Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Bacaan Doanya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang mengerjakan tata cara sholat Dhuha. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang mengerjakan tata cara sholat Dhuha. Foto: Unsplash.com

Salat Dhuha merupakan salah satu amalan ibadah sunah yang banyak dilaksanakan oleh umat muslim. Tata cara sholat Dhuha sendiri sangat mudah untuk dipraktikkan.

Salat Dhuha adalah salat sunah yang rutin dilakukan Rasulullah yang biasanya terdiri dari dua rakaat dan maksimal delapan rakaat.

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat Dhuhah. Berikut bunyi dari hadis tersebut:

عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ الْغَطَفَانِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ ».

Aratinya:

Dari Nu'aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR Abu Daud).

Waktu pelaksanaan salat Dhuha biasanya adalah di pagi atau sekitar 10-20 menit setelah matahari terbit hari hingga waktu sebelum tengah hari. Pelaksanaan salat Dhuha sendiri tak jauh berbeda dengan salat fardu lainnya.

Untuk mengetahui tata cara salat Duha yang tepat, simak penjelasan mengenai salat Duha berikut ini.

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Ilustrasi seseorang membaca bacaan niat sholat Dhuha. Foto: Unsplash.com

Sebelum mengetahui tata cara pelaksanaan salat Duha, bacaan niat salat Dhuha adalah hal penting yang perlu diingat sebab membaca niat merupakan salah satu bagian dari tata cara salat Dhuha.

Berikut bacaan niat salat Dhuha yang dikutip dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari karya Ustadz Arif Rahman:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

(Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa)

Artinya:

"Aku niat salat sunah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Waktu Sholat Dhuha

Menurut Abu Utsman Kharisman dalam buku Fiqih Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi, rentang waktu bisa dilakukannya salat Dhuha sejak 15 menit setelah terbit matahari hingga 10 menit sebelum masuk waktu Zuhur.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat dan Keutamaan Menunaikannya

Cara Sholat Dhuha

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tata cara salat Dhuha sebenarnya tidak memiliki begitu banyak perbedaan dengan salat fardu.

Salat Dhuha dapat dilakukan sebanyak 2 rakaat dan maksimal 8 rakaat. Akan tetapi, bagi yang melaksanakannya lebih dari dua rakaat diwajibkan untuk melaksanakan salam setiap rakaat kedua. Adapun tata cara pelaksanaan salat Dhuha adalah sebagai berikut.

Ilustrasi seseorang melaksanakan tata cara sholat Dhuha. Foto: Unsplash.com

1. Membaca Niat

Langkah awal untuk melaksanakan salat Dhuha adalah membaca bacaan niat di atas dalam hati dan meluruskan niat melaksanakan salat semata-mata hanya untuk Allah SWT.

2. Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan melaksanakan takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah dalam hati.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

Langkah selanjutnya adalah membaca surah al-Fatihah. Menurut syariat, bacaan surah pada salat Dhuha dibaca dengan cara disirkan (suara berbisik).

4. Membaca Surah dalam Alquran

Setelah membaca surah a-Fatihah, berikutnya adalah membaca salah satu surah yang terdapat dalam Alquran dengan cara disirkan.

5. Rukuk

Usai membaca surah pendek dalam Alquran, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan rukuk sembari membaca bacaan tasbih untuk gerakan tersebut.

6. Iktidal

Setelah melaksanakan rukuk, dilanjutkan dengan iktidal, yaknin berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud sembari membaca tasbih.

7. Sujud

Gerakan selanjutnya adalah sujud dengan cara berlutut serta meletakkan dahi ke sajadah sambil membaca tasbih.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud, salat Dhuha dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud sembari membaca bacaan khusus untuk gerakan tersebut.

9. Sujud Kedua

Usai duduk di antara dua sujud, kemudian dilanjutkan kembali dengan melaksanakan sujud kedua sebelum akhirnya bangkit dan melaksanakan rakaat selanjutnya.

10. Melaksanakan Rakaat Kedua

Setelah sujud kedua selesai, langkah selanjutnya adalah bangkit kembali untuk melaksanakan rakaat kedua. Rakaat kedua kembali dilakukan mulai dari membaca surah al-Fatihah hingga sujud kedua.

12. Tahiyat Akhir dan Salam

Setelah melaksanakan sujud kedua pada rakaat kedua, langkah berikutnya adalah duduk tahiyat akhir dan membaca doa untuk tahiyat akhir lalu diakhiri dengan mengucapkan salam.

13. Membaca Doa Salat Dhuha

Ketika salat Dhuha telah selesai dilaksanakan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa usai salat Dhuha. Namun, doa ini tidak bersifat wajib untuk dibaca, tetapi sangat dianjurkan.

Berikut adalah bacaan doa setelah salat Dhuha:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Allahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahrirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin)

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu."

"Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang salih."

Bagi yang ingin melaksanakan ibadah salat Dhuha lebih dari dua rakaat, setelah selesai salam dapat mengerjakan salat Dhuha kembali sebanyak dua rakaat.

Keutamaan Sholat Dhuha

Salat Dhuha adalah salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam karena memberikan sejumlah manfaat bagi setiap orang yang melaksanakannya.

Salah satu manfaat atau keutamaan dari salat Dhuha adalah dapat membantu umat Islam memperoleh rezeki yang berlimpah.

Selain itu, terdapat keutamaan dari salat Dhuha lainnya. Berikut macam-macam keutamaan salat Dhuha yang dikutip dari buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani.

1. Diampuni Segala Dosa-dosanya

Salah satu keutamaan dari salat Dhuha adalah dosa-dosa di waktu dulu akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini telah disebutkan dalam hadis yang berbunyi:

"Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan."(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Sebagai Sedekah

Salat Dhuha adalah salat sunah yang amalannya dianggap seperti mengeluarkan sedekah sebagaimana yang telah dijelaskan Rasulullah SAW yang berbunyi:

"Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at," (HR Muslim)

3. Mendapatkan Istana di Surga

Dalam salah satu riwayat menyebutkan seseorang yang melaksanakan salat Dhuha, khususnya 12 rakaat akan memperoleh istana dalam surga nanti. Hal ini termuat dalam salah satu hadis yang berbunyi:

"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)."

4. Dicukupkan Kebutuhan

Bagi siapa pun yang melaksanakan ibadah salat Dhuha akan diberikan kecukupan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT menjanjikan seseorang yang mengerjakan salat Dhuha untuk mencukupi kebutuhan orang tersebut hingga pada sore harinya.

5. Memperoleh Pahala Setara dengan Haji dan Umrah

Dalam salah satu hadis menyebutkan bahwa melaksanakan ibadah salat Dhuha akan membuat seseorang memperoleh pahala yang setara dengan haji dan umrah. Hadis tersebut ialah berbunyi:

"Barangsiapa yang mengerjakan salat fajar (Subuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna"

Demikianlah penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat Dhuha beserta bacaan doa dan keutamaannya.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Bacaan sholat dhuha apa aja?
chevron-down

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahrirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Bagaimana niat sholat dhuha?
chevron-down

Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Aku niat salat sunah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Kapan waktu sholat dhuha?
chevron-down

Menurut Abu Utsman Kharisman dalam buku Fiqih Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi, rentang waktu bisa dilakukannya salat Dhuha sejak 15 menit setelah terbit matahari hingga 10 menit sebelum masuk waktu Zuhur.