarah ayat 222).
Dalam tafsir disebutkan bahwa yang dimaksud suci dalam ayat tersebut adalah suci dengan cara mandi. Dalam satu kesempatan, sahabat Fathimah binti Abi Jaisy Ra pernah bertanya tentang darah yang keluar, kemudian Rasulullah saw menjelaskan:
فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِي وَصَلِّي } رَوَاهُ الْبُخَارِيّ
Artinya, "Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah salat. Bila ia telah pergi maka mandi dan salatlah," (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah r.a).
Namun, bagi muslimah yang keluar darah belum mencapai 24 jam, misalnya 2 jam keluar darah, lalu berhenti dan keluar darah lagi, lalu berhenti lagi, maka ia belum diwajibkan mandi wajib.
Karena itu, cukup membersihkan kemaluannya kemudian berwudu dan masih berkewajiban melakukan salat.
Demikian adalah ulasan mengenai tata cara mandi wajib setelah haid yang wajib diketahui. (Nisa)
Baca juga: Cara Melakukan Senam Gelang-Gelang dengan Berbagai Gerakan
