Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Taubat sesuai Sunah dan Manfaatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/Rifka Hayati.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/Rifka Hayati.

Salat taubat adalah amalan yang dilakukan setelah menyesali dosa dan perbuatannya. Tata cara sholat taubat dilakukan seperti salat sunah lainnya. Biasanya dilakukan dua (2) rakaat.

Salat taubat didasarkan pada hadits dari Abu Bakar RA, Nabi Muhammad saw. bersabda,

"Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Daftar isi

Tata Cara Sholat Taubat sesuai Sunah

Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/CreativaImages.

Dikutip dari Ebook 10 Dosa Besar (Series): Jilid IV karya Hamba Allah (Dosa Besar) (2015: 127), sholat taubat adalah salat yang dilakukan sebagai bentuk tobat atau penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Salat taubat dilakukan seseorang untuk mengakui dosa-dosanya, menyesalinya secara tulus, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Berikut adalah tata cara sholat taubat sesuai sunah dan manfaatnya yang bisa dijadikan panduan.

1. Berwudu dengan sempurna (sesuai sunah)

2. Salat dua rakaat, sebagaimana salat sunah lainnya.

3. Membaca niat salat taubat

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

Arab latin: "Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Swt."

4. Membaca doa

5. Setelah membaca niat, dianjurkan untuk membaca doa berikut sebelum menjalankan tata cara salat taubat:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Arab latin: "Robbana dholamna Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin."

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al A'raf: 23)

6. Takbiratul ihram

7. Membaca doa iftitah

8. Membaca Al-Fatihah

9. Membaca surah dalam Al-Qur'an

10. Ruku dan membaca doa saat ruku sebanyak tiga kali

11. I'tidal dan membaca doa i'tidal

12. Sujud sebanyak 2 kali dan membaca doa sujud sebanyak tiga kali pada tiap sujud

13. Duduk di antara dua sujud dan membaca doa duduk di antara dua sujud

14. Kembali bangun dan lakukan poin 3 sampai 10 untuk rakaat kedua

15. Tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud akhir

16. Salam

17. Membaca doa

Doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw. yaitu sebagai berikut:

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه

Arab latin: "Astaghfirullahal ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi."

Artinya: "Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya."

اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

"Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta."

Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat."

Dalil Salat Taubat

Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/CreativaImages.

Allah Swt. melalui Al-Qur'an memerintahkan umat Islam untuk melakukan taubat Nasuha. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. At-Tahrim ayat 8 berikut ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan 'Taubat Nasuha' (taubat yang sebenar-benarnya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba dalam gelap-gelita): "Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (Q.S. At- Tahrim: 8)

Selain itu juga dijelaskan dalam Q.S. Ali Imrân ayat 135. Untuk bertaubat dianjurkan salat dua raka’at berdasarkan hadits:

عَنْ عَلِيٍّ يَقُولُ إِنِّى كُنْتُ رَجُلاً إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَدِيثًا نَفَعَنِى اللَّهُ مِنْهُ بِمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِى بِهِ وَإِذَا حَدَّثَنِى رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ اسْتَحْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِى صَدَّقْتُهُ وَإِنَّهُ حَدَّثَنِى أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ )

Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu , dia berkata, “Aku adalah seorang lelaki, jika aku telah mendengar sebuah hadits dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allâh Azza wa Jalla memberiku manfaat yang Dia kehendaki dengan perantara hadîts itu. Jika ada salah seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyampaikan sebuah hadits kepadaku, maka aku akan memintanya bersumpah (bahwa dia benar-benar telah mendengar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Jika dia telah bersumpah kepadaku, maka aku mempercayainya. Dan sesungguhnya Abu Bakar telah memberitakan sebuah hadits kepadaku, dan Abu Bakar telah berkata jujur, dia berkata, “Aku telah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada seseorang pun yang melakukan dosa, lalu dia berdiri kemudian bersuci lalu menunaikan shalat, setelah itu memohon ampun kepada Allâh, kecuali Allâh pasti akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini (yang maknanya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allâh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allâh ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali Imrân/3: 135]

Waktu Pelaksanaan Salat Taubat

Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/leolintang.

Tidak ada waktu spesifik dalam pelaksanaan salat taubat. Ini berarti seseorang bisa melakukan salat taubat kapan pun dia merasa menyesali dosa-dosanya dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Allah Swt.

Salat ini dapat dikerjakan pada siang hari atau malam hari. Meski dapat dilakukan kapan saja, sebaiknya pelaksanaannya tidak ditunda-tunda. Namun, waktu-waktu pengerjaan sholat taubat yang sebaiknya dihindari adalah sebagai berikut:

  1. Mulai terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

  2. Ketika terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah.

  3. Ketika matahari berada di tengah-tengah hingga terlihat condong.

  4. Dari sholat Asar hingga matahari tenggelam.

  5. Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.

Manfaat Salat Taubat

Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat, Foto: Unsplash/leolintang.

Salat taubat memiliki beberapa manfaat yang penting bagi seseorang yang melaksanakannya, yaitu sebagai berikut.

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Salat taubat adalah bentuk ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah Swt. Dengan melakukan salat taubat, seseorang menunjukkan kerendahan hati dan kesediaan untuk memperbaiki hubungannya dengan Sang Pencipta.

2. Pengampunan Dosa

Salah satu manfaat utama salat taubat adalah mendapatkan pengampunan dari Allah Swt. atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Allah Swt. Pengampun dan Maha Penyayang, dan Dia selalu terbuka untuk memberikan maaf kepada hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.

3. Pembersihan Diri

Melalui salat taubat, seseorang membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Ini membantu seseorang untuk merasa lebih baik secara spiritual dan mental, serta memberikan kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan hati yang lebih suci.

4. Penguatan Kesadaran Diri

Salat taubat juga membantu seseorang meningkatkan kesadaran diri terhadap kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan.

Ini memungkinkan seseorang untuk melakukan introspeksi dan refleksi diri yang mendalam, sehingga dapat mendorong perubahan positif dalam perilaku dan karakter.

5. Peningkatan Kualitas Hidup

Dengan membersihkan diri dari dosa-dosa, seseorang akan merasakan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Perasaan lega, damai, dan bahagia akan dirasakan ketika seseorang tahu bahwa dia telah memperbaiki hubungannya dengan Allah Swt. dan menghapuskan dosa-dosanya.

6. Memperkuat Iman

Salat taubat memperkuat iman seseorang karena menguatkan keyakinan bahwa Allah Swt. adalah Maha Pengampun, bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar baginya untuk diampuni asalkan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Bacaan Doa Sujud Sajadah beserta Niat dan Tata Caranya

Demikian pembahasan mengenai tata cara sholat taubat sesuai sunah dan penjelasan lainnya. Salat taubat ini bertujuan untuk memohon pengampunan dari Allah Swt. atas dosa-dosa yang telah dilakukan. (Umi)