Tata Cara Sholat Idul Fitri Berjamaah dan Niatnya untuk Umat Islam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara sholat Idul Fitri berjamaah harus diketahui umat Islam. Salat Idulfitri merupakan salah satu salat sunah yang dikerjakan umat Islam setahun sekali pada pagi hari. Salat ini biasa dikerjakan pada tanggal 1 Syahwal dan waktu pelaksanaannya dimulai dari terbitnya matahari hingga tergelincir pada siang hari.
Berdasarkan buku yang berjudul Fiqih, Udin Wahyudin, dkk., (2006:68), Hari Raya Idulfitri merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Umat Islam bergembira, karena telah selesai melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh pada bulan Ramadan.
Idulfitri berarti kembalinya manusia kepada keadaan sucinya, sesuai dengan fitrah, untuk tunduk dan patuh terhadap tatanan kehidupan yang diridai Allah Swt. Tidak heran, jika banyak umat Islam yang menantikan hari penuh dengan kemenangan tersebut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tata Cara Sholat Idul Fitri Berjamaah
Inilah tata cara sholat idul fitri berjamaah lengkap dengan niatnya yang harus diketahui umat Islam berdasarkan buku yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari kandungan hingga Kematian, Dr. Muh Hambali, M.Ag, (2017:201).
Takbiratul ihram bersamaan dengan niat di dalam hati.
Niat salat Idulfitri:
أُصَلِّي سُنَّةٌ لِعَيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatan li'aidil fithri rak'ataini (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat salat Idul Fitri 2 rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
Kemudian, membaca doa iftitah.
Lanjutkan dengan takbir sebanyak 7 kali. Sedangkan masing-masing takbir dipisah dengan bacaan ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
Setelah itu, lanjutkan seperti salat biasanya (membaca Surat al-Faatihah hingga sujud).
Sedangkan pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak 5 kali dengan cara yang sama seperti rakaat pertama.
Setelah selesai, khatib menyampaikan dua khotbah secara berurutan
Berdasarkan buku dengan judul Fiqih, Udin Wahyudin, (2006:70), Nabi Muhammad saw. senantiasa melaksanakan salat Idulfitri selama beliau hidup. Di manakah tempat yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.? Tempat yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk melaksanakan salat Idulfitri adalah di lapangan terbuka, sebagaimana Syaikh Ibnu Qayyim berkata, "Biasanya Rasulullah saw melakukan salat Idulfitri dan Idul Adha pada tempat yang dinamakan lapangan terbuka. Beliau tidak pernah melakukan salat lain di masjid kecuali hanya satu kali, yaitu ketika mereka kehujanan."
Apabila hujan lebih baik, melakukan salat Idulfitri di masjid. Berdasarkan keterangan tersebut, salat Idulfitri lebih baik dilaksanakan di lapangan terbuka. Akan tetapi dalam keadaan hujan, sebaiknya dilaksanakan di masjid.
Pada salat Idul fitritidak disunahkan azan dan iqamah sebagaimana salat wajib. Akan tetapi, yang disyariatkan adalah menyerukan:
الصَّلَاةَ جَامِعَةُ
Artinya: "Marilah salat berjamaah!"
Dari Sa'ad bin Abu Waqqash, Nabi Muhammad saw. bersabda:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْعِيدَ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ وَكَانَ يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ قَائِمًا يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجَلْسَةٍ (رواه البزار)
Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. mengerjakan salat hari raya tanpa azan dan iqamah. Pada waktu berkhotbah, beliau berdiri dan memisahkan antara kedua khotbahnya dengan cara duduk sebentar. (H.R. Bazzar)
عَنِ الزُّهْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ فِي الْعِيدِ أَنْ يَقُوْلَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً) . (رواه الشافعي)
Dari Zuhri, "Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. pernah menyuruh tukang azan supaya mengucapkan, 'Assalata jami'atan' (Marilah salat berjamaah)." (H.R. Syafi'i)
Niat Salat Idul Fitri
Berikut merupakan niat salat Idulfitri yang harus dipahami umat Islam.
1. Untuk Imam
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Swt."
2. Untuk Makmum
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunah Idulfitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Swt."
3. Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Swt."
Tentang Idulfitri
Berikut adalah beberapa informasi penting tentang salat Idulfitri yang harus diketahui umat Islam sebelum melaksanakan ibadah tersebut.
1. Tempat Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Berdasarkan buku yang berjudul Fiqih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, (2021:138), tempat pelaksanaan salat Idulfitri bisa di masjid atau bisa di lapangan. Tujuan pelaksanaan salat sunah Idulfitri di lapangan adalah agar wanita-wanita yang sedang haid dapat hadir ke tempat salat untuk mendengarkan khotbah meskipun tidak salat sehingga syiar Islam tetap semarak.
2. Waktu Salat Idul Fitri
Adapun waktu mengerjakan salat Idul Fitri berdasarkan buku yang berjudul Fiqih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, (2021:138), adalah sebagai berikut:
Salat Idulfitri dilaksanakan pada waktu dhuha. Dalam satu hadis, diriwayatkan sebagai berikut.
Dari Jundub ia berkata, "Nabi Muhammad saw, salat Idulfitri bersama kami ketika matahari kira-kira setinggi dua penggalah dan salat Idul Adha ketika matahari setinggi kira-kira satu penggalah." (HR Ahmad)
3. Fadhilah Mengerjakan Salat Idul Fitri
Berikut adalah beberapa fadhilah dari Idul Fitri berdasarkan buku yang berjudul Fiqih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, (2021:138)
Hikmah kegembiraan dan kesyukuran. Hal ini karena makna dari kata 'id adalah hari raya atau perayaan, hari yang dirayakan. Dan tentu saja perayaan identik dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Hikmah ketauhidan, keimanan, dan ketakwaan.
Kembali pada kesucian. Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian.
Peduli kepada sesama manusia. Sifat dan karakter kepedulian itu begitu tampak secara mencolok dalam bentuk berkurban.
4. Hukum Salat ldul Fitri
Berdasarkan buku yang berjudul Buku Panduan Shalat Doa & Dzikir, Ust. A Solihin As Suhaili, (2019:205), mengerjakan salat Idulfitri hukumnya fardhu kifayah, yaitu jika telah dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin, maka yang lain tidak menanggung dosa walaupun setiap muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakannya.
5. Hal-Hal yang Disunahkan Dalam Salat Idul Fitri
Terdapat beberapa hal yang disunahkan dalam mengerjakan salat Idul Fitri berdasarkan buku yang berjudul Buku Panduan Shalat Doa & Dzikir, Ust. A Solihin As Suhaili, (2019:205).
Hendaklah kaum pria ketika mendatangi tempat salat Id dengan penampilan menarik dan mengenakan pakaian terbaiknya. Berbeda dengan kaum wanita, mereka dianjurkan untuk menghadiri salat Idulfitri tanpa berhias dan tanpa memakai wewangian.
Hendaknya kaum muslimin bersegara datang ke tempat salat Idulfitri dan berupaya untuk duduk di shaf depan.
Dianjurkan berjalan kaki dan melewati jalan yang berbeda tatkala ia pergi dan pulang. Dari Jabir Radhiyallahu Anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam jika pada hari id beliau melalui dua jalan yang berbeda." [HR. Al-Bukhari]
Disunahkan untuk makan sebelum berangkat menuju tempat salat Idulfitri. Sebaliknya pada salat Idul Adha dilarang makan sebelum kembali dari tempat salat. Dalam sebuah riwayat hadis dijelaskan bahwa Buraidah Radhiallahu anhu berkata
"Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak keluar pada hari Iedul Fithri sebelum makan, dan tidak makan pada hari Iedul Adha hingga beliau menyembelih qurban." (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Dianjurkan untuk mengakhirkan salat Idulfitri demi membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk membayar zakat fitrah sebelum mereka berangkat ke tempat salat Idulfitri. Sedangkan salat Idul Adha disunahkan mempercepat pelaksanaannya.
Disunahkan bagi umat Islam yang terlambat dan hanya mendapati sebagian salat Idulfitri untuk menyempurnakan salatnya dengan cara dan sifat-sifatnya.
Demikianlah penjelasan tentang tata cara sholat Idul Fitri berjamaah lengkap dengan niatnya yang harus diketahui umat Islam beserta beberapa informasi penting lainnya. Semoga dapat bermanfaat untuk umat Islam yang sedang mencari informasi tersebut. (Ria)
Baca juga: Niat Tayamum, Tata Cara, hingga Hal-Hal yang Membatalkannya
